Wednesday, November 14, 2018
0
Cerita Seks Kisah Bercinta Dengan Pacar Yang Cantik Dan Sekaligus Kembaran Pacarku^_^ Kisah ini berawal ketika aku mempunyai pacar yang ternyata dia punya saudara kembar yang identik hampir segalanya, rambutnya, bodynya, suaranya, pokoknya semua sama jadi aku sulit untuk membedakan yang mana pacarku. Pacarku itu namanya Lika dan dia punya saudara kembar yang bernama Lisa. Aku dan Lika berkenalan di telepon dan mengobrol cukup lama, lalu aku mengajak Lika bertemu di rumahnya.
Jadi sorenya aku langsung berangkat ke rumah Lika. Ternyata Lika itu adalah cewek yang menarik dan mempunyai wajah yang nafsuin, alis matanya begitu indah menurutku dan bodynya sudah benar-benar aduhai dan seksi. Lika pun tampaknya juga menyukaiku. Lalu dia mempersilakan aku masuk dan kami berbincang-bincang dirumahnya.
Dalam waktu singkat kami berdua mulai akrab karena punya banyak kecocokan. Waktu itu kami berdua duduk bersebelahan di sofa panjang. Aku sering mencuri pandang wajahnya yang cantik, dia juga begitu. Setelah capek ngobrol dan bercanda kami berdua saling terdiam cuma saling berpandangan dan tersenyum.
“Kamu cantik..” kataku memecah kebisuan.
“Kamu juga cakep, Jeff..” jawabnya.
Aku benar-benar ingin menciumnya, aku sudah tak tahan ingin merasakan bibirnya yang seksi itu, mata kami tetap saling bertatapan. “Aku suka mata kamu, bibir kamu..” pujiku sambil mataku memandang ke arah bibirnya yang mungil.
Lika hanya tersenyum mendengar kataku itu. Lalu aku mulai mendekatkan wajahku perlahan dan Lika juga melakukan hal yang sama. Kami mulai berciuman, saling menikmati dan merasakan. Mulanya ciuman kami begitu hangat tapi lama-lama terasa ada nafsu dalam ciuman kami. Aku mulai menggigit bibirnya yang mungil dan lidah kami beradu.
Lidahku mulai menari dalam bibirnya lalu aku mulai merasa lidahku seakan tertarik masuk ke dalam mulutnya, kami berdua mulai tak bisa mengendalikan diri, desah nafasnya makin membara, matanya terpejam dan wajahnya yang cantik itu mulai merona merah, kedua tangannya menjambak rambutku seakan menahan nafsu yang ingin meledak.
Sambil berciuman kami mulai berganti posisi, Lika duduk di pangkuanku dan tanganku mulai nakal meraba dan meremas-remas buah dadanya yang montok. Kurasakan kedua pahanya menjepit erat pinggangku saat bibirku memciumi lehernya dan lidahku menjilati dan menghisap daun telinganya. Sementara itu tanganku mulai turun meremas remas pantatnya yang empuk.
Desahannya terdengar makin keras, satu tangannya mulai berani memegang kontolku yang mengeras diluar celanaku. Bosan menciumi lehernya, tanganku membuka bajunya dan melepas BH-nya, lalu kuhisap buah dadanya dan kusedot masuk kedalam mulutku, sementara itu lidahku kuputar-kuputar di puting susunya.
“Uuuuuhhh” desahnya menikmati rangsanganku.
Tangannya mulai berani membuka resleting celanaku dan mengeluarkan kontolku dari dalam celanaku, tangannya yang kecil itu mulai mengocok kontolku yang besar pelan-pelan, akupun juga memerosotkan celana dan CD-nya. Lalu tangan kiriku meremas-remas pantatnya dan tangan kananku meraba-raba vaginanya.
Terasa bulunya begitu halus dan jemariku terasa basah terkena lendir dari vaginanya, jari telunjukku mulai kumasukkan ke dalam vaginanya yang basah dan licin itu dan kutarik maju mundur perlahan, sementara itu mulutku terus merangsang puting susunya yang kecil.
“Aaaaahh.. Ssseeessstttt” desahnya tak tertahankan, nafasnya tersengal-sengal menderu.
Kemudian Lika mendekatkan badannya semakin merapat ketubuhku sambil tangannya menggesek-gesekkan kontolku diluar vaginanya, kontolku terasa geli saat kena bulu jembutnya yang halus itu. Aku sudah tak tahan ingin memasukkan kontolku ke vaginanya, tapi aku cuma diam saja mengikuti alur permainannya.
“Jeff, aku pengen ML sama kamu nih..” ajaknya sambil tersenyum malu-malu.
“Sekarang di rumah kamu ada siapa? Ntar kalau ada yang melihat gimana..?” jawabku.
“Tenang aja, orangtuaku sedang keluar kota, adikku sekarang lagi tidur, jadi aman kok..”, jawabnya sedikit memaksa sambil tangannya terus meremas kontolku.
Tanpa menunggu jawabanku, Lika mulai berdiri dengan lututnya sambil tangannya menggesek-gesekkan kontolku di bibir vaginanya. Wajahnya tampak begitu seksi saat itu. Helm kontolku mulai terasa basah terkena lendirnya. Kemudian pantatnya mulai turun pelan-pelan, terasa helm kontolku masuk didalam vaginanya.
Lalu Lika mulai bergerak naik turun perlahan, rasanya kontolku sedikit sulit masuk seluruhnya meskipun vaginanya sudah sangat licin karena kontolku terlalu besar. Tapi Lika terus memaksakan, pantatnya turun terus, akhirnya kontolku mulai masuk seluruhnya kedalam, rasanya kontolku seperti dipijat-pijat dan di tarik oleh vaginanya. Kami berdua mendesah pelan menahan kenikmatan itu.
“Aaaaaahh.. Ooooooooohh” suaranya semakin membangkitkan birahiku.
Pantatnya mulai bergerak lagi naik turun perlahan kemudian bergerak semakin cepat, tanganku meremas pantatnya sendiri sambil membantunya bergerak agar lebih cepat. Pentil susunya terus kulumat dan kuhisap masuk di mulutku. Lika terus bergerak naik turun, terasa kepalaku sakit karena dia terlalu kuat menjambak rambutku dan menarik kepalaku ke buah dadanya.
Aku sudah tak tahan menahan orgasmeku yang hampir ke puncak, lalu terasa tubuh Lika bergetar dan pahanya terasa menjepit erat pinggangku, gerakannya sedikit tertahan tapi dia terus bergerak naik turun, matanya terpejam sambil bibirnya makin mendesah keras.
Lalu terasa kontolku makin hangat dan basah di dalam vaginanya. Rupanya Lika telah orgasme, gerakannya mulai terasa amat perlahan, tapi tanganku terus mengangkat pantat Lika naik turun karena aku juga hampir orgasme, akhirnya kontolku memuncratkan spermaku ke dalam vaginanya, Lika ikut bergerak lagi membantuku mencapai puncak kenikmatan.
Rasanya pahaku basah kuyup kena cairan orgasme kami berdua. Kemudian Lika berdiri lalu jongkok di depanku, tangannya mengocok kontolku, lidahnya sekali-kali menjilati sisa spermaku, benar benar suatu kenikmatan yang tak mampu terucap dengan kata-kata.
Setelah selesai dan kontolku mulai melemas, Lika duduk di sebelahku, kepalanya bersandar di bahuku sementara tanganku membelai rambutnya. Kami berdua berusaha mengatur nafas setelah kecapekan bercinta. Lalu kami memakai pakaian kami kembali. Kami berdua tak tahu kalau ada yang mengintip kami sedang bercinta tadi di sofa.
“Jeff, jangan anggap Lika cewek nakal ya..? Pintanya manja padaku.
“Enggak kok, aku gak pernah berpikiran begitu sama kamu..” jawabku menenangkan hatinya, lalu Lika tersenyum manis sambil memelukku lebih erat.
“Jeff.. Udah jam 11 nih, kamu pulang dulu ya, tapi janji besok kamu harus ke sini pagi-pagi ngantar Lika ke kampus..!” pintanya padaku, aku cuma mengangguk.
Akhirnya aku pulang ke rumah dan langsung tidur karena capek.
Baca Juga : Beruntungnya Mendapatkan Murid Cantik Dan Seksi Yang bisa Di ajak Bercinta
Besoknya..
“Waduh.. Gimana nih, udah jam 10 siang..!” umpatku karena bangun kesiangan, lalu aku bergegas mandi dan langsung berangkat ke rumah Lika, berharap dia belum berangkat ke kampus.
Sesampainya di rumah Lika aku langsung masuk karena aku tahu orangtuanya belum pulang dari luar kota. Tak terlalu sulit menemukannya karena di rumahnya cuma ada 3 kamar. Tampak di depanku Lika sedang tiduran di ranjang. Lika cuma tersenyum melihatku.
“Lho kamu sudah pulang kuliah ya? Sorry ya tadi pagi gak ngantar kamu.. Abis kecapekan kemarin bercinta ama kamu sih..” alasanku supaya dia gak marah.
“Gak apa-apa kok Sayang.. Lagian Lika juga gak ke kampus karena kecapekan kemarin..” jawabnya santai.
“Sini, rebahan di samping Lika, kangen nih..” ajaknya manja.
Aku langsung tiduran di sampingnya sambil memeluknya.
“Jeff.. Eeemmhh.. Bercinta lagi yuk?” ajaknya mengagetkanku, aku langsung saja mengiyakan kegirangan.
“Tapi sekarang pemanasannya yang lama ya..?” pintanya manja.
Aku cuma tersenyum dan langsung mengambil posisi di atas tubuhnya. Kemudian kami langsung berciuman sangat hot dan bernafsu, tapi terasa ada yang beda dan aneh, karena tindakannya berbeda dengan yang kemarin malam. Tapi aku tak peduli, pikirku yang penting bercinta. Lika kali ini terasa kasar waktu berciuman, lidahku digigit cukup keras sementara tangannya mencakar punggungku, aku tak peduli, pikirku Lika sekarang amat bernafsu ML.
“Pelan-pelan aja Sayang..”, ujarku, tapi dia seakan tak peduli, kemudian tangannya mendorong kepalaku ke bawah, tepat di atas gundukan vaginanya.
Tampak Lika sangat nafsu menggesek-gesekkan kepalaku di vaginanya yang amat basah, terasa hidung dan bibirku basah kena cairannya, lidahku langsung kumainkan menjilati klitorisnya sembari tanganku meremas-remas puting susunya.
“Aaaahhh.. Aaaahhhh, terus Jeff, masukkan lidahmu ke dalam dong..” desahnya manja, langsung saja lidahku kumasukkan dan kuputar-putar di dalam vaginanya, terasa cairannya masuk ke dalam mulutku dan kutelan.
“Ooooohhhh.. Iya gitu sayang..” rintihnya tanpa malu-malu.
Tangannya makin mendorong kepalaku, membenamkan wajahku ke vaginanya, aku terus menjilati vaginanya makin cepat, kemudian terasa pahanya menjepit keras kepalaku, tubuhnya bergetar keras, sembari tangannya menjambak rambutku. Kemudian terasa mulutku kena semprot cairannya banyak sekali, bau khas wanita orgasme, tubuhnya makin mengejang sampai orgasmenya berakhir.
Setelah itu Lika menarik tubuhku dan menjilati cairannya sendiri di mulutku, setelah puas Lika langsung mendorong tubuhku, aku merebahkan diri di ranjang, sementara itu Lika bergerak liar melucuti pakaianku, lalu meremas dan mengocok kontolku dengan cepat, wajahnya tampak liar bernafsu saat itu.
Lalu mulutnya mengulum kontolku, memasukkan batang kontolku ke dalam tenggorokannya, kemudian menghisap, menyedot kontolku dengan sangat nafsu, aku cuma terpejam menikmati rangsangan yang luar biasa nikmat itu. Lalu kurebahkan tubuhnya dengan kasar ke atas ranjang dan langsung menindihnya. Kontolku langsung kusodok-sodok dengan cepat ke dalam vaginanya.
“Aaaahhh.. Aaaahhhh.. Aaaaaahhhh” rintihnya menahan gempuran kontolku. Cerita Terpanas
Langsung saja kugoyang dengan cepat pantatku maju mundur. Lika semakin merintih gak karuan, semakin menambah nafsuku. Setelah puas menindihnya, kubalikkan badannya membelakangiku lalu kusodok lagi dari belakang dengan cepat, sementara tanganku meremas-remas buah dadanya.
“Jeff.. Masukin di lubang pantat Lika dong..!” ajaknya mengagetkanku.
“Gak apa-apa nih..?” jawabku.
“Iya, Lika suka kok..” kemudian kucopot kontolku, lalu lubang pantatnya kubasahi dengan ludahku, Lika cuma mendesah keenakan campur geli.
Setelah itu kugesekkan kontolku di pantatnya dan kusodok pelan-pelan, rasanya sulit sekali masuk karena lubang pantatnya terlalu kecil, tapi terus saja kusodok sampai akhirnya masuk setengah. Kemudian kugoyang maju mundur agar lebih masuk lagi, sampai akhirnya batang kontolku terbenam seluruhnya di dalam pantatnya.
Terasa sangat nikmat sekali karena lubangnya sangat sempit, kontolku berdenyut-denyut merasakan pijatannya sampai akhirnya terasa spermaku mengalir di dalam urat kontolku. Lalu langsung menyemprot di dalam lubang pantatnya.
“Aaaaahh.. aaaaaaahhh..!” desahku menikmati orgasme. Sampai akhirnya aku merebahkan diri sambil memeluknya karena kecapekan.
“Jeff.. Gila kamu, ngapain kamu ama adikku..!!” terdengar suara yang sangat mengagetkanku, mataku langsung kubuka dan aku bingung setengah mati melihat Lika ada 2.
Dengan perasaan bingung kutoleh bergantian wajah mereka satu persatu, ya ampun mirip sekali keduanya, cuma yang membedakan satu wajahnya terlihat marah dan satunya lagi terlihat ketakutan.
“Lho.. Lika ku yang mana..?”, kataku kebingungan
Akhirnya aku tahu kalau aku telah bercinta dengan adiknya dan Lika memaafkanku karena sebelumnya gak mengatakan padaku kalau dia itu kembar. Kami berdua tetap pacaran walaupun Lika tak tahu kalau aku juga masih sering bercinta dengan adiknya. Jadi yang membuatku bisa membedakan Lika dengan adiknya adalah hanya tahi lalat mungil yang ada di lehernya.
Kisah Bercinta Dengan Pacar Yang Cantik Dan Sekaligus Kembaran Pacarku
By cerita seks / Posted on 10:52 AM / Cewek Cantik dan Sexy
Cerita Seks Kisah Bercinta Dengan Pacar Yang Cantik Dan Sekaligus Kembaran Pacarku^_^ Kisah ini berawal ketika aku mempunyai pacar yang ternyata dia punya saudara kembar yang identik hampir segalanya, rambutnya, bodynya, suaranya, pokoknya semua sama jadi aku sulit untuk membedakan yang mana pacarku. Pacarku itu namanya Lika dan dia punya saudara kembar yang bernama Lisa. Aku dan Lika berkenalan di telepon dan mengobrol cukup lama, lalu aku mengajak Lika bertemu di rumahnya.
Jadi sorenya aku langsung berangkat ke rumah Lika. Ternyata Lika itu adalah cewek yang menarik dan mempunyai wajah yang nafsuin, alis matanya begitu indah menurutku dan bodynya sudah benar-benar aduhai dan seksi. Lika pun tampaknya juga menyukaiku. Lalu dia mempersilakan aku masuk dan kami berbincang-bincang dirumahnya.
Dalam waktu singkat kami berdua mulai akrab karena punya banyak kecocokan. Waktu itu kami berdua duduk bersebelahan di sofa panjang. Aku sering mencuri pandang wajahnya yang cantik, dia juga begitu. Setelah capek ngobrol dan bercanda kami berdua saling terdiam cuma saling berpandangan dan tersenyum.
“Kamu cantik..” kataku memecah kebisuan.
“Kamu juga cakep, Jeff..” jawabnya.
Aku benar-benar ingin menciumnya, aku sudah tak tahan ingin merasakan bibirnya yang seksi itu, mata kami tetap saling bertatapan. “Aku suka mata kamu, bibir kamu..” pujiku sambil mataku memandang ke arah bibirnya yang mungil.
Lika hanya tersenyum mendengar kataku itu. Lalu aku mulai mendekatkan wajahku perlahan dan Lika juga melakukan hal yang sama. Kami mulai berciuman, saling menikmati dan merasakan. Mulanya ciuman kami begitu hangat tapi lama-lama terasa ada nafsu dalam ciuman kami. Aku mulai menggigit bibirnya yang mungil dan lidah kami beradu.
Lidahku mulai menari dalam bibirnya lalu aku mulai merasa lidahku seakan tertarik masuk ke dalam mulutnya, kami berdua mulai tak bisa mengendalikan diri, desah nafasnya makin membara, matanya terpejam dan wajahnya yang cantik itu mulai merona merah, kedua tangannya menjambak rambutku seakan menahan nafsu yang ingin meledak.
Sambil berciuman kami mulai berganti posisi, Lika duduk di pangkuanku dan tanganku mulai nakal meraba dan meremas-remas buah dadanya yang montok. Kurasakan kedua pahanya menjepit erat pinggangku saat bibirku memciumi lehernya dan lidahku menjilati dan menghisap daun telinganya. Sementara itu tanganku mulai turun meremas remas pantatnya yang empuk.
Desahannya terdengar makin keras, satu tangannya mulai berani memegang kontolku yang mengeras diluar celanaku. Bosan menciumi lehernya, tanganku membuka bajunya dan melepas BH-nya, lalu kuhisap buah dadanya dan kusedot masuk kedalam mulutku, sementara itu lidahku kuputar-kuputar di puting susunya.
“Uuuuuhhh” desahnya menikmati rangsanganku.
Tangannya mulai berani membuka resleting celanaku dan mengeluarkan kontolku dari dalam celanaku, tangannya yang kecil itu mulai mengocok kontolku yang besar pelan-pelan, akupun juga memerosotkan celana dan CD-nya. Lalu tangan kiriku meremas-remas pantatnya dan tangan kananku meraba-raba vaginanya.
Terasa bulunya begitu halus dan jemariku terasa basah terkena lendir dari vaginanya, jari telunjukku mulai kumasukkan ke dalam vaginanya yang basah dan licin itu dan kutarik maju mundur perlahan, sementara itu mulutku terus merangsang puting susunya yang kecil.
“Aaaaahh.. Ssseeessstttt” desahnya tak tertahankan, nafasnya tersengal-sengal menderu.
Kemudian Lika mendekatkan badannya semakin merapat ketubuhku sambil tangannya menggesek-gesekkan kontolku diluar vaginanya, kontolku terasa geli saat kena bulu jembutnya yang halus itu. Aku sudah tak tahan ingin memasukkan kontolku ke vaginanya, tapi aku cuma diam saja mengikuti alur permainannya.
“Jeff, aku pengen ML sama kamu nih..” ajaknya sambil tersenyum malu-malu.
“Sekarang di rumah kamu ada siapa? Ntar kalau ada yang melihat gimana..?” jawabku.
“Tenang aja, orangtuaku sedang keluar kota, adikku sekarang lagi tidur, jadi aman kok..”, jawabnya sedikit memaksa sambil tangannya terus meremas kontolku.
Tanpa menunggu jawabanku, Lika mulai berdiri dengan lututnya sambil tangannya menggesek-gesekkan kontolku di bibir vaginanya. Wajahnya tampak begitu seksi saat itu. Helm kontolku mulai terasa basah terkena lendirnya. Kemudian pantatnya mulai turun pelan-pelan, terasa helm kontolku masuk didalam vaginanya.
Lalu Lika mulai bergerak naik turun perlahan, rasanya kontolku sedikit sulit masuk seluruhnya meskipun vaginanya sudah sangat licin karena kontolku terlalu besar. Tapi Lika terus memaksakan, pantatnya turun terus, akhirnya kontolku mulai masuk seluruhnya kedalam, rasanya kontolku seperti dipijat-pijat dan di tarik oleh vaginanya. Kami berdua mendesah pelan menahan kenikmatan itu.
“Aaaaaahh.. Ooooooooohh” suaranya semakin membangkitkan birahiku.
Pantatnya mulai bergerak lagi naik turun perlahan kemudian bergerak semakin cepat, tanganku meremas pantatnya sendiri sambil membantunya bergerak agar lebih cepat. Pentil susunya terus kulumat dan kuhisap masuk di mulutku. Lika terus bergerak naik turun, terasa kepalaku sakit karena dia terlalu kuat menjambak rambutku dan menarik kepalaku ke buah dadanya.
Aku sudah tak tahan menahan orgasmeku yang hampir ke puncak, lalu terasa tubuh Lika bergetar dan pahanya terasa menjepit erat pinggangku, gerakannya sedikit tertahan tapi dia terus bergerak naik turun, matanya terpejam sambil bibirnya makin mendesah keras.
Lalu terasa kontolku makin hangat dan basah di dalam vaginanya. Rupanya Lika telah orgasme, gerakannya mulai terasa amat perlahan, tapi tanganku terus mengangkat pantat Lika naik turun karena aku juga hampir orgasme, akhirnya kontolku memuncratkan spermaku ke dalam vaginanya, Lika ikut bergerak lagi membantuku mencapai puncak kenikmatan.
Rasanya pahaku basah kuyup kena cairan orgasme kami berdua. Kemudian Lika berdiri lalu jongkok di depanku, tangannya mengocok kontolku, lidahnya sekali-kali menjilati sisa spermaku, benar benar suatu kenikmatan yang tak mampu terucap dengan kata-kata.
Setelah selesai dan kontolku mulai melemas, Lika duduk di sebelahku, kepalanya bersandar di bahuku sementara tanganku membelai rambutnya. Kami berdua berusaha mengatur nafas setelah kecapekan bercinta. Lalu kami memakai pakaian kami kembali. Kami berdua tak tahu kalau ada yang mengintip kami sedang bercinta tadi di sofa.
“Jeff, jangan anggap Lika cewek nakal ya..? Pintanya manja padaku.
“Enggak kok, aku gak pernah berpikiran begitu sama kamu..” jawabku menenangkan hatinya, lalu Lika tersenyum manis sambil memelukku lebih erat.
“Jeff.. Udah jam 11 nih, kamu pulang dulu ya, tapi janji besok kamu harus ke sini pagi-pagi ngantar Lika ke kampus..!” pintanya padaku, aku cuma mengangguk.
Akhirnya aku pulang ke rumah dan langsung tidur karena capek.
Baca Juga : Beruntungnya Mendapatkan Murid Cantik Dan Seksi Yang bisa Di ajak Bercinta
Besoknya..
“Waduh.. Gimana nih, udah jam 10 siang..!” umpatku karena bangun kesiangan, lalu aku bergegas mandi dan langsung berangkat ke rumah Lika, berharap dia belum berangkat ke kampus.
Sesampainya di rumah Lika aku langsung masuk karena aku tahu orangtuanya belum pulang dari luar kota. Tak terlalu sulit menemukannya karena di rumahnya cuma ada 3 kamar. Tampak di depanku Lika sedang tiduran di ranjang. Lika cuma tersenyum melihatku.
“Lho kamu sudah pulang kuliah ya? Sorry ya tadi pagi gak ngantar kamu.. Abis kecapekan kemarin bercinta ama kamu sih..” alasanku supaya dia gak marah.
“Gak apa-apa kok Sayang.. Lagian Lika juga gak ke kampus karena kecapekan kemarin..” jawabnya santai.
“Sini, rebahan di samping Lika, kangen nih..” ajaknya manja.
Aku langsung tiduran di sampingnya sambil memeluknya.
“Jeff.. Eeemmhh.. Bercinta lagi yuk?” ajaknya mengagetkanku, aku langsung saja mengiyakan kegirangan.
“Tapi sekarang pemanasannya yang lama ya..?” pintanya manja.
Aku cuma tersenyum dan langsung mengambil posisi di atas tubuhnya. Kemudian kami langsung berciuman sangat hot dan bernafsu, tapi terasa ada yang beda dan aneh, karena tindakannya berbeda dengan yang kemarin malam. Tapi aku tak peduli, pikirku yang penting bercinta. Lika kali ini terasa kasar waktu berciuman, lidahku digigit cukup keras sementara tangannya mencakar punggungku, aku tak peduli, pikirku Lika sekarang amat bernafsu ML.
“Pelan-pelan aja Sayang..”, ujarku, tapi dia seakan tak peduli, kemudian tangannya mendorong kepalaku ke bawah, tepat di atas gundukan vaginanya.
Tampak Lika sangat nafsu menggesek-gesekkan kepalaku di vaginanya yang amat basah, terasa hidung dan bibirku basah kena cairannya, lidahku langsung kumainkan menjilati klitorisnya sembari tanganku meremas-remas puting susunya.
“Aaaahhh.. Aaaahhhh, terus Jeff, masukkan lidahmu ke dalam dong..” desahnya manja, langsung saja lidahku kumasukkan dan kuputar-putar di dalam vaginanya, terasa cairannya masuk ke dalam mulutku dan kutelan.
“Ooooohhhh.. Iya gitu sayang..” rintihnya tanpa malu-malu.
Tangannya makin mendorong kepalaku, membenamkan wajahku ke vaginanya, aku terus menjilati vaginanya makin cepat, kemudian terasa pahanya menjepit keras kepalaku, tubuhnya bergetar keras, sembari tangannya menjambak rambutku. Kemudian terasa mulutku kena semprot cairannya banyak sekali, bau khas wanita orgasme, tubuhnya makin mengejang sampai orgasmenya berakhir.
Setelah itu Lika menarik tubuhku dan menjilati cairannya sendiri di mulutku, setelah puas Lika langsung mendorong tubuhku, aku merebahkan diri di ranjang, sementara itu Lika bergerak liar melucuti pakaianku, lalu meremas dan mengocok kontolku dengan cepat, wajahnya tampak liar bernafsu saat itu.
Lalu mulutnya mengulum kontolku, memasukkan batang kontolku ke dalam tenggorokannya, kemudian menghisap, menyedot kontolku dengan sangat nafsu, aku cuma terpejam menikmati rangsangan yang luar biasa nikmat itu. Lalu kurebahkan tubuhnya dengan kasar ke atas ranjang dan langsung menindihnya. Kontolku langsung kusodok-sodok dengan cepat ke dalam vaginanya.
“Aaaahhh.. Aaaahhhh.. Aaaaaahhhh” rintihnya menahan gempuran kontolku. Cerita Terpanas
Langsung saja kugoyang dengan cepat pantatku maju mundur. Lika semakin merintih gak karuan, semakin menambah nafsuku. Setelah puas menindihnya, kubalikkan badannya membelakangiku lalu kusodok lagi dari belakang dengan cepat, sementara tanganku meremas-remas buah dadanya.
“Jeff.. Masukin di lubang pantat Lika dong..!” ajaknya mengagetkanku.
“Gak apa-apa nih..?” jawabku.
“Iya, Lika suka kok..” kemudian kucopot kontolku, lalu lubang pantatnya kubasahi dengan ludahku, Lika cuma mendesah keenakan campur geli.
Setelah itu kugesekkan kontolku di pantatnya dan kusodok pelan-pelan, rasanya sulit sekali masuk karena lubang pantatnya terlalu kecil, tapi terus saja kusodok sampai akhirnya masuk setengah. Kemudian kugoyang maju mundur agar lebih masuk lagi, sampai akhirnya batang kontolku terbenam seluruhnya di dalam pantatnya.
Terasa sangat nikmat sekali karena lubangnya sangat sempit, kontolku berdenyut-denyut merasakan pijatannya sampai akhirnya terasa spermaku mengalir di dalam urat kontolku. Lalu langsung menyemprot di dalam lubang pantatnya.
“Aaaaahh.. aaaaaaahhh..!” desahku menikmati orgasme. Sampai akhirnya aku merebahkan diri sambil memeluknya karena kecapekan.
“Jeff.. Gila kamu, ngapain kamu ama adikku..!!” terdengar suara yang sangat mengagetkanku, mataku langsung kubuka dan aku bingung setengah mati melihat Lika ada 2.
Dengan perasaan bingung kutoleh bergantian wajah mereka satu persatu, ya ampun mirip sekali keduanya, cuma yang membedakan satu wajahnya terlihat marah dan satunya lagi terlihat ketakutan.
“Lho.. Lika ku yang mana..?”, kataku kebingungan
Akhirnya aku tahu kalau aku telah bercinta dengan adiknya dan Lika memaafkanku karena sebelumnya gak mengatakan padaku kalau dia itu kembar. Kami berdua tetap pacaran walaupun Lika tak tahu kalau aku juga masih sering bercinta dengan adiknya. Jadi yang membuatku bisa membedakan Lika dengan adiknya adalah hanya tahi lalat mungil yang ada di lehernya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)















0 comments:
Post a Comment