Chat with us, powered by LiveChat
Situs Togel Online Goo4dagen sbobet terpercaya ads-banner24ads-banner25 Situs judi casinositus casino online

Wednesday, October 24, 2018

0

Pengalaman Pertama Bersetubuh Dengan Pria Yang Baru Aku Kenal Tak Lama


Cerita Seks Pengalaman Pertama Bersetubuh Dengan Pria Yang Baru Aku Kenal Tak Lama^_^ Panggil saja namaku Fivian. Aku baru berusia 17 tahun. Tinggiku lumayan sekitar 169 cm dan warna kulitku putih bersih. Rambutku panjang, dan dadaku tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga. Sangat proporsional antara tinggi dan berat badanku. Kata orang-orang aku sangat cocok untuk seorang model dan aku belum mempunyai pacar.

Pengalaman ini tidak kukarang sendiri tapi berdasarkan cerita asli yang kualami di 1 tahun yang lalu. Ceritanya begini. Bermula saat aku berkenalan dengan seorang cowok, sebut saja namanya Sandro. Orangnya tampan, tinggi sekitar 171 cm, dan tubuhnya atletis. Pokoknya sesuai dengan pria idamanku. Perbedaan umur kami sekitar 5 tahun, dan dia baru saja lulus dari universitas swasta terkenal di Jakarta.

Kami kenalan pada saat aku sedang mempersiapkan acara untuk perpisahan kelas 3 di SMA-ku. SMAku di kawasan Jakarta Barat. Dan pada saat itu Sandro sedang menemani adiknya yang kebetulan panitia perpisahan SMA kami. Pada saat itu Sandro hanya melihat-lihat persiapan kami dan duduk di ruangan sebelah.
Akhirnya pada saat istirahat siang, inilah pertama kalinya kami ngobrol-ngobrol. Dan pada saat kenalan tersebut kami sempat menukar nomor telepon. Selang beberapa hari kemudian, Sandro menelepon aku.

“Hallo selamat sore Fivian, ini dari Sandro.”
“Ada apa, kok tumben mau nelepon ke sini, aku kira sudah lupa.”
“Gimana kabar kamu, mana mungkin aku lupa. Heemm, Fi ada acara nggak malam minggu ini.”
Aku sempat kaget Sandro mengajakku keluar malam minggu ini. Padahal baru beberapa hari ini kenalan tapi dia sudah berani mengajakku keluar. Ah, biarlah, cowok ini memang idamanku kok.

“Heemmm… belum tau, mungkin nggak ada, dan mungkin juga ada,” jawabku.
“Kenapa bisa begitu,” balas Sandro.
“Ya, kalaupun ada bisa dibatalin seandainya kamu ngajak keluar, dan kalo batal acaranya aku nggak akan terima telpon kamu lagi,” balasku lagi.

“Ooo begitu, kalau gitu aku jemputnya ke rumahmu, sabtu sore, kita jalan-jalan aja. Di mana alamat rumahmu.”
Kemudian aku memberikan alamat rumahku. Dan ternyata rumah Sandro tidak begitu jauh dari rumahku. Ya, untuk seukuran Jakarta, segala sesuatunya dihitung dengan waktu bukan jarak.


Tepat hari sabtu sore, Sandro datang dengan kendaraan dan parkir tepat di depan rumahku. Setelah setengah jam di rumah, ngobrol-ngobrol dan pamitan dengan orang rumah, akhirnya kami meninggalkan rumah dan belum tahu mau menuju ke mana. Di dalam mobil kami berdua, ngobrol sambil ketawa-ketawa dan tiba-tiba Sandro menghentikan mobilnya tepat di lapangan tenis yang ada di kawasan Jakarta Barat.

“Fivian, kamu cantik sekali hari ini, boleh aku mencium kamu,” bisik Sandro mesra.
“San, kita baru aja kenalan, dan kamu belum tau siapa aku dan aku belum tau siapa kamu sebenarnya, jangan-jangan kamu sudah punya pacar.”

“Kalo aku sudah punya pacar, sudah pasti malam minggu ini aku ke tempat pacarku.”
“San, terus terang semenjak pertama kali melihat kamu aku langsung tertarik.”
Tiba-tiba tangan Sandro memegang tanganku dan meremasnya kuat-kuat. ”Aku juga Fi, begitu melihat kamu langsung tertarik.”

Dan Sandro menarik tanganku hingga badanku ikut tertarik, lalu Sandro memelukku erat-erat dan mencium rambutku hingga telingaku. Aku merinding dan tiba-tiba tanpa kusadari bibir Sandro sudah ada di depan mataku dan pelan-pelan Sandro mencium bibirku. Pertama-tama, sempat kulepaskan. Karena inilah pertama kali aku dicium seorang laki-laki.

Dan tanpa pikir panjang lagi, aku yang langsung menarik badan Sandro dan mencium bibirnya. Ciuman Sandro sepertinya sudah ahli sekali dan membuatku begitu bernafsu untuk menarik lidahnya. Oh.. betapa nikmatnya malam ini dan lama-kelamaan tangan Sandro mulai meraba sekitar dadaku.

“Jangan San, aku tidak mau secepat ini, lagi pula kita melakukannya di depan jalan, aku malu San,” jawabku.
Sebenarnya aku ingin dadaku diremas oleh Sandro karena aku sudah mengidam-idamkan dan sudah membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya.
“Fi, bagaimana kalau kita nonton aja. Sekarang masih jam 7 dan film masih ada kok.”


Akhirnya aku setuju. Di dalam bioskop kami mencari tempat posisi yang paling atas. Sandro sepertinya sudah sangat pengalaman dalam memilih tempat duduk dan begitu film diputar, Sandro langsung melumat bibirku yang tipis. Lidah kami saling beradu dan aku membiarkan tangan Sandro meraba di sekitar dadaku. Walaupun masih ditutupi dengan baju.

Tiba-tiba Sandro membisikkan sesuatu di telingaku, “Fi, kamu membuat nafsuku naik.”

“Aku juga San,” balasku manja.

Dan Sandro menarik tanganku dan mengarahkan tanganku ke arah penisnya. “Astaga,” pikirku. Ternyata diluar dugaanku, penis Sandro sudah sangat tegang sekali. Dan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang pertama kali ini. “Teruskan Fi, remas yang kuat dan lebih kuat lagi.” Tak lama kemudian, tangan Sandro sudah berhasil membuka bajuku. Kebetulan saat itu aku memakai kemeja kancing depan. Sehingga tidak terlalu susah untuk membukanya. Kebetulan aku memakai BH yang dibuka dari depan.

Akhirnya tangan Sandro berhasil meremas susuku yang baru pertama kali ini dipegang oleh seseorang yang baru kukenal. Sandro meremasnya dengan lembut sekali dan sekali-kali Sandro memegang puting susuku yang sudah keras. “Teruskan San, aku enak sekali..” Dan tanpa sengaja aku pun sudah membuka resleting celananya, yang pada saat itu memakai celana kain.

“Astaga,” pikirku sekali lagi, tanganku dibimbing Sandro untuk memasuki celana dalam yang dipakainya. Dan sesaat kemudian aku sudah meremas-remas penis Sandro yang sangat besar. Kami saling menikmati keadaan di bioskop waktu itu. “Teruskan San, aku enak sekali..” Tidak terasa film yang kami tonton berlalu dengan cepat. Dan akhirnya kami keluar dengan perasaan kecewa.

“Kita langsung pulang ya Fi sudah malam,” pinta Sandro.
“San, sebenarnya aku belum mau pulang, lagian biasanya kakak-kakakku kalau malam mingguan pulangnya sekitar jam 12 malam, sekarang masih jam 09.30, kita keliling-keliling dulu ya.” bisikku mesra.
Sebenarnya dalam hatiku ingin sekali mengulang apa yang sudah kami lakukan tadi di dalam bioskop.


Namun rasanya tidak enak bila kukatakan pada Sandro. Mudah-mudahan Sandro mengerti apa yang kuinginkan.
“Ya, sudah kita jalan-jalan ke senayan aja, sambil ngeliat orang-orang yang lagi bingung juga,” balas Sandro dengan nada gembira.

Sampai di senayan, Sandro memarkirkan mobilnya tepat di bawah pohon yang jauh dari mobil lainnya. Dan setelah Sandro menghentikan mobilnya, tiba-tiba Sandro langsung menarik wajahku dan mencium bibirku. Kelihatannya Sandro begitu bernafsu melihat bibirku. Sebenarnya inilah waktu yang kutunggu-tunggu. Kami saling melumat bibir dan permainan lidah yang kami lakukan membuat gairah kami tidak terbendung lagi.

Tiba-tiba Sandro melepaskan ciumannya. “Fi, aku ingin mencium susumu, bolehkan..” Tanpa berkata sedikit pun aku membuka kancing kemejaku dan membuka kaitan BH yang kupakai. Terlihat dua gundukan yang sedang mekar -mekarnya dan aku membiarkannya terpandang sangat luas di depan mata Sandro. Dan kulihat Sandro begitu memperhatikan bentuk bulatan yang ada di depan matanya. Memang susuku belum begitu tumbuh secara keseluruhan, tapi aku sudah tidak sabar lagi untuk dicium oleh seorang lelaki.

“Fi, apa ini baru pertama kali ada yang memegang yang menciumi susumu,” bisik Sandro.

“Iya, San, baru kamu yang pertama kali, aku memberikan ke orang yang benar-benar aku inginkan,” balasku manja. Tak lama kemudian, Sandro dengan lembutnya menciumi susuku dan memainkan lidahnya di seputar puting susuku yang sedang keras. Aduh enak sekali rasanya. Inilah waktu yang tunggu-tunggu sejak lama. Nafsuku langsung naik pada saat itu.

“Jangan berhenti San, teruskan ya… aku enak sekali..” Dan tanganku pun dibimbing Sandro untuk membuka resleting celananya. Dan aku membukanya. Kemudian Sandro mengajak pindah tempat duduk dan kami pun pindah di tempat duduk belakang. Sepertinya di belakang kami bisa dengan leluasa saling berpelukan. Baju kemejaku sudah dilepas oleh Sandro dan yang tertinggal hanya BH yang masih menggantung di lenganku.


Resleting celana Sandro sudah terbuka dan tiba-tiba Sandro menurunkan celananya dan terlihat jelas ada tonjolan di dalam celana dalam Sandro dan Sandro menurunkan celana dalamnya. Terlihat jelas sekali penis Sandro yang besar dan berwarna kecoklatan. Ditariknya tanganku untuk memegang penisnya dan aku tidak melepaskan kesempatan tersebut. Sandro masih terus menjilati susuku dan sekali-kali Sandro menggigit puting susuku.

“San, teruskan ya sayang… jilat aja San, sesukamu..” desahku tak karuan.
Sementara aku masih terus memegang penis Sandro dan sepertinya Sandro makin bernafsu dengan permainan seksnya akhirnya Sandro sudah tidak tahan lagi.

“Fi, kamu isap punyaku ya… mau nggak?”
“Isap bagaimana..”
“Tolong keluarin punyaku di mulutmu.”

Sebenarnya aku masih bingung tapi karena penasaran apa yang diinginkan Sandro, maka aku menurut saja apa permintaannya. Dan Sandro merubah posisi duduknya, Sandro menurunkan kepalaku hingga aku berhadapan langsung dengan kepunyaan Sandro.
“San, besar sekali punyamu.”
“Langsung aja Fi, aku sudah tidak tahan..”

Aku langsung mengulum pelan-pelan kepunyaan Sandro. Inilah pertama kali aku melihat memegang dan mengisap dalam satu waktu. Aku menjilati dan kadang kutarik dalam mulutku kepunyaan Sandro. Sekali-kali kujilati dengan lidahku dan sekali-kali juga kujilati dan kuisap buah kepunyaan Sandro. Aku memang menikmati yang namanya penis. Mulai dari atas turun ke bawah dan kuulangi lagi seperti itu. Dan kepala penis kepunyaan Sandro aku jilatin terus, Ah… benar-benar nikmat.


Sekitar lima menit aku menikmati permainan punya Sandro, tiba-tiba, Sandro menahan kepalaku dan menyuruhku mengisap lebih kuat. “Terus Fi, jangan berhenti, terus isap yang kuat, aku sudah tidak tahan lagi..” Dan tidak lama setelah itu, Sandro mengerang keenakan dan tanpa sadar, keluar cairan berwarna putih dari penis Sandro. Apakah ini yang namanya sperma, pikirku.

Dalam keadaan masih keluar, aku tidak bisa melepaskan penis Sandro dari mulutku, aku terus mengisap dan menyedot sperma yang keluar dari penis Sandro. Aaah… rasa dan aromanya membuatku ingin terus menikmati yang namanya sperma. Aku pun tidak bisa melepaskan kepalaku karena ditahan oleh Sandro. Aku terus melanjutkan isapanku dan aku hanya bisa melebarkan mulutmu dan sebagian cairan yang keluar tertelan di mulutku dan Sandro kelihatan sudah enak sekali dan melepaskan tangannya dari kepalaku.

“Fi, aku sudah keluar, banyak ya..”
“Banyak sekali San, aku tidak sanggup untuk menelan semuanya, karena aku belum biasa.”
“Tidak apa-apa Fi..”

Baca Juga : Berawal Dari Sales Penjual Kosmetik Kecantikan Hingga Menjual Diri

Kemudian Sandro mengambil cairan yang terbuang di sekitar penisnya dan menaruh ke susuku. Aku pun memperhatikan kelakuan Sandro dan Sandro mengelus-elus susuku. Akhirnya jam sudah tepat jam 11.30 malam. Dan aku diantar oleh Sandro hampir jam 12. Karena besoknya kami berjanji akan ketemu lagi. Malamnya entah mengapa aku sangat sulit sekali tidur.

Karena pengalamanku yang pertama membuatku penasaran, entah apa yang akan kulakukan lagi bersama Muki esoknya dan malam itu aku masih teringat akan penis Sandro yang besar. Dan aroma sperma serta ingin rasanya aku menelan sekali lagi. Ingin cepat-cepat kuulangi lagi peristiwa malam itu.


Besoknya dengan alasan ada pertemuan panitia perpisahan, aku akhirnya bisa keluar rumah. Akhirnya sesuai jam yang sudah ditentukan, Sandro menjemputku dan Sandro membawaku ke suatu tempat yang masih teramat asing buatku.

“Tempat apa ini San,” tanyaku.
“Fi, ini tempat kencan, daripada kita kencan di mobil lebih bagus kita ke sini aja, dan lebih aman tentunya lebih leluasa. Kamu mau?.”
“Entahlah San, aku masih takut tempat seperti ini.”
“Kamu jangan takut, kita tidak keluar dari mobil. Kita langsung menuju kamar yang kita pesan.”

Sampai di garasi mobil kami keluar dan di garasi itu hanya ada satu pintu. Sepertinya pintu itu menuju ke kamar. Benar dugaanku. Pintu itu menuju ke kamar yang sudah dingin dan nyaman sekali, tidak seperti yang kubayangkan. Terlihat ada kulkas kecil, kamar mandi dengan shower, dan TV 21, dan tempat tidur untuk kapasitas dua orang.

“Fi, kita santai di sini aja ya… mungkin sampai sore atau kita pulang setelah magrib nanti, kamu mau..” pinta Sandro.

“Aku setuju saja San, terserah kamu.”

Setelah makan siang, kami ngobrol-ngobrol dan Sandro membaringkan badanku di tempat tidur. “Fi, kamu mau kan melakukannya sekali lagi untukku aku setuju. Sebenarnya inilah yang membuatku berpikir malamnya apa yang akan kami lakukan berikutnya. Sandro berdiri di depanku dan melepaskan kancing kemejanya satu persatu, dan membuka celana panjang yang dipakainya.


Terlihat sekali lagi dan sekarang lebih jelas lagi kepunyaan Sandro daripada malam kemarin. Ternyata kepunyaan Sandro lebih besar dari yang kubayangkan. Dan, dalam sekejap Sandro sudah terlihat bugil di depanku. Sandro memelukku erat-erat dan membangunkanku dari tempat tidur. Sambil mencium bibirku, Sandro menarik ke atas baju kaos ketat yang kupakai.

Dan memelukku sambil melepaskan ikatan BH yang kupakai dan pelan-pelan tangan Sandro mengelus susuku yang sudah keras. Lama-kelamaan tangan Sandro sudah mencapai restleting celanaku dan membuka celanaku. Menurunkan celana dalamku aku masih posisi berdiri, dan Sandro jongkok tepat di depan vaginaku. Sandro memandangku dari arah bawah sambil tangannya memeluk pahaku.

“Fi, body kamu bagus sekali.”

Sandro sekali lagi memperhatikan bulu-bulu yang tidak terlalu lebat dan menciumi aroma vaginaku.
“Fi, seandainya hari ini perawanmu hilang, kamu bagaimana.”
“Terserah kamu San, aku tidak peduli tentang perawanku aku ingin menikmati hari ini denganmu berdua dan aku kepengen sekali melakukannya denganmu..”

Akhirnya aku pasrah apa yang dilakukan oleh Sandro. Kemudian Sandro meniduriku yang sudah tidak memakai apa-apa lagi. Kami sudah sama-sama bugil dan tidak ada batasan lagi antara kami. Sandro bebas menciumiku dan aku juga bebas menciumi Sandro. Kami melakukannya sama-sama dengan nafsu kami yang sangat besar. Baru pertama kali ini aku melakukannya seperti hubungan suami istri.

Sandro menciumi seluruh tubuhku mulai dari atas turun ke bawah. Begitu bibir Sandro sampai di vaginaku yang sudah sangat basah, terasa olehku Sandro membuka lebar vaginaku dengan jari-jarinya. Aaah… nikmat sekali. Seandainya aku tahu senikmat ini, ingin kulakukan dari dulu. Ternyata Sandro sudah menjilati klitorisku yang panjang dan lebar.


Dengan permainan lidahnya di vaginaku dan tangan Sandro sambil meremas susuku dan memainkan putingku aku rasanya sudah sangat enak sekali. Sepertinya tidak kusia-siakan kenikmatan ini tiap detik. Sandro sekali-kali memasukan jarinya ke vaginaku dan memasukkan lidahnya ke vaginaku.

Akhirnya dengan nafsu yang sudah tidak bisa kutahan lagi kukatakan pada Sandro. “San, masukkan punyamu ke punyaku ya… masukannya pelan-pelan,” pintaku. Sandro lalu bangkit dari arah bawah dan menciumi bibirku. “Fi, kamu sudah siap aku masukkan apa kamu tidak menyesal nantinya.” “Tidak San, aku tidak menyesal.

Aku sudah siap melakukannya.” Lalu Sandro melebarkan kakiku dan terlihat jelas sekali punya Sandro yang sangat besar sudah siap-siap untuk masuk ke punyaku. Vaginaku sudah basah sekali dan kubimbing penis Sandro agar tepat masuk di lubang vaginaku.

Pertama-tama memang agak sakit tapi punyaku sepertinya sudah tidak terasa lagi akan sakit yang ada lebih banyak nikmatnya yang kurasakan. Dengan dorongan pelan dan pelan sekali, akhirnya punya Sandro berhasil masuk ke dalam lorong kenikmatanku.

“Ooooh… enak sekali,” jeritku. Cerita Terpanas

Terasa seluruh lorong dan dinding vaginaku penuh dengan penis besar kepunyaan Sandro. Dengan sekali tekan dan dorongan yang sangat keras dari penis Sandro, membuat hari itu aku sudah tidak perawan lagi. Sandro membisikkan sesuatu di telingaku, “Fi, kamu sudah tidak perawan lagi.”

“Ngga apa-apa San, jangan dilepas dulu ya…”


“Terus San, goyang lebih kencang, aku enak sekali..” Dengan posisi aku di bawah Sandro di atas, kami melakukannya lama sekali. Sandro terus menciumi susuku yang sudah keras, penis Sandro masih terbenam di vaginaku. Akhirnya puncak kenikmatanku yang pertama keluar juga.
“Sandro sepertinya aku sudah tidak tahan lagi… aku mau keluar.”

“Keluarin terus Fi, aku tidak akan melepaskan punyaku.”
“San, aku tidak tahan lagi… AAaaaahh… aaaaahh.. aku keluar San, aku keluar.. keluar San..enaak sekali, jangan berhenti, teruskan… aaaaaaahhh… Oooohhh..” Pada saat orgasme yang pertama, Sandro langsung menciumi bibirku. Oh… benar-benar luar biasa sekali enaknya.

Akhirnya aku menikmati kehangatan punya Sandro dan aku masih memeluk badan Sandro. Walaupun udara di kamar itu sangat dingin, tapi hawa yang kami keluarkan mengalahkan udara dingin.
“Fi, aku masih mau lagi, tidak akan kulepaskan… sekarang aku mau posisi 69. Kamu isap punyaku dan aku isap punyamu.”

Kemudian kami berubah posisi 69. Sandro bisa sangat jelas mengisap punyaku dan kelihatan kliotorisku yang sangat berdenyutan.
“Fi punyamu lebar sekali.”
“Isap terus San, aku ingin mengeluarkan sekali lagi dan berkali-kali.”

Aku terus mengisap punya Sandro sementara Sandro terus menjilati vaginaku dan kami melakukannya sangat lama sekali. Penis Sandro yang sudah sangat keras sekali membuatku bernafsu untuk melawannya dan permainan mulut Sandro di vaginaku juga membuatku benar-benar terangsang dan sepertinya saat-saat seperti ini tidak ingin ku akhiri.


“San… aku mau keluar lagi… aku tidak tahan lagi sayaangg…”

“Tahan sebentar Fi, aku juga mau keluar..”

Tiba-tiba Sandro langsung merubah posisi. Aku di bawah dan dia di atas dengan cepat Sandro melebarkan kakiku, dan oooh.. ternyata Sandro ingin memasukkan penisnya ke vaginaku. Sekali lagi Sandro memasukkan penisnya ke vaginaku. Walaupun masih agak sulit, tapi akhirnya lorong kenikmatanku dapat dimasuki oleh penis Sandro yang besar.

“Dorong yang keras San, lebih keras lagi,” desahku. Sandro menggoyangan badannya lebih cepat lagi.
“Iya San, seperti itu… terus… aaaaaghhh..aaaaaghhh… enak sekali, aku mau melakukannya terus menerus denganmu..”
“Fi, aku sudah tidak tahan lagi… aku mau keluar…”

“Aku juga San, sedikit lagi, kita keluar sama-sama ya… aaaaaaghhh..”
“Fi… aku keluar..” Croot... croottt...crroooootttt.....
“Aku juga San… aaaaahhh… aaaaaahhh… terasa San, terasa sekali hangat spermamu..” 
“Aduh, Fi… goyang terus Fi, punyaku lagi keluar…”

“Aduh San… enak sekali…”

Bibirku langsung menciumi bibir Sandro yang lagi dipuncak kenikmatan. Tak lama kemudian kami sama-sama terdiam dan masih dalam kehangatan pelukan. Akhirnya kami mencapai kenikmatan yang luar biasa dan sama-sama mengalami kenikmatan yang tidak bisa diukur.

“Fi… spermaku sekarang ada di dalam punyamu.”
“Ia sayang…”
Tidak lama kemudian, Sandro membersihkan cairan spermanya di vaginaku.
“Fi, kalo kamu hamil, aku mau bertanggungjawab.”
“Iya San..” jawabku singkat.

Akhirnya kami mandi sama-sama. Di kamar mandi kami melakukannya sekali lagi dan aku mengalami kenikmatan sampai 2 kali. Sekali keluar pada saat Sandro menjilati vaginaku dan sekali lagi pada saat Sandro memasukkan penisnya ke vaginaku. Sandro pun mengalami hal yang sama.


Sorenya kami melakukannya sekali lagi. Kami melakukannya berulang kali dan istirahat kami hanya sebentar, tidak sampai 1 jam kami sudah melakukannya lagi. Benar-benar luar biasa, Aku pun tidak tahu kenapa nafsuku begitu bergelora dan tidak mau berhenti. Kalau dihitung-hitung dalam melakukan hubungan badan, aku sudah keluar 9 kali orgasme. Kalau hanya sekedar diisap oleh Sandro hanya 3 kali jadi, sudah 12 kali aku keluar. Sementara Sandro sudah 8 kali.

Malamnya tepat jam 09.00 kami keluar dari penginapan. Padahal jika dipikir-pikir, hanya dalam waktu 2 hari saja aku sudah melepaskan keperawananku ke seseorang. Sampai sekarang hubunganku dengan Sandro bukan sifatnya pacaran, tapi hanya bersifat untuk memuaskan nafsu saja.

Baru kali ini aku bisa merasakan tidur yang sangat pulas sesampainya di rumah. Besoknya aku harus sekolah seperti biasa dan tentunya dengan perasaan senang dan ingin melakukannya berkali-kali. Seperti biasa setiap tanggal 16 aku datang bulan dan kemarin tanggal 16 ini aku masih dapat. Aku langsung menelepon Sandro sepulang dari sekolah.

“San, aku dapat lagi, dan aku tidak hamil.”
“Iya sayang… syukurlah…”
“San, aku ingin melakukannya sekali lagi, kamu mau San..”

Ternyata kami bisa melakukannya di mana saja. Kadang aku mengisap penis Sandro sambil dia menyetir mobil yang lagi di jalan tol. Setelah cairan sperma Sandro keluar yang tentunya semua kutelan karena sudah terbiasa, setelah itu tangan Sandro memainkan vaginaku. Kadang juga sebelum pulang aku tidak lagi mencium bibir Sandro, tapi aku mengisap kepunyaan Sandro sebelum turun dari mobil hanya sekitar 3 menit Sandro sudah keluar.

Dan aku masuk rumah masih ada sisa-sisa aroma sperma di mulutku. Di tiap pertemuan kami berdua selalu saling mengeluarkan. Jika kami ingin melakukan hubungan badan, biasanya kami menyewa penginapan dari siang sampai sore dan hanya dilakukan tiap hari sabtu karena pada saat itu sepulang sekolah Sandro langsung mengajakku ke penginapan.

Monday, October 22, 2018

0

Berawal Dari Sales Penjual Kosmetik Kecantikan Hingga Menjual Diri


Cerita Seks Berawal Dari Sales Penjual Kosmetik Kecantikan Hingga Menjual Diri^_^ Panggil saja aku Fenny, usiaku 22 tahun aku memiliki berat badan 52kg dengan tinggi 167cm. Tubuhku ideal orang bilang aku cantik dengan rambut panjang yang indah. Aku mahasiswa komunikasi semester 4, sampai saat ini aku belum juga wisuda. Aku jarang masuk kuliah karena malas, sudah 4 tahun aku kuliah tetapi berhenti begitu saja.

Aku tipe orang yang malas berfikir dan pastinya banyak presentasi membuat aku semakin enggan untuk berangkat kuliah. Aku hanya berfoya-foya membohongi orangtuaku, uang semesteran jarang aku bayarkan. Uang saku selalu aja minta lebih, ada saja yang harus dibayarkan. Setahun dua tahun orangtuaku percaya tetapi setelah ada surat peringatan dari kampus, aku ketahuan.

Orangtuaku mengetahui bahwa aku sudah lama sekali tidak pernah berangkat kuliah. Aku pamit kuliah sampai kost aku selalu pergi main dengan teman-temanku. Tiada hari tanpa bermain, padahal aku selalu minta transferan uang saku setiap hari. Ada aja alasan uang jajanlah uang kostlah uang ngerjain scripsi lah. Semua selalu diberikan orangtua, karena aku anak bungsu.

Anak kedua dari dua bersaudara, kakakku sudah berumah tangga. Maka dari itu orangtuaku selalu saja memanjakanku, pada akhirnya surat pernyataan itu sampai ke rumah. Orangtuaku dipanggil di kampus mereka sangat kecewa dengan ku karena aku telah membohonginya. Bahkan aku seharusnya semester akhir masih saja duduk di semester 4.


Keluarga marah besar denganku, semua orang memaki ku. Mama pun menjemput aku di kost tanpa basa-basi langsung mengajakku pulang ke rumah. Sesampainya di rumah aku dilontarkan berbagai macam pertanyaan hingga aku menangis. Aku pun dikunci di kamar agar tidak bisa kemana-mana. Selama seminggu orangtuaku mengurungku di kamar, aku merasakan hal yang suntuk.

Rasanya ingin kabur dari rumah namun tidak bisa karena dikunci dari luar. Di dalam tanpa HP dan laptop, makan pun diantar pembantu ke dalam. Udah kayak tahanan aja, berasa disekap di kamar. Aku sangat kesal dan baru ingat kalau aku memiliki kunci cadangan. Aku mencoba membuka kunci itu tapi tidak bisa aku pun memaksa hingga akhirnya bisa terbuka.

Jam segini orangtuaku masih kerja yang ada hanya pembantu saja. Aku segera memutuskan untuk pergi dari rumah dengan membawa beberapa bajuku. Aku lewat pintu belakang dan aku segera berlari keluar. Aku menaiki angkutan dan turun di dekat kostku, aku mengambil beberapa pakaianku. Aku menghubungi temanku dengan HP teman kostku.

Kemudian temanku menjemputku di tempat biasa, aku pun menginap di kost teman yang sangat jauh dari kampus. Orangtuaku tidak pernah tau kost temanku, Akira namanya. Dia teman nakalku, aku kerap diajak clubbing dan jalan-jalan dengannya. Aku pun minta solusi dengannya, agar aku dicarikan pekerjaan. Dia menyarankan aku untuk menjadi seorang sales.


Aku pun enggan dengan keras aku menolaknya. Aku malu karena sales itu rendahan bagiku, tetapi setelah Akira memberikan pengertian kepadaku aku pun berfikir kembali. Sales kosmetik kemudian ditawarkan di rumah-rumah jika dapat konsumen banyak maka aku mendapatkan bonus. Dulu Akira berawal dari sales dan kemudian dia sekarang dia menjadi selingkuhan pengusaha.

Latar belakang Akira tidak jauh beda denganku, malah lebih parah Akira. Aku pun setuju dengan tawaran Akira, yang penting aku dapat uang.  Singkat cerita, aku menjadi seorang sales kosmetik yang menawarkannya dari rumah ke rumah. Awalnya susah sekali, namun kosmetik yang aku bawa ini banyak sekali peminatnya. Bonus yang aku dapat nyata sangat banyak.

Baru satu minggu aku mendapatkan bonus banyak, memang semua butuh pengorbanan. Tetapi aku memiliki pengalaman yang sangat buruk di minggu ke dua aku bekerja. Aku menawarkan kosmetik disebuah rumah besar dikompleks perumahan. Aku memberanikan diri masuk ke perumahan elite, siapa tahu orang kaya juga minat dengan kosmetik yang aku bawa.
Aku masuk ke rumah paling ujung berwarna hijau segar. Aku mengetuk pintu dan berteriak salam,
“perrrmisssiiii…..” ucapku dengan lantang.

Aku pun menunggu sangat lama sekali di teras rumah itu. Aku tidak sabar dan segera melangkahkan kaki ku untuk keluar dari rumah itu. Baru dua langkah aja, terdengar ada yang membuka pintu. Aku pun kembali ke depan pintu itu,
“cari siapa mbak?” ucap pria separuh baya itu.


“hmmmm,, ini pak saya mau menawarkan kosmetik, ibunya ada pak?”
“oohh… ya silahkan masuk….” Pria itu memandangiku dengan tajam.
Dia lama sekali menyuruhku masuk hingga akhirnya dia meminta aku untuk duduk di ruang tamu. Setelah 10 menit ngobrol istrinya tak kunjung datang, aku merasa tidak nyaman.

Karena pak Gino itu terus memandangiku. Baju yang aku kenakan sangat sexy sekali, dia melotot tiap kali aku menggerakkan badanku. Aku seperti mencium kecurigaan dengan cara memandang bapak itu. Aku pun berpamitan dengan pak Gino karena lama sekali istrinya belum datang. Tiba-tiba dengan lantang dia berbicara.

“berapa gajimu sehari?”
“tidak pasti pak, sesuai berapa jumlah peminatnya…”
“gimana kalau kamu aku gaji? Asal kamu mau melayaniku…”

“jangan main-main dengan saya pak, memangnya bapak berani bayar berapa ? asal aja kalau ngomong…” ucapku dengan nada marah.
“berapa yang kamu minta, kalau hanya sekedar sales jangan pasang tarif tinggi..”



Aku semakin garang ketika dia melecehkan pekerjaanku. Aku pun menantangnya dengan harga yang tinggi, dia pun mengiyakan. Dan mengambilkan uang di kamarnya, dia berikan kepadaku. Aku langsung saja terkejut melihat uang sebanyak itu. akhirnya aku menyetujui permintaannya. Aku pun melayani bapak tua itu dengan imbalan yang besar.

Aku diajak ke kamarnya, aku ditidurkan di ranjang. Dengan sigap dia menciumi bibirku, rasanya jijik ciuman dengan pak tua itu. Tapi apalah daya demi uang aku harus rela memberikan tubuhku yang mulus dengannya. Ketika dia menciumi bibirku aku terpejam, nggak mau lihat mukanya. Bisa-bisa aku nggak nafsu dengannya, ciuman itu lembut semakin lama aku semakin merasakan kenikmatan.

Bibirku yang tipis dikulumnya, kumis yang tebal membuat aku geli merasakannya. Setelah itu kemeja putihku dibuka dengan perlahan. Aku menggerakan tubuhku, braku yang berukuran 36B itu terlihat jelas. Dia langsung menciumi payudaraku dan meremasnya,

“aaaaaaahhhhhhh aaaaaaakkhh…….”

Remasannya keras tapi nikmat, dia menciumi leherku. Aku merasa horny, dari atas hingga ke bawah dia menciumi tubuhku. Bulu kudukku berdiri merasakan kenikmatan itu, aku pun menikmatinya. Tangannya melepaskan pengait braku, mukanya tepat didepan payudaraku. Seakan bersiap untuk memangsa payudaraku yang sangat montok,


“aaasshhhh… aaaaahhhhhhhh… ooohhh… aaaahhhhhh….”
Kedua tangannya meremas payudaraku dan dia mendekatkan bibirnya di putting ku. Lidahnya menjilati puting susuku yang menegang itu. Terus dia kulum puting susuku hingga aku lemas tak berdaya, jarinya memutar-mutar puting susuku hingga tubuhku mengejang,

“ooohhh… aaahhhhh… oohhh… aaaakkkhhh…….”
Aku terus mendesah karena pak Gino bisa membuat aku bergairah. Awalnya aku hanya berniat untuk melayani saja, tidak lebih. Tetapi aku sangatlah horny dibuatnya, apalagi saat dia meremas payudaraku. Setelah beberapa menit menikmati payudaraku yang sangat bohay itu dia menciumi tubuhku dari atas hingga ke pusar.

Sampai lah pada kenikmatan yang sesungguhnya, dia membuka celanaku. Memekku yang terlihat besar dengan balutan celana dalam itu membuat dia semakin penasaran. Dibukalah celana dalam itu dan dia melihat memekku yang rimbun akan bulu kemaluan itu. Aku lupa tidak mencukur bulu kemaluanku jadi terlihat sangat lebat.

Kakiku mengangkang lebar dan dia menjilati selakanganku, tubuhku menggeliat,
“aaaaaaahhhhh…… aaaaaahhhhhh…..nikmat… aaaaaahhhhh…….”

Jarinya membuka memekku yang rimbun akan bulu kemaluan. Dia buka bagian demi bagian sehingga membuat aku semakin bergairah. Aku melihat wajah pak tua itu dia sangat horny, nafsunya tinggi sekali dan juga pandai memainkanku. Tangannya membelai memekku dengan lembut, tubuhku bergerak merasakan kenikmatan itu.


Lalu jarinya masuk ke dalam memekku, perlahan dan masuklah jari itu. Di putar-putar jarinya di dalam memekku sehingga aku menjerit merasakan kenikmatan,

“ooohhhh… aaahhh… oooohhh aaahhhh…..” Cerita Terpanas

Tubuhnya yang kekar menempel di tubuhku yang mulus. Puting susuku menempel didadanya membuat semakin bergairah. Nafsu itu seketika meracuni pikiranku, tubuhku bergetar merasakan kenikmatan. Denyut jantung berdenyut lebih cepat, tidak biasanya. Padahal dulu ngeseks sama mantan-mantan aku juga nggak se nervous ini.

Aku mengeluarkan cairan dari memekku mungkin aku sedang masturbasi. Setelah memekku basah dia mencoba menggesekk-gesekkan penisnya dengan memekku. Dia mencoba memasukkan penisnya ke dalam memekku,

“aaaaassshhh… aaaaaaaaaaaaahhhh….oooohhhh….aaaaahhhhhhh………”
Setelah itu ujung penisnya masuk ke dalam memekku. Secara perlahan pula dia menekan penisnya agar bisa masuk seluruhnya ke dalam memekku. Aku merasakan penisnya mentok masuk ke dalam memekku. Dia terus menekan dan menggoyang-goyangkan penisnya. Bibirnya masih mengulum puting susuku, rasanya sudah di ubun-ubun kenikmatan itu tiada tara.


Mulutnya aktif menciumi bibirku dan menciumi puting susuku. Putingku yang menonjol itu memerah membuatnya semakin gemas denganku. Karena dia terlihat gemas dengan putingku , dia mengigit hingga aku berteriak.  Mulutnya yang asik mencium bibirku, jarinya juga meremas-remas payudaraku hingga aku lemas tak berdaya.

“aaaaakkkhhhh….aaaahhh…..ooohhh… nikmat….”
Penisnya keluar masuk sesuka hatinya, aku memegang pinggangnya. Untuk menjaga keseimbangan aku terus pegang pinggang pak Gino yang naik turun itu. Pantatku aku gerakan dan sedikit aku goyangkan agar lebih nikmat.

“ooohhhhhh…aaaaaakkhh…aaaaahhh……ooohh……..”
Pak Gino hidung belang itu semakin bergairah dengan memerah wajahnya. Keringat bercucuran membasahi tubuhku, rasanya sudah memuncak. Apalagi aku beberapa kali mengeluarkan cairan dari memekku. Semakin cepat dia memompa memekku , cairan semakin banyak keluar membuat jalan kenikmatan itu semakin licin. Tak lama kemudian,

“ccroooottttt…….ccrrooootttt…..ccrrooooooottttt…….”
Sperma yang banyak dan kental itu membasahi tubuhku. pak Gino tampaknya sangat puas menikmati daun muda sepertiku. Setelah dia merasakan kenikmatan aku pun diminta segera pergi dari rumahnya dengan memberiku uang seperti perjanjian tadi. Aku pun berberes dan memakai bajuku kembali. Aku segera keluar dari rumah itu, itulah kisahku menjadi sales selama 2 minggu niatnya menawarkan produk kecantikan berujung seks dengan pria tua. Sekian.

Sunday, October 21, 2018

0

Bercinta Dengan Cewek Kantoran Yang Cantik Dan Seksi


Cerita Seks Bercinta Dengan Cewek Kantoran Yang Cantik Dan Seksi^_^ Suatu siang, aku sedang terburu-buru karena dipanggil Boss untuk menyiapkan Keperluan kepada tamu yang datang dari Kalimantan, tanpa sadar aku berpapasan dengan Akira yang sedang berjalan sambil melihat hape tanpa memerhatikan jalan sehingga terjadi tabrakan tanpa sengaja antara aku dan Akira.

Tubuhnya tinggi bila dibanding wanita biasa kira-kira 170 cm plus sepatu, soalnya tubuhku juga sekitar itu, secara reflek aku memeluknya karena takut terjatuh. Dalam dekapanku terasa harum parfum yang membuat darahku berdesir mengalirkan hawa nafsu hingga keubun-ubun.

“Duh, maaf mas Denata. Aku gak liat, ini sambil baca e-mail kerjaan dari bapak.” Ucap Akira memelas. “Iya, Mbak Akira gapapa. Aku juga lagi buru-buru dipanggil si bapak soalnya hehehe.” Jelas ku sambil pamit untuk ke ruangan bapak boss.

Setelah itu kamipun kembali bekerja dengan kesibukan masing-masing dan tidak memikirkan lagi kecelakaan tadi. Kira-kira setengah jam sebelum jam kerja berakhir, aku hubungi dia lewat telephone untuk mengajak nonton dan kebetulan filmnya bagus sekali. Eh ternyata dia setuju kalau nontonnya hanya berdua saja.

Selama dalam perjalanan ke tempat tujuan kami ngobrol ngalor-ngidul tidak karuan dan tertawa dan kutanya apakah dia sudah punya pacar? Dijawab baru putus 4 bulan yang lalu makanya dia memutuskan untuk pindah tempatku. Kupikir dia ini lagi labil dan kebetulan sekali aku mau mendekatinya.

Setelah membeli tiket dan makanan kecil kami masuk ke dalam gedung yang masih sepi…
biasanya juga sepi sih….
aku mengambil posisi di tengah dan boleh pilih tempat kata penjaganya..


Sesaat filmpun dimulai… tanganku mulai menyentuh tangannya… dia masih membiarkan… Mulailah pikiran kotorku… kuremas secara halus…. dia hanya membalas dengan halus…. Kudekatkan wajahku ketelinganya… nafasku mulai masuk melalui lubang telinganya yang sedikit terhalang oleh rambutnya yang harum.

Kuberanikan untuk mencium leher… dia hanya mendesah, “aaaahhhhh……” kuarahkan ke pipi lalu ke mulutnya….. pertama kali dia menutup mulutnya tetapi tidak kuasa untuk membukanya juga karena aku terus menempelkan mulutku pada bibirnya…. “Sssseeeeessshhhhh……” Tanganku tetap meremas jemari tangannya lalu pindah ke leher dan sebelah lagi ke pinggang…

Lama kelamaan naik ke buah dada yang masih terbungkus oleh pakaian seragam kantor… lidahku mulai memainkan lidahnya begitu pula sebaliknya…. Ku perhatikan matanya mulai terpejam… jemarinya mulai agak kuat meremas tubuhku…. kami tidak memperhatikan lagi film yang sedang diputar.

Aku raba kebagian paha…. tetapi terhalang oleh stokingnya yang panjang sampai perut… sudah tidak sabar aku untuk meraba kemaluannya… dia menarik tanganku agar jangan meraba barangnya… kuraba terus akhirnya dia mengalah…. kubisikan untuk melepaskan stockingnya, kami lepas semua permainan sejenak… hanya untuk melepas stocking yang dia pakai… setelah itu kembali lagi ke permainan semula….

Kurogoh dengan tanganku yang kekar dan berbulu selangkangannya yang masih terbungkus dengan CDnya… tanganku mulai kepinggulnya. Ternyata dia memakai CD yang diikat disamping, kubuka secara perlahan agar memudahkan untuk melanjutkan ke memeknya, yang terdengar cuma suara nafas kami berdua, sampailah aku kepermukaan pusar lalu turun kebawah, betapa kagetnya aku raba-raba ternyata bulunya hanya sedikit.


Kulepas mulutku dari mulutnya dan bertanya, “Ra, bulunya dicukur ya?” Bukan jawaban yang aku terima tetapi tamparan kecil mendarat dipipiku… plaakk! Ku lanjutkan lagi…. sampai akhirnya film sudah selesai.

Kubisikan lagi, “Saya ikatkan lagi ya, Ra. ” Tidak dijawab, kuikatkan kembali, filmpun berakhir kita semua bubar. Melangkah dianak tangga ke tujuh, dia menarik aku lalu membisikan “Den, talinya lepas….” buru-buru aku pepet samping kiri pinggulnya agar orang tidak menyangka.

Turun lagi keanak tangga kesembilan eh dia bisikan lagi “Den satunya juga, kamu sih, ikatnya nggak kencang”
“Sory dech…” Kataku.
Akhirnya dia menuruni tangga dengan merapatkan kaki dan memegang samping kiri roknya.
Cepat cepat aku ambil motor sementara dia berdiri menunggu.

“Sampai juga akhirnya…….” kita berdua hanya cekikikan saja.
“Mau kemana lagi kita sekarang….” kataku
“Terserah aja soalnya mau pulang males, lagi ribut sama mama.”

Jawab Akira singkat. Lalu kupercepat laju motorku menuju pondok tirta di Halim.


Begitu sampai, langsung masuk ke kamar, ngoborol-ngobrol sebentar, lalu aku kekamar mandi untuk mencari kondom berwarna hitam yang selalu aku siapkan di dalam tas dan kembali lagi terus kuciumi dia sampai nggak bisa nafas. “Eeeennggghhhhh……” sambil mencabut mulutnya, “Pelan-pelan dong, Den.”

Mulailah aku menciumi secara perlahan sambil membuka baju dan BHnya.


Teteknya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, putingnya mungil berwarna coklat terang. Kuciumi teteknya, “Ssssseeesssshhhhh……” sambil menjambak rambutku. Kumainkan lidahku di putingnya yang satu sementara yang satu lagi meremas tetek lainnya. “Sssseeeessshhhhhh……. “, nafas yang memburu.

Kuturunkan roknya lalu celana dalamnya dan kubaringkan ketempat tidur sambil terus menyusul, “ssseeeshhh……ooouuhhh….. Den…” Desah Akira.

Aku tak peduli dengan suara itu, dan benar saja bulu jembutnya hanya sedikit dan halus-halus lagi, kubelai-belai meski hanya sedikit, lalu kumainkan itilnya yang sudah basah, dia agak kaget. “Aaauuuhhh, aaaahhhh…” ku perhalus lagi permainkanku, mau kumasukan jemariku ke memeknya tapi, “Aaaaawwww, sakit Den!” Teriak Akira. Lho anak ini masih perawan rupanya, pikirku.

Kugalati terus pentilnya sambil kubuka seluruh pakaianku, tampaklah dua insan manusia tanpa benang sehelaipun, dia memperhatikan kontolku sejenak lalu tertawa, “Hahaha,” kenapa kataku, “Bentuknya lucu…” katanya polos sambil meremas pelan kontolku dengan tangan kirinya. Lalu pelan pelan ku geser pahanya agar merengang.

Ku pasangkan kondom yang baru ku beli tadi pagi, harganya gak terlalu semahal yang lainnya, tapi kondom berbungkus hitam ini selalu jadi andalan untuk urusan ranjang. Setelah itu, kuatur posisi untuk siap menerobos lubang memeknya.


“Eeeeggghhh… eeeeegghhh….” belum bisa juga, dua kali baru kepalanya yang masuk, aku tidak kehilangan akal, kugalat terus puting susunya dan secara perlahan kutekan pantatku agar masuk seluruh kontolku dan “Ssssseeeesshhhhhh… Eeeeggghhhh… Sseeeeesshhhh…” barulah masuk seluruhnya dan mulai kuayunkan secara perlahan sekali.

“Sssseeeesshhhhhh…. Sseeeessshhhhh… Aaaaaahhh….. Den…..”
“Den……. “hanya itu suara yang terdengar, makin lama makin cepat ayunan pantatku dan kurasakan seluruh persendianku mau copot, “Sssseeeesshhhhhh… Ooouuuuhhhh… Ooooohhhh…” Katanya.

Aku hentikan permainan karena aku mau keluar jadi kuhentikan sesaat, eh dia malah membalikkan tubuhku, kuatur posisi kontolku agar pas dilubang memeknya dan Jleeebbb, masuk lagi kontolku dalam lumatan memeknya yang masih kencang. Dia menaikan dan menurunkan badannya, “Sseeshhhh…. Sseesshhhh… Aaaaahhhh…..” Mulut ku disumpalnya dengan susunya dan putingnya sudah menegang semua seperti kontolku yang menegang dari tadi.

“Ssseeesshhh… Aaaaahhhhh…. Ooohhhhh… Sssseeesshhh…” 7 menit kemudian, dia menjambak rambutku dan mejatuhkan tubuhnya ketubuhku
“Den… Aaaaaaahhhhh… Deeenn… Sseeeesshhhhh….”
Rupanya dia mencapai klimaks, dan aku merasakan kejutan dari lubang memeknya seperti empot
ayam.

“Sseesshhhhhh… Aaaaaahhhhhh… Deeeeennn…”
Pejuku nyemprot didalam liang memeknya kira-kira 6 kali kejutan,
untung pakai kondom kalau tidak bisa repot, begitu pikirku.


Akhirnya kami berdua lemas dan bermandikan keringat. Sesaat tubuhnya masih menindih tubuhku dan kuciumi dia dengan mesra. Lalu dia menggeser ke kasur, kuambil sebatang rokok untuk kuhisap, ternyata dia ingin menghisap kontolku lagi.

“Aaaaaahhh…..”, sambil memijat-mijat kontolku…
“Jangan dikepalanya…” kubilang
“Emangnya kenapa??” Tanya Akira.
“Ngilu tau, he… he… he…”

Kutanya secara perlahan,“Ra, hheemmm, cowok kamu dulu suka begini nggak?”
“Nggak berani…” Jawabnya singkat sambil menyudahi hisapannya di kontolku.
“Jadi ini yang pertama?” Tambahku.
Akira hanya mengangguk, aku tidak memperhatikan kalau dikontolku itu ada tetesan darah dari memeknya. Dia berjalan menuju kamar mandi, lalu berteriak kecil, “Aaauuuwwww!”

“Kenapa Akira?!” Tanyaku sedikit bingung.
“Kencingnya sakit.” Jawab Akira.
Lalu kami mandi dan membersihkan badan berdua. Tanpa terasa sudah jam 9, kami memesan makan malam dan disantap tanpa busana.

Setelah santap malam kugalati lagi puting susunya sampai menegang kembali, aku meminta untuk mengulum kontolku tapi Akira hanya menggeleng, kuraba memeknya juga mulai basah.
Kubalikkan dia, kuarahkan kontolku keliang memeknya dari belakang, “Aaaauuwwww…..” Teriaknya kaget dan terus kuayunkan dari pelan sampai begitu cepat.

“Sseeesshhhhh… ssseessshhhhh… aaaaaahhh… Enakkk Deenn…” Cerita Terpanas


Lalu dia minta aku berbalik dengan posisi terlentang sedang dia mulai menaki tubuhku sambil susunya disodorkan untuk dilumat lagi.
Kuarahkan lagi tanpa melihat dimana posisi lubangnya dan Jleeeb, dia mulai mengayunkan tubuhnya.

“Ssseeessshhhhhh… Sseeesshhhhh… Aaaahhhh… Den…”
8 menit kemudian tubuhnya kembali mengejang dan “Aaaahhhhh…….Deeenn…”
Sambil merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Kini giliran aku yang tidak bisa bernafas karena tertutup rambut, kuhentakkan pantatku kuat-kuat dan kuayunkan pantatku terus lalu,

“Sssseeessshhhhhhh….. Akiraaaa………” pejuku yang kedua keluar.
Kami istirahat sejenak lalu mandi air hangat lagi dan kutengok jam tanganku sudah menunjukkan pukul 11 malam. Kuantarkan dia pulang kerumahnya dibilangan tebet timur.
Keesokan harinya kami bekerja seperti biasanya, tetapi dia menghubungiku,
“Den, masih sakit kalau pipis. Tuh sampai tadi pagi juga sakit.”

“Nggak apa-apa, tapi enak kan? Mau nambah?” Tanya ku menggoda.
“Nanti ya…” Jawab Akira singkat. Aku hanya tersenyum membaca pesan singkatnya.
Semenjak saat itu aku secara rutin menyetubuhi Akira, baik karena kemauan aku, atau karena libido Akira yang sedang naik. Kita bahkan sempat beberapa kali melakukannya di kantor secara diam-diam bila memang nafsu sudah tidak bisa tertahankan.

Saturday, October 20, 2018

0

Bercinta Dengan Pacar Yang Cantik Dan Seksi Didalam Kolam Renang


Cerita Seks Bercinta Dengan Pacar Yang Cantik Dan Seksi Didalam Kolam Renang^_^ Namaku Royz, aku masih sangat ingat kejadian waktu itu, aku dan ayahku berburu di sebuah gunung di daerah Jatiluhur tentu saja setelah berburu seharian badan terasa capek dan lemah. Malamnya aku memutuskan untuk mencari sebuah panti pijat di Bandung, dengan mengendarai Land Rover-ku aku mulai menyusuri kota Bandung.

Dan akhirnya aku menemukan tempat itu, dan aku langsung masuk menemui seorang gadis di meja depan dan aku dipersilakan duduk dulu. Tak lama kemudian muncul lah seorang gadis yang berpakaian layaknya baby sitter dengan warna putih ketat dan rok setinggi lutut. Wuaaaahh cantik juga dia, dan pasti juga merangsang libidoku.

Dengan ramah ia mempersilakan aku masuk ke ruang pijat, ruangan selebar 4×4 dengan satu ranjang dan sebuah kipas angin menggantung di atasnya. Bajunya dibuka dulu ya Bang katanya dengan tersenyum manis, Ok lahh.. sambutku dengan semangat.

Tapi kipasnya jangan dinyalain yah, dingin nih.. dia pun mengangguk tanda paham akan keinginanku. Kubuka sweaterku dan aku pun berbaring, aku memang sengaja tidak memakai t-shirt malam itu. Celananya sekalian dong Bang, katanya. Emmm.. Lo yang bukain deh, males nih.. dia pun tersenyum dan agaknya memahami juga hasratku.

Ahh.. kamu manja deh, katanya, dengan cekatan tangannya yang mulus dan lentik itu pun mencopot sabuk di pinggangku kemudian melucuti celanaku. Wah dia kelihatannya agak nafsu juga melihat tubuhku ketika hanya ber-CD, terlihat adik-ku manis tersembul dengan gagahnya di dalam sarangnya.

Eh.. ini dicopot sekalian ya? biar enak nanti mijitnya!

Wahhh itu nanti aja deh, nanti malah berdiri lagi, kataku setengah bercanda.
Lagi-lagi ia menyunggingkan senyum manisnya yang menawan. Kemudian aku tengkurap, ia mulai memijitku dari punggung atas ke bawah.
Wah.. pijitanmu enak ya? pujiku.


Nanti kamu akan merasakan yang lebih enak lagi, jawabnya.
Oooh jadi servis plus nih? tanyaku.
Mmm buatmu aku senang melakukannya, pijatannya semakin ke bawah dan sekarang tangannya sedang menari di pinggangku, wah geli juga nih, dan kemaluanku pun mulai bereaksi kimia.
Eh.. balikkan badan dong! pintanya.

Ok.. ok..

Aku langsung saja berbaring. Tentu saja batanganku yang ereksi berat terlihat semakin menggunung. Wahh.. belum-belum saja sudah ngaceng yaa.. godanya sambil tangannya memegang kemaluanku dengan jarinya seakan mengukur besarnya.
Habisnya kamu merangsang sihh.. kataku.

Nah kalau begitu sekarang waktunya dicopot yah? biar enak itu punyamu, kan sakit kalau begitu, pintanya. OK, copot aja sendiri, aku memang udah nggak tahan lagi, abis udah ereksi penuh sih.
Dengan bersemangat gadis itu memelorotkan CD-ku, tentu saja kemaluanku yang sudah berdiri tegak dan keras mengacung tepat di mukanya.

Ck.. ck.. ckk.. besar amat punyamu, berapa kali ini kamu latih tiap hari, katanya sembari tertawa. Ah emangnya aku suka coli apa jawabku. Ia menyentuh kepala kemaluanku dengan penuh nafsu, dan mengelusnya. Tentu saja aku kaget dan keenakan, habis baru pertama kali sih.
Ahhh.. mau kau apakan adikku? tanyaku.

Tenanglah belum waktunya, ia mengelusnya dengan lembut dan merabai juga kantong zakarku.
Wah.. hh.. jangan berhenti dulu, aku mau keluar nih, kataku.
Haha.. baru digitukan aja udah mau keluar, payah kamu, ledeknya.
Entar lagi lah, pijitin dulu badanku, kataku.

OK lah…

Ia mulai mengambil minyak pijat dan memijat tangan dan dadaku. Wahhh ia naik dan duduk di perutku. Sialan! belahan dadanya yang putih mulus pun kelihatan, aku pun terbelalak memandangnya. Sialan! montok bener tetekmu, dan tanganku pun mulai gerilya meraba dan memeganginya, ia pun mengerjap, pijatannya pun otomatis terhenti.

Setelah agak lama aku merabai gunungnya ia pun turun dari perutku, ia perlahan membuka kancing bajunya sampai turun ke bawah, sambil menatapku dengan penuh nafsu. Ia sengaja mempermainkan perasaanku dengan agak perlahan membuka bajunya.


Cepatlahh.. ke sini, kasihan nih adikku udah menunggu lama aku sambil mengocok sendiri kemaluanku, habis nggak tahan sih.
Eits jangan! ia memegang tanganku.
Ini bagianku, katanya sambil menuding adikku yang seakan mau meledak.

Tak lama ia kemudian mengambil minyak pijat dan mengoleskan ke kemaluanku.
Ehmm ahhh aku pun menggelinjang, namun ia tak peduli, malah tangannya semakin cekatan memainkan kemaluanku.
Aaaoohhh aku nggak tahan nihhh
Kemudian ia mulai menghisapnya seraya tangannya mengelus buah zakarku.

Aduhhh aaaahhh.. aku mau keluar nihhh!

Kemudian kemaluanku berdenyut dengan keras dan akhirnya Croottt maniku memancar dengan derasnya, ia terus mengocoknya seakan maniku seakan dihabiskan oleh kocokannya. Aaaahhh aku melenguh panjang, badanku semua mengejang. Ia kelihatanya suka cairanku, ia menjilatinya sampai bersih, aku pun lemas.
Gimana enak kan? tapi kamu payah deh baru digituin dikit aja udah KO, godanya.

Habbiss kamu gitukan sih, siapa tahannn
Ia memakluminya dan agaknya tahu kalau aku baru pertama kalinya.
Tuh kan lemes, punyamu mengkerut lagi, sambil ia memainkan kemaluanku yang sudah nggak berdaya lagi. Entar ya, nanti kukerasin lagi, katanya.
Hufff OK lah, kataku pasrah.

Dengan masih menggunakan bra dan CD ia mulai memijatku lagi. Kali ini ia memijat pahaku dan terkadang ia menjilati kemaluanku yang sudah lemas. Ihhh lucu ya kalau sudah lemes, kecil! ia mengejekku. Aku yang merasa di-KO-nya diam saja. Sembari ia memijat pahaku, dadanya yang montok kadang juga menggesek kakiku, wahhh kenyal sekali!

Kenapa liat-liat, napsu ya ama punyaku? katanya.
Wahhh, bisa-bisa adikku terusik lagi nih, jawabku.
Aku sambil mengelus dan mengocok sendiri kemaluanku sembari melihat geliat gadis itu memijatku.
Wah dasar tukang coli kamu serangnya.


Biar aja, akan kubuktikan kalo aku mampu bangkit lagi dan meng-KO kamu, kataku dengan semangat.
Benar juga kemaluanku yang tadinya tidur dan lemas lambat laun mulai naik dan mengeras.
Tuh.. berdiri lagi, katanya girang.

Pasti! kataku.

Aku tidak melewatkan kesempatan itu, segera kuraih tangannya dan aku segera menindihnya.
Uhhh.. pelan dikit doong! katanya.
Biar aja, habis kamu napsuin sih kataku.

Dengan cepat aku melucuti BH dan CD-nya. Sekarang kelihatan semua gunung kembarnya yang padat berisi dengan puting merahnya serta lubang kemaluannya yang bagus dan merah. Langsung saja kujilati puncak gunungnya dengan penuh nafsu, Emmm.. nikmat, ayo terusin.. desahnya membuatku berdebar. Kulihat tangannya mulai merabai kemaluannya sendiri sehingga kelihatan basah sekarang.

Tandanya ia mulai bernafsu berat, aku pun mengambil alih tangannya dan segera menjulurkan lidahku dan kumainkan di lubang kemaluannya yang lezat. Ia semakin menjadi, desahannya semakin keras dan geliat tubuhnya bagaikan cacing, Aaaahhh ooohhh ayo lah puaskan aku ia pun mulai menggapai batang kemaluanku yang sudah keras, Ayolah masukkan! tanpa basa-basi aku pun menancapkan barangku ke lubang kemaluannya.

Jleeeb.. jleeeebb!

Aaaahhh uuhhh sseesshhh, ia agak kaget rupanya menerima hujaman pusakaku yang besar itu.

Uooohhh.. ennakkk katanya.

Mulutnya mengap-mengap kelihatan seperti ikan yang kekurangan air, aku pun semakin semangat memompanya. Tapi apa yang terjadi karena terlalu bernafsunya aku tidak bisa mengontrol maniku. Heemm heeem aaahhh, eeeemm aku mau keluar lagi nihh! kataku.

Sseeesshhh aahhh aaaah payah lo, gue tanggung ni entar donk!
Aku sudah tidak tahan lagii
Tak lama kemudian batang kemaluanku berdenyut kencang.
Aaaku keluarrr erangku.


Ehhh cepat cabut! sergapnya.
Aku pun mencabut batang kemaluanku dan ia pun segera menghisapnya.
Aaaaaahhh seeesssshhhh!
Crot crottt croooottt memancar dengan derasnya maniku memenuhi mulutnya dan berceceran juga di gunung kembarnya yang masih tegang.

Aaahhhh aku pun langsung tumbang lemas.
Aduh gimana sih, aku nanggung nihh loyo kamu.
Aku sudah tidak bisa berkata lagi, dengan agak sewot ia berdiri.

Aaaahhh kamu menghabiskan cairanku yaaa.. lemes nihh, kataku.
Udah lahh.. aku pergi, katanya sewot.
Ya udah sana thanks ya Sayang ia pun berlalu sambil tersenyum.

Pengalaman malam itu seakan telah merubah pandanganku tentang cewek. Aku berpikir semua cewek adalah penyuka seks dan penyuka akan kemaluan lelaki. Atas dasar itulah kejadian ini terjadi. Siang itu aku bertemu sama pacarku.

Ehhh.. abis ngapain kamu Royz? kok kelihatanya lemes amat? sakit yah tanyanya.
Ah nggak kok, kemaren abis berburu sama ayahku, jawabku singkat.
Ohh.. gitu ya, ia kelihatannya mulai paham. Memang siang itu mukaku kelihatan kusut, sayu dan acak-acakan. Pokoknya kelihatan sekali deh kalau orang habis ML jor-joran, tapi kelihatannya Yayang-ku tidak curiga.

Eh besok kan kita nggak kuliah, katanya.
Iya memang enggak.. jawabku.
Kita berenang yuk? ajaknya.
Emm OK jadi! jawabku mantap. 

Yayangku memang hobi berenang sih, jadi ya OK saja deh. Karena hari itu sudah sore, waktu menunjukkan pukul 03:45, aku segera menggandeng tangan Belma, Ayo lah kita pulang, yok kuantar.. dia pun menurut sambil memeluk tanganku di dadanya.


Malamnya aku tidak bisa tidur, gadis pemijat itu pun masih berputar di otakku dan tidak mau pergi. Bayangan-bayangan gerakan tangannya yang luwes serta hisapan kenikmatan yang kurasakan waktu itu tidak bisa dilupakan begitu saja dari benakku, Sialan! bikin konak aja luh gerutuku. Aku pun hanya gelisah dan tidak bisa tidur, karena kemaluanku tegang terus.

Aku pun berusaha melupakannya dengan memeluk guling dan berusaha untuk tidur, tetapi hangat liang kemaluannya mencengkeram kuat pusakaku masih saja menghantui pikiranku. Ahhhh aku nggak tahan nih segera kucopot celana dan CD-ku, kuambil baby oil di meja, aku pun onani dengan nikmatnya.

Ahhh kugerakkan tanganku seolah menirukan gerakan tangan gadis itu sambil membayangkan adegan demi adegan kemarin malam itu. Huff nafasku semakin memburu, gerakan tanganku semakin cepat dibuatnya. Kurang lebih 7 menit kemudian Croooott! tumpahlah cairan maniku membasahi perut dan sprei sekitarku. Aku pun langsung tidur.

Paginya pukul 06:30 kakak perempuanku masuk ke kamar untuk membangunkanku. Karena kamarku tidak dikunci, betapa terbelalaknya dia ketika melihat aku tanpa celana tidur terlentang dan melihat batanganku sudah berdiri dan di perutku terdapat bekas mani yang mengering. Royz, apa-apaan kau ini ha! hardiknya, aku terkejut dan langsung mengambil selimut untuk menutupi batangan kerasku yang menjulang.


Eh Kakak.. emm kataku gugup.
Kamu ngapain ha? sudah besar nggak tau malu huh..!
Au cuek saja, malah aku langsung melepas selimut dan meraih celanaku sehingga kemaluanku yang tegang tampak lagi oleh kakakku.

Iiihhh nggak tau malu, barang gituan dipamerin, ia bergidik.
Biar aja yang penting nikmat, jawabku enteng, kakak perempuanku yang satu ini memang blak-blakan juga sih. Ia menatapnya dengan santai, kemudian matanya tertuju pada baby oil yang tergeletak di kasurku.

Sialan kamu memakai baby oil-ku yah? Dasarrr!
Ia ngomel-ngomel dan berlalu, aku pun hanya tertawa cekikikan. Braaak! terdengar suara pintu dibanting olehnya, Dasar perempuan! nggak boleh liat cowok seneng, gerutuku.


Aku pun dengan santainya keluar kamar dan sarapan sebelum mandi, kulihat kakak perempuanku sedang lihat TV.
Eh Kak minta shampoo nya dan sabunnya dong! pintaku.
Ogah ah entar kamu buat macam-macam, pokoknya nggak mau, jawabnya ketus.

Huhh.. weeekk! aku mencibir.
Aku langsung saja mandi dan sarapan. Sekitar pukul 07:30 ku stater Land Rover kesayanganku dan langsung kupacu ke tempat Belma, mungkin ia sudah menungguku. Benar juga sampai di depan pagar rumahnya ia sudah menungguku di depan teras rumahnya.

Haii kok agak terlambat sih Say? tanyanya.
Eh sori nih trouble dengan kakak perempuan, dalihku.
OK lah, mari kita berangkat!

Kami pun langsung tancap menuju tempat tujuan kami yaitu kolam renang di kawasan Cipanas. Yah, maklum saja hari itu jalanan sepi maka perjalanan kami lancar karena tidak terjebak macet. Kurang lebih 2 jam perjalanan santai kami sampai di tempat tersebut.

Eh.. yang sini sajalah, tempatnya enak loh, pintanya.
Baiklah Sayaang kataku.
Kami berdua langsung saja masuk.
Yang, aku ganti dulu yah kamu ikut nggak? ajaknya.

Yuk, sekalian saja aku juga mau ganti.
Di kolam renang itu paling hanya terdapat segelintir orang yang sedang berenang, karena tempat itu ramai biasanya pada hari Minggu.
Emmm kita ganti baju bersama saja yah? biar asyikk.. katanya.


Aku spontan menganggukkan kepalaku. Di dalam ruang ganti kami pun segera meletakkan tas kami dan segera melepas baju, Yayangku ganti baju terlebih dahulu. Ia mencopot dulu kaosnya, Belma memang penyuka kaos ketat dan celana jins, melihatnya melepas kaosnya aku pun hanya terpaku tak berkedip.

Kenapa Sayang ayolah lepas bajumu, katanya sambil tersenyum.

Habis aku suka memandangmu waktu begitu sih, dan dia hanya tertawa kecil.
Aku pun segera mencopot kaosku dan celana panjangku dan cuma CD yang kutinggalkan. Tanpa ragu-ragu aku pun memelorotkan CD-ku di depan pacarku karena ingin ganti dengan celana renang, Wahhh Yayang ni.. katanya sedikit terkejut. Rupanya ia agak kaget juga melihat batang kemaluanku yang setengah ereksi.

Kok tegang sih Say? selidiknya manja.
Habis kamu montok sih.. jawabku seraya memakai celana renang yang super ketat.
Wahhh hemmm, goda pacarku ketika melihat kemaluanku tampak menyembul besar di balik celana renang itu, dia itu memang asyik orangnya.

Nahh aku sudah beres, kataku setelah memakai celana itu.
Eh.. bantu aku dong! dia tampaknya kesulitan melepas branya.
Sini aku lepasin kataku.
Kemudian kulepaskan branya. Astaga, sepasang daging montok dan putih terlihat jelas, hemmm spontan saja batang kemaluanku tegang dibuatnya.

Ah sayang, dadamu indah sekali, kataku sambil berbisik di belakang telinganya.
Langsung saja ia kupeluk dari belakang dan kuciumi telinganya.
Eeh.. kamu ingin ML di sini yah? jawabnya sambil memegang tengkukku.

Aku tidak menjawab. Tanganku langsung bergerilya di kedua gunung kembarnya, kuremas-remas dengan mesra dan kupelintir lembut putingnya yang masih merah segar, Ah Sayang! desahnya pendek, batang kemaluanku yang sudah tegak kugesek-gesekkan di pantatnya, wahhh.. nikmat sekali, dia masih memakai celana sih.


Aduh keras sekali, Yayang ngaceng yah godanya.
Dah tau nanya.. hhh, kataku terengah.
Buah dadanya semakin keras saja, rupanya ia mulai terangsang dengan remasanku dan ciumanku di telinganya.
Eeeemmm oooohhh, lenguhnya sambil memejamkan mata.

Melihat gelagat tersebut aku menurunkan tanganku ke resleting celananya, kulepas kancingnya dan kupelorotkan resletingnya, ia agaknya masih agak ragu juga, terbukti dengan memegang tanganku berupaya menahan gerakan tanganku yang semakin nakal di daerah selangkanganya.

Tetapi dengan ciumanku yang membabi buta di daerah tengkuknya dan remasanku yang semakin mesra, akhirnya tanganku dilepasnya, kelihatannya ia sudah terangsang berat. Tanpa basa-basi tanganku langsung menelusup ke CD-nya.

Wahh terasa bulu-bulu halus menumbuhi sekitar liang kemaluannya. Kuraba klitorisnya, Aaawwhh oouuuhh.. sayang kamu nakal deh, dengusnya sambil mengerjap. Ia langsung membalikkan tubuhnya, memelukku erat dan meraih bibirku, Cupppp wah ia lihai juga melakukan French Kiss. Dengan penuh nafsu ia melahap bibirku. Cewekku yang satu ini memang binal seperti singa betina kalau sudah terangsang berat.

Agak lama kami ber-French Kiss, perlahan ia mulai menurunkan kepalanya dan ganti memangsa leherku, Aahhh geli sayang, kataku. Rupanya debar jantungku yang menggelegar tak dirasakan olehnya. ia langsung mendorongku ke tembok, dan ia pun menciumi dadaku yang bidang dan berbulu tipis itu. Wah dadamu seksi yah katanya bernafsu.

Menjulurlah lidahnya menjilati dadaku Slurrppp jilatan yang cepat dan teratur tersebut tak kuasa menahan adik kecilku yang agak menyembul keluar di balik celana renangku. Jilatannya semakin lama semakin turun dan akhirnya sampai ke pusarku. Tangan pacarku kemudian merabai batang kemaluanku yang sudah keras sekali.

Aku pun sangat bernafsu sekali karena mengingatkanku pada gadis panti pijat yang merabai lembut kemaluanku. Aaaahhh.. Sayang desahku tertahan. Dengan cekatan ia memelorotkan celana renangku yang baru saja kupakai, alhasil batanganku yang keras dan panjang pun mendongak gagah di depan mukanya.


Iiihh gila punyamu Sayang katanya.
Belma hisap dong Sayang! pintaku.
Ia agak ragu melakukan itu, maklum ia masih virgin sih. Ia belum menuruti permintaanku, ia hanya mengocok pelan namun gerakan kocokannya pun masih kaku, sangat berbeda dengan gadis pemijat tempo hari.

Seeessshhh aaaahhh aku pun mendesah panjang menahan kenikmatanku.

Sseeessshhhh sayang hisap dong!

Aku pun menarik kepalanya dan mendekatkan bibirnya yang mungil ke kepala kemaluanku, sekali lagi ia agak ragu membuka mulut.
Aah nggak mau Say, mana muat di mulutku jawabnya ragu.
Ehh tenang saja sayang, pelan-pelan lah,

Dia agaknya memahami gejolakku yang tak tertahan. Akhirnya ia memegang batanganku dan menjulurkan lidahnya yang mungil menjilati kepala kemaluanku.
Slurpp slurpp sejuk rasanya.
Mmeemmmhhh aaaahh, nah begitu Sayang ayo teruss aaaaahh ssseeeeshh, buka mulutmu sayang.

Ia masih saja menjilati kepala dan leher kemaluanku yang mengacung menantang langit, lama-lama ia pandai juga menyenangkan lelaki, jilatannya semakin berani dan menjalar ke kantong zakarku. Ih bau nih sayang.. tadi nggak mandi ya? katanya menggoda ketika menjilati buah zakarku yang ditumbuhi bulu-bulu halus, aku memang merawat khusus adikku yang satu ini.

Iihh.. nggak lah sayang, kan yang penting nikmat, kataku tertahan. Mulut mungil Belma perlahan membuka, aku pun membimbing batang kemaluanku masuk ke mulutnya. Eeemmmhh.. eegghhhh terdengar suara itu dari mulut Belma ketika batangku masuk, tampaknya ia menikmatinya. Ia pun mulai menghisapnya dengan bernafsu.

Sluuuppp.. sluupp..
Aaahhh eeemmhh.. ooohhh desahku penuh kenikmatan.
Mmmhh sayang, nikmatttt sekali gumamku tidak jelas.


Setelah agak lama, aku pun menarik kemaluanku dari mulut Belma. Segera kubopong tubuhnya ke bangku panjang di dalam ruang ganti. Kurebahkan badannya yang lencir dan montok di sana, dengan keadaan pusakaku yang masih mengacung, kupelorotkan celana jeans Belma dengan penuh nafsu, Syuutt dan tak lupa CD-nya. Ia pun tampaknya pasrah dan menikmatinya karena tangannya merabai sendiri puting susunya.

Kemudian tampaklah lubang kemaluannya yang merah dan basah, aku pun segera mendekatkan kepalaku dan Sluuup, lidahku kujulurkan ke klitorisnya.
Heeemmmhhh sluuupp
Aaaahhh uuuuhhh! desahnya panjang menahan kenikmatan yang dirasakan tarian lidahku di kemaluannya yang sangat lincah, makanya Belma mati keenakan dibuatnya.

Sseesssh sseeeesshh desisnya bagaikan ular kobra.
Royzz aku nggak tahan lagiii ia menggeliat tak karuan.
Akuuu nyampai nihhh
Jilatanku semakin kupercepat dan kutambah ciuman mesra ke bibir kemaluannya yang harum, Cuuup cuuupp, kelihatannya ia hampir mencapai puncak karena kemaluannya memerah dan banjir.

Sseeesssshh aaaaahh ooouuuohhh Yaangg aku keluarrr erangnya menahan kenikmatan yang luar biasa.
Benar juga cairan kemaluannya membanjir menebar bau yang khas. Heeemmmhh enak, aku masih saja menjilatinya dengan penuh nafsu.
Aduhhhhhh Sayang, aku udah nihh katanya lemas.
Bel, aku masih konak nih kataku meminta.

Langsung saja tanganku ditariknya dan mendudukkanku di atas perutnya, batang kemaluanku yang masih tegang menantang belum mendapat jatahnya. Langsung saja Belma mengambil lotion Tabir Surya dan mengolesinya ke batang kemaluanku dan ke dadanya yang montok, dan ia segera mengapitkan kedua gunung geulis-nya agar merapat.

Ia mengambil lagi lotion itu, dan mengusapkan ke kemaluanku, Aaaahhhh aku pun hanya merem-melek. Kemudian ia menarik batang kemaluanku di antara jepitan gunung kembarnya. Wahh nikmat juga rasanya, aku pun memaju-mundurkan pantatku layaknya orang yang sedang bersetubuh.


Bagaimana rasanya sayang tanyanya manja dan memandangku sinis.
Aaaaahhh eeemmmm ssseeeesshh nikmat sayang ia pun tertawa kecil.
Ia merapatkan lagi gunungnya sehingga rasanya semakin nikmat saja.
Ooohhhhhh nikkmattt sayangg! erangku.
Ia hanya tersenyum melihat mukaku yang merah dan terengah menahan nikmat.

Rasain habis kamu nakal sih katanya.
Tapi lebih nikmat memekmu sayang.
Hush katanya.
Gerakanku semakin cepat, aku ingin segera mencapai puncak yang nikmat.
Uuuuhhh aaahhhh eeeemmm aaaahhh erangku tertahan.

Tak lama aku merasa hampir keluar.
Sayang aku hampir nyampe nihh desahku.
Keluarin aja sayang pasti nikmatt
Tak lama batang kemaluanku berdenyut dan

Crottt croott crrootttttt... Cerita Terpanas

Oooohhhh eeemmmh sseeeshh! nikmat sekali rasanya.
Spermaku memancar dengan deras dan banyak.
Ooohh gumamku.
Spermaku memancar membasahi leher Belma yang jenjang dan mengena juga janggut dan bibirnya.
Ihhh baunya aneh ya..

Ia mencoba membersihkan cairan kental itu dengan tangannya, aku pun turun dari atas tubuhnya. Aaahhh nikmat Sayang tapi dalam hatiku aku belum puas jika belum menjebol liang kemaluan Belma. Belma pun segera membersihkan maniku yang belepotan.
Iihhh kok kayak gini sih? tanyanya penuh selidik.

Itu namanya cairan kenikmatan sayang jawabku enteng.
Ooo katanya pura-pura tahu.
Habis bercinta enaknya berenang yuk? ajaknya.
OK, kataku.


Belma pun segera berpakaian renang dan aku juga. Setelah siap kami pun keluar kamar, wah ternyata di luar sepi sudah tidak ada orang lagi, padahal masih menunjukkan pukul 2:30 siang. Ternyata lama juga kami bercinta. Byurrr kami berdua pun mencebur dan berenang.

Aku yang sudah terkuras kejantanannya semenjak kemarin malam segera ketepi dan hanya melihat Belma berenang. Gerakan renangnya yang bagai putri duyung, dibalut baju renangnya yang seksi serta kulitnya yang putih mulus, membangkitkan lagi gairahku. Terbesit di pikiranku untuk bercinta di kolam renang, kebetulan tidak ada orang dan petugas jaganya jauh.

Belma sini sayang! panggilku.
OK ada apa Royz?
Ia berenang mendekat ke arahku, aku pun masuk ke air, aku langsung memeluknya dan mencium bibirnya dengan ganas.
Kamu membuatku nggak tahan sayang kataku.

Untung saja kolam renangnya tidak dalam sehingga bisa enak kami bercinta. Uuuuhhh desahnya agak terkejut, ia pun membalas ciumanku. Aku tidak melucuti pakaian renangnya, aku cuma menyibakkan sedikit cawat bawahnya sehingga liang kemaluannya kelihatan. Ooohhh, kelihatan menggairahkan sekali kemaluannya di dalam air yang jernih itu.

Dengan ganas aku menciumi bibirnya yang basah serta meremas lembut dadanya yang terbalut baju renang yang tipis itu. Belma kelihatan sangat cantik dan segar dengan badan dan rambut yang basah terurai.
Ahhh sayang nanti kelihatan orang, katanya khawatir.
Tenang Sayang tak ada yang melihat kita begini kataku.

Baiklah Royz kubuat kamu KO di kolam, tantangnya.
Ia langsung memelorotkan celana renangku, batang kemaluanku yang sudah tegang pun menyembul dan kelihatan asyik di dalam air. Belma mengocok kemaluanku di dalam air. Eeemmmm geli dan sejuk rasanya. Tanpa menunggu lama lagi aku ingin memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya.

Belma kumasukin yah?
Belma pun tanpa ragu menganggukkan kepala tanda setuju.
Baik Sayang….
Kudekap erat tubuhnya agar dekat, ternyata Belma sudah membimbing batang kemaluanku masuk ke lubang kemaluannya.

Aaaawwwhhh ia menyeringai ketika kepala kemaluanku menyentuh bibir kemaluannya.
Aku pun segera mengangkat Belma ke pinggir kolam dan kubaringkan dia, kutekuk lututnya sehingga lubang kemaluannya kelihatan menganga.
Siap Sayang
Aku mulai memasukkan sedikit.


Uuuuuhhhh padahal baru kepalanya saja yang masuk.
Aaaaaahhh.. Sayang, punyamu terlalu besarr
Aku pun segera menekan lagi dan akhirnya Jleeeebb seluruhnya bisa masuk.
Aaawwhhh aaaahhh eeeemmmhhh, erangnya menahan gesekanku.
Sseeessshhh ooohhh, enak kan Sayangg kataku terengah.

Huuhh uuuuhhh ayoo terus Ssayy ennnakk
Terdengar bunyi yang tak asing lagi, Creeet.. creeett creeett asyik kedengarannya, aku semakin giat memompanya. Kemudian aku ingin ganti posisi, aku suruh Belma menungging.
Ayolah Sayang puaskan aku

Ia pun menungging dengan seksinya, terlihat lubang kemaluannya merekah, menarik untuk ditusuk. Jleeebb batang kemaluanku kumasukkan.
Aaaaahhh.. Seeesssshhh ooohhh desahnya penuh kenikmatan.
Nafasnya semakin memburu.
Huff eeeemmmhhh eeemmm aku terengah.

Kupercepat gerakanku, Jleb jleeb.. jleeeb.. jleeeebb
Aaahhh Ssayangg bentar lagi aku nyampe nihh kataku terburu.
Aakuu jugaa
Himpitan liang kemaluan Belma yang kencang dan basah membuat maniku tak kuasa lagi untuk keluar, dan akhirnya Belma pun mencapai puncaknya.

Oooouhhhhh akuu bentar lagi Sayanggg
Cairan kemaluannya pun membanjir, hal ini semakin membuatku juga tidak tahan.
Aaaaahhh aku juga Sayangg! erangku penuh kenikmatan.
Cepat cabut keluarin di luarr! sergapnya.

Dengan cepat segera kucabut kemaluanku, Belma pun tanggap ia pun memegangnya dan mengocoknya dengan cepat.
Aaaaohhhhhh! nikmattt!
Croottt crroott croottttt spermaku pun keluar.
Eeeesshhhhh aaaahh tapi sedikit, maklum terforsir.

Aahh kok sedikit Sayanggg katanya meledek.
Eeeemmhh aaah habis nih cairanku
Aku pun lemah tak berdaya dan ia pun berbaring di pangkuanku. Aku mengelus rambutnya yang basah, kukecup keningnya, Cup! I love you Sayang

Sejak itulah kami sering melakukannya, baik di mobil maupun pada di sebuah gubuk di hutan kala kami berburu bersama. Dalam hatiku aku berkata, gadis pemijatlah yang membuatku jadi begini, membuatku menjadi pria haus akan bercinta.