Chat with us, powered by LiveChat
Situs Togel Online Goo4dagen sbobet terpercaya ads-banner24ads-banner25 Situs judi casinositus casino online

Sunday, September 30, 2018

0

Gadis Cantik Di Perkosa 3 Pria Bejat Saat Hujan


Cerita Seks Gadis Cantik Di Perkosa 3 Pria Bejat Saat Hujan^_^ Saat liburan di desa musimnya saat itu musim hujan, Yani berteduh di sebuah rumah yang ada terasnya, Yani pun melihat kejadian yang mana ada seorang pria yang dipukuli oleh beberapa orang, Tiba tiba pintu rumah tersebut terbuka dan menyentak Yani untuk segera masuk kedalam rumah, seorang pria yang berbadan kekar menyeret tubuh Yani memaksa untuk masuk kedalam.

Pria berambut kucir itu segera membekap mulut gadis itu dan meminting tangannya ke belakang agar tidak berteriak lagi.

“Siapa nih !?” tanya Bondan pada pria itu.

“Dia ada di halaman samping Bos, waktu saya panggil dia lari… dia pasti udah liat semuanya” jawab pria itu.

“Ngapain lu disini hah !?” bentak Bondan.

“Mmhh… saya… saya cuma lewat mau pulang ke vila, tapi hujan tambah besar jadi saya kepaksa berteduh dulu… tolong lepasin saya, bener saya ga liat apa-apa!” jawab gadis itu ketakutan, matanya yang indah mulai berkaca-kaca.

“Bohong Bos, dia pasti udah denger dan liat semuanya!” potong si rambut kucir, “untung tadi saya sigap”

“Gimana nih Bos sekarang?” tanya Heri menunggu perintah.

Bondan mengelus-elus dagunya yang berjenggot kambing itu sambil memandangi gadis itu. Usianya masih muda sekitar awal 19 tahunan, dari penampilannya sepertinya ia seorang mahasiswi.

Parasnya sungguh cantik dengan rambut hitam yang lurus dan panjang, tubuhnya yang langsing dibungkus oleh kaos hitam tanpa lengan dilapisi cardigan pink untuk melindungi dari udara malam serta bawahan berupa celana pendek longgar yang menggantung sejengkal di atas lutut sehingga memperlihatkan pahanya yang jenjang dan mulus. Pakaian dan rambutnya agak basah terkena hujan, nampaknya ia memang bermaksud berteduh.


“Siapa nama lu manis?” tanya Bondan mendekati dan mengelus pipi gadis itu.

“Kalau ditanya jawab hah ! Siapa nama lo !?” bentaknya melihat gadis itu terdiam ketakutan.

“Saya… Yani, tolong lepaskan saya, saya gak akan bilang siapa-siapa” ibanya tanpa bisa menahan air matanya yang menetes membasahi pipi.

“Yani heh, nama yang indah, seindah rupanya hahaha!” Bondan mengangkat dagu gadis itu, menatapi wajah cantik itu sambil tertawa disambut tawa kedua anak buahnya.

Rabaan Bondan dari pipinya merambat turun ke leher, bahu, hingga akhirnya payudara kiri Yani.

“Jangan… jang… eemmhphp!” jeritan Yani langsung terhambat karena si pria berkucir kembali membekap mulutnya.

“Buka mulutnya Don, biar aja dia teriak… ayo teriak, ga akan ada yang denger suara lu, daerah ini sepi dan lagi hujan!” kata Bondan sambil tangannya mulai meremasi payudara gadis itu.

“Ayo kita nikmatin dulu cewek cantik ini, sayang kan yang bening gini lepas gitu aja…

“Siap Bos… kita juga kebagian kan, capek nih dari tadi mukulin melulu hehehe!” Heri nampak antusias dan tersenyum mesum, demikian pula Endon, temannya yang rambutnya dikucir itu.

“Hehe… emang Bos dingin-dingin gini paling enak ya ngentot!” sahut Endon yang tangannya mulai ikut menggerayangi tubuh Yani.

“Hentikan! Jangan lakukan itu!” jerit Yani sambil meronta berusaha melepaskan diri, namun tenaganya bukanlah tandingan kedua pria itu yang telah menghimpit tubuhnya.

Ia menggeleng-gelengkan kepalanya menghindari Bondan yang hendak melumat bibirnya, sementara tangan-tangan kasar mereka sudah bergerilya di tubuhnya. Dalam satu kesempatan ketika kuncian Endon mengendur karena sibuk menggerayangi tubuhnya


Yani berhasil menendang perut Bondan dengan lututnya sehingga pria itu terhuyung ke belakang sambil mengaduh memegangi perutnya. Gadis itu buru-buru lari ke arah pintu, namun baru saja beberapa langkah sebuah tangan menariknya ke belakang.

Heri yang baru saja mengencangkan ikatan Rinto dan mengikat mulutnya, rupanya bertindak cukup sigap. Ia berhasil menggapai cardigan gadis itu, menariknya hingga lepas dari tubuhnya. Sesaat kemudian gadis itu sudah berada dalam dekapannya.

“Bajingan! Lepaskan saya!” jerit Yani memakinya.

“Huehehe… mau kemana Yan… emmhh… uuh!” Heri memperkuat dekapannya sambil berusaha menciumi leher dan tenguk gadis itu.

“Plak! Aawww!” rintih Yani ketika telapak tangan Bondan yang marah mendarat di pipinya.

“Diam perek!” bentaknya.

Air mata gadis itu makin mengucur membasahi pipinya ketika tangan Bondan membetot keras kaosnya hingga robek. Mata ketiga pria bejat itu melotot melihat buah dada gadis itu yang masih terlindung di balik bra kremnya. Tubuh Yani bergetar saat Heri menyusupkan tangannya ke balik branya dan mulai meremas payudaranya dengan kasar, jarinya sesekali menjepit dan memelintir Putingnya.

“Wuih… ini bener-bener mantep Bos, montok bener!” celoteh Heri.

Yani semakin menangis mengiba dan menjerit ketika Bondan menarik lepas branya. Terlihat dua buah payudara Yani yang bulat dan masih kencang.

“Wow… kenceng bener tetek lo Yan !! Enak tuh klo kita remes dan isep-isep. Hahahaha……”. “Liat Putingnya juga masih kecil. Nanti gw bikin keras dan mancung biar lebih seksi” celoteh Bondan.

“Jangan nangis sayang, kita kan mau bersenang-senang. Hahaha….!” kata Bondan sambil meremas payudaranya, “yang gini nih yang gua suka, bener-bener seger!”

“Ayo Yan, abang bisa kok bikin Non Yani kejang-kejang keenakan huehehehe!” Endon mendekatinya dan mulai menggerayangi tubuh atasnya yang sudah topless.


Desahan gadis itu di sela-sela tangisannya membuat ketiga pria bejat yang mengerubunginya semakin bernafsu. Tangan Endon kini merambat turun ke bawah, menyusup masuk ke pinggang celana pendek yang dikenakan gadis itu.

Yani merasakan tangan kasar pria itu menyentuh permukaan vaginanya, jari-jarinya mengelusi bibir vaginanya. Tubuhnya menggelinjang ketika jari-jari itu menyusup ke vaginanya dan mulai bergerak keluar masuk menggeseki dinding vaginanya. Pada saat yang sama, Bondan menundukkan badannya dan melumat payudara Yani dengan gemas.

“Mmhhh… lepaskan… aaahhh-aaaaahh….jangan!” ia mulai mendesah tak tertahankan.

Heri menyibakkan rambut panjang gadis itu ke kanan agar bisa menjilati dan mencupang leher sebelah kirinya. Lidah Heri yang kasar dan basah itu menyapu telak kulit lehernya membuat bulu kuduk gadis itu merinding.

Mereka lalu menyeret tubuh Yani dan membaringkannya di atas sebuah meja kayu di ruangan itu. Bondan yang mengambil posisi di antara paha gadis itu menarik lepas celana pendek berikut dalamannya. Kini vagina Yani yang ditumbuhi bulu-bulu hitam lebat terekpos sudah membuat mata ketiga pria bejat itu nanar menatapinya.

“Wah… gua suka yang kaya gini, jembut lebat, bibirnya rapet!” sahut Bondan sambil meraba kemaluan gadis itu yang sudah agak basah karena dipermainkan Endon tadi.

Ia lalu menusukkan jari tengahnya ke liang vagina Yani sehingga tubuh gadis itu mengejang dan jeritan kecil keluar dari mulutnya. Dengan gemas Bondan memutar-mutar jarinya mengobok-obok vagina gadis itu. Tanpa bisa tertahankan Yani menggelinjang, ia memohon agar mereka tidak meneruskan perbuatannya sambil diiringi desahan-desahan yang justru membuat mereka semakin nafsu.


Baca Juga : Bercinta Dengan Mahasiswa Cantik Dan Bispak Dikostku

Sementara Endon dan Heri juga tidak tinggal diam, mereka ikut menggerayangi tubuh mulus Yani yang sudah terbaring tak berdaya. Heri mencaplok payudara kiri gadis itu dan mengemut-emutnya, dihisap dan digigitinya Puting susu itu hingga pemiliknya semakin menggelinjang dan mendesah tak karuan.

Yani menggeleng-gelengkan kepalanya ketika Endon hendak menciumnya, tapi reaksinya malah membuat pria itu tertawa-tawa lalu menjenggut rambut panjangnya, lidahnya langsung menyapu pipinya yang halus lalu menempel pada bibir tipis gadis itu. ‘eeemmhhh….eemmm!’ Yani mengatupkan mulutnya menolak diciumi Endon, namun rangsangan pada sekujur tubuhnya membuatnya tak tahan untuk tidak mendesah, Endon sendiri saat itu juga aktif menggerayangi lekuk-lekuk tubuh gadis itu.

Mulut Yani yang tertutup pun kian mengendur hingga akhirnya Endon berhasil memasukkan lidahnya ke mulut gadis itu dan mencumbuinya dengan liar. Lidah Endon mengais-ngais mulut Yani dan menyapu rongga mulutnya, ludah mereka saling bertukar dan tanpa sadar Yani pun mulai ikut memainkan lidahnya beradu dengan lidah pria itu karena libidonya semakin naik tanpa dapat ia kendalikan.

‘Eeenngghhh!’ lenguh gadis itu di tengah percumbuannya karena merasakan ada benda hangat basah menyentuh bibir vaginanya. Ia menggerakkan bola matanya melirik ke bawah sana dimana Bondan tengah membenamkan wajahnya agar dapat melumat vaginanya.

Sensasi geli segera timbul dari bawah sana menjalar ke syaraf-syaraf kenikmatan di tubuhnya dan membuat birahinya semakin naik tanpa dapat ia kendalikan. Lidah Bondan menyapu telak bibir vaginanya lalu menyusup masuk menggelitik dinding bagian dalamnya.

“Uuuummhh… gurih, bener-bener hoki kita hari ini bisa nikmatin yang sedap gini hahaha!” celoteh Bondan di tengah lumatannya terhadap kewanitaan Yani.

Dengan dua jari ia membuka bibir vagina gadis itu semakin lebar sehingga menampakkan warna merah merekah. Sementara Heri terus menjilati kedua payudaranya secara bergantian, sebentar saja kedua gunung kembar itu sudah basah oleh ludahnya, bekas gigitan memerah juga tampak pada beberapa bagian.


Setelah hampir lima menit bercumbu, Endon melepaskan mulutnya dari Yani. Gadis itu bernafas terengah-engah sambil terisak dan mendesah. Belum terlalu lama ia mengambil udara segar Endon sudah menarik rambutnya sehingga kepalanya kini terjuntai ke bawah di tepi meja dan pandangannya terbalik.

“Aaah… jangg….eeemmphhh…mm mm!” kata-katanya terbellus karena Endon menjejalkan penisnya ke mulut gadis itu.

Pria itu memaju-mundurkan penisnya pada mulut Yani seperti menyetubuhinya, kedua kantung pelirnya menampar-nampar hidung gadis itu, aroma tak sedap segera menyergap hidungnya. Namun Yani tidak punya pilihan lain selain beradaptasi mengisap penis di mulutnya. Tubuhnya menggelinjang-gelinjang di atas meja kayu itu tanpa dapat ditahannya.

Tangan-tangan kasar dan lidah-lidah para pria bejat itu terus merangsang tubuhnya. Di bawah sana, lidah Bondan menjelajah semakin dalam ke dalam vagina Yani dan menemukan klitorisnya. Daging kecil yang sensitif itu digigitnya pelan dan dihisap-hisap, kontan Yani pun semakin menggelinjang dan mendesah tak karuan dibuatnya.

“Eemmhhh….eemmmm!” dari mulutnya yang dijejali penis Endon terdengar desahan tertahan.

Sebentar saja Yani merasakan vaginanya makin berdenyut-denyut hendak mengeluarkan cairan klimaksnya. Akhirnya… sseeeerrrr… cairan bening dan hangat itu meleleh dengan derasnya dibarengi dengan mengejangnya tubuh gadis itu. Dengan rakus, Bondan menyedot cairan itu seperti orang kehausan.

“Ssrruuuuppp… srrruupp… ini baru sip, hhmmm udah ga sabar gua jejelin kontol gua kesini!” kata Bondan setelah puas menyedot cairan kewanitaan Yani.

Setelah itu ia buru-buru membuka celana dan mengeluarkan penisnya yang sudah mengeras lalu mengarahkan kepalanya ke belahan bibir vagina gadis itu yang sudah becek siap melakukan penetrasi. Saat itu Yani yang masih mengulum penis Endon membelakkan mata merasakan sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke vaginanya.

Bondan melenguh keenakan merasakan himpitan dinding vagina Yani yang begitu sempit dan bergerinjal-gerinjal. Tak lama kemudian ia mulai mengocok penisnya keluar masuk, mula-mula pelan hingga frekuensi genjotannya main naik dan menimbulkan bunyi kecipak dari gesekan alat kelamin mereka dan cairan dari vagina gadis itu.


Tubuh Yani tergoncang-goncang, demikian pula sepasang payudaranya sehingga nampak makin menggemaskan, sepasang gunung kembar itu tidak pernah lepas dari tangan dan mulut mereka.

“Hhuuuhh… seret banget… uuhh… ini baru top !” sahut Bondan sambil menyetubuhi Yani semakin liar.

“Sepongannya juga sip Bos… edan kaya diisep-isep nih!” timpal Endon yang penisnya sedang dioral oleh gadis itu.

“Gantian dong Don, gua juga pengen nyicipin, kayanya enak tuh ya!”

Endon mempersilakan Heri mengambil posisinya karena ia sendiri tidak ingin buru-buru keluar sebelum menikmati hidangan utamanya yaitu mencoblos vagina gadis itu. Pria berambut cepak itu segera meraih kepala Yani, gadis itu sempat mengambil udara segar sebentar dan sedikit terbatuk-batuk sebelum akhirnya mulutnya kembali dijejali penis, kali ini oleh Heri, pria itu memegangi kepalanya sehingga kini kepala gadis itu tidak lagi terjuntai terbalik yang membuatnya tidak nyaman.

“Sudah… saya moh…hhhmmmhh!” Heri memasukkan penisnya dengan paksa ke mulut gadis itu dan memotong kata-katanya.

Heri mendesah nikmat merasakan mulut gadis itu memanjakan penisnya dengan ludahnya yang hangat dan lidahnya. Yani nampak kewalahan karena penis Heri diameternya lebih lebar daripada milik Endon. Dengan susah payah Yani mencoba menggerakkan lidahnya menyapu kepala penis itu.

“Uuuhh… mantap Yan, yah… jilatin terus… emuttt!” desah pria itu sambil meremasi rambut Yani.

Endon menarik kursi ke dekat meja itu lalu duduk di atasnya, ia mengamat-amati tubuh mulus Yani yang sudah mulai berkeringat dan mengelusinya dengan kagum. Lidahnya terjulur keluar menjilati wilayah Puting gadis itu sementara tangannya yang satu meremasi payudaranya yang sebelah.

Di sisi lain, Bondan semakin cepat menggoyangkan pinggulnya menyodok-nyodok vagina Yani dengan penisnya. Mulut pria itu menceracau tak karuan hingga akhirnya melenguh panjang, ia menekankan penisnya dalam-dalam ketika mencapai klimaks.


Akhirnya setelah belasan menitan menggarap Yani, Bondan tidak bisa lagi menahan keluarnya spermanya yang mengisi vagina gadis itu. Pada saat hampir bersamaan, Yani pun kembali berorgasme, nafasnya mendengus-dengus, erangan tertahan terdengar dari mulutnya yang tengah dijejali penis, tubuh telanjangnya hanya bisa menggelinjang-gelinjang menyebabkan dadanya makin membusung dan membuat Endon yang sedang menyusu semakin bernafsu dibuatnya.

Terdengar suara ‘plok’ saat Bondan menarik lepas penisnya dari vagina Yani, liang vagina gadis itu ternganga selama beberapa saat sebelum menutup kembali, cairan orgasmenya meleleh keluar dari liang itu bercampur dengan cairan kental berwarna putih susu membasahi selangkangan dan meja di bawahnya.

“Ayo siapa mau coba nih!” sahut Bondan seusai melampiaskan nafsunya.

“Gua Boss… gua dah konak nih dari tadi!” Endon buru-buru mengambil posisi di antara kedua paha Yani, “eh, Her… turunin dulu dong, gua mau gaya doggy nih, biar lebih enak!”

Heri yang sedang asyik menikmati penisnya dikulum membantunya menurunkan tubuh gadis itu ke lantai. Yani berusaha beringsut untuk menjauh dari mereka, namun ia harus pasrah mendapati kenyataan bahwa tubuhnya sudah terlalu lemas untuk itu, belum lagi ditambah rasa nyeri pada vaginanya yang baru saja dibombardir penis Bondan.

Endon mengatur tubuh Yani menungging di lantai kayu itu dengan bertumpu pada kedua lutut dan siku tangannya. Tak lama kemudian kepala penisnya sudah membelah vagina gadis itu.
“Aaaahhhahh… saaakit!” Yani mendesah lirih, “Aaaahhkk!!” Endon menyentakkan pinggulnya kuat-kuat setelah penisnya menancap setengahnya hingga benda itu melesak masuk dan gadis itu menjerit.

Tanpa memberi kesempatan pada gadis itu untuk beradaptasi, Endon menyodok-nyodokkan penisnya dengan buas. Nampak sepasang payudara Yani terayun-ayun seirama goncangan tubuhnya menciptakan suasana yang semakin erotis.

Tangan kiri Endon meraih payudara itu dan meremasinya sambil terus menyodoknya dari belakang. Erangan Yani semakin keras, matanya merem-melek, secara refleks ia juga turut menggerakkan pinggulnya mencari kenikmatan. Bondan dan Heri tertawa-tawa melihat reaksi gadis itu.
“Hahaha… tuh kan jadi ketagihan, tadi nangis-nangis minta dilepasin sekarang malah pengen dientot !” ejek Bondan.


“Biasa Bos… belum tau enaknya dia hahaha!” timpal Heri.

Sodokan Endon semakin cepat, lenguhannya bercampur dengan erangan Yani memenuhi ruangan itu, ditambah lagi dengan bunyi tumbukan alat kelamin mereka, ‘plok…plok…plok!’. Sementara itu, Rinto yang terikat tak berdaya hanya bisa menyaksikan gadis itu diperkosa tanpa bisa berbuat apa-apa.

Sebenarnya ia merasa sangat kasihan dan ingin menolongnya, namun apa yang dapat diperbuatnya? bahkan nasibnya sendiri sedang di ujung tanduk. Secara naluriah, ia sendiri terangsang melihat gadis secantik Yani diperkosa massal oleh ketiga bajingan itu, tanpa dapat ditahan penisnya pun mengeras karenanya.

“Oooohh…oohhh…enak kan Yan… seretnya!” ceracau Endon yang terus menggenjoti gadis itu dan meremas-remas payudaranya.

“Ditanya jawab yah!! Enak gak Yan !!” Endon menjambak rambut panjang gadis itu hingga kepalanya menengadah.

“Aduuhh….aaahhh…iyah enak…saaakit, jangan ditarik gitu….aaaaahh!” rintih Yani yang wajahnya semakin berlinang air mata.

Ketiga pria bejat itu tertawa-tawa, ejekan-ejekan yang melecehkannya terus keluar dari mulut mereka.

“Ayo Don… bikin non Yani kelepek-kelepek hahaha!” kata Heri. Cerita Terpanas

Merasa tertantang Endon semakin mempercepat sodokannya pada vagina gadis itu. Hingga akhirnya tak lama kemudian pria itu semakin melenguh-lenguh, frekuensi genjotannya semakin cepat dan remasannya pada payudara gadis itu semakin keras.

Desahan Yani bercampur dengan rintihan kesakitan. Dengan satu lenguhan panjang, preman berkuncir itu menancapkan penisnya dalam-dalam dan melepas orgasme. Untuk kedua kalinya vagina Yani terisi dengan sperma, ia dapat merasakan kedutan-kedutan penis pria itu dan cairan pejunya yang hangat memenuhi rahimnya. Ketika Endon mencabut penisnya nampak cairan spermanya bercampur cairan kewanitaan gadis itu membentuk untaian sepanjang lima centian.


“Nih… bersihin!” perintah Endon menarik rambut Yani dan mendekatkan penisnya yang belepotan ke bibir gadis itu.

Yani pun melakukan yang diperintahkannya, penis itu ia jilati dan kulum, cairan-cairan yang berlumuran disana dijilatinya hingga bersih sampai sisa-sisa sperma pun dihisapinya.

“Hhheessshhh… ngisepnya jago juga lu Yan, dah pengalaman ya!?” komentar Endon

“Lu perek yang suka beroperasi di puncak ya Yan, hahaha!” ejek Heri membuat kupingnya memerah.
“Husss… yang bener aja lu wan perek disini mana ada yang bening gini, biasanya item-item kaya babu gitu hehehe” sahut Bondan.

Yani merasakan tubuhnya luluh lantak sehingga ia harus bersandar pada kaki meja menopang tubuhnya, namun ia masih merasakan kurang karena bersama Endon tadi ia hampir mencapai klimaks namun pria itu sudah lebih dulu klimaks dan menarik lepas penisnya.

Sekarang giliran Heri mencicipi tubuhnya, pria cepak bertubuh besar itu mendekapnya, lalu duduk di kursi dan menaikkan gadis itu ke pangkuannya dalam posisi memunggungi.

“Angkat badan lu dikit manis!” perintah Heri di dekat telinga Yani, “buka memek lu terus masukin nih kontol gua”

Orgasme yang tidak kesampaian membuat Yani menikmati persetubuhan itu. Ia mengangkat tubuhnya sedikit, tangan kanannya membuka lebar-lebar bibir vaginanya dan yang kiri menggenggam penis Heri yang berurat, mengarahkannya memasuki liang senggamanya.

Ia mulai menurunkan tubuhnya pelan-pelan setelah dirasanya kepala penis itu menyentuh bagian tengah vaginanya. Desahannya mengiringi proses penetrasi penis itu. Berkat cairan kewanitaan yang telah membanjiri vaginanya, penis besar Heri lebih mudah memasuki vaginanya, namun tetap saja rasa ngilu mengiringinya karena vaginanya sudah sejak tadi digempur.


Heri lalu memutar wajah Yani dan melumat bibirnya. Yani membalas permainan lidah pria itu sambil beradaptasi dengan penis yang menyesaki vaginanya itu. Tanpa disuruh, Yani mulai menggerakkan tubuhnya naik turun tanpa melepas percumbuannya dengan preman itu.

Kedua tangan kasar Heri terus bercokol pada payudara gadis itu, meremasi, memilin atau mencubiti Putingnya. Goyangan tubuh Yani kian cepat, mulutnya juga semakin menceracau menahan nikmat. Bondan yang mulai bernafsu lagi mendekati mereka, ia meraih kepala Yani dan menjejali mulut gadis itu dengan penisnya.

Endon juga tidak membiarkan tangan gadis itu yang nganggur, ia menggenggamkan penisnya pada tangan gadis itu dan memintanya untuk mengocok. Sambil menikmati vagina Yani, Heri mencium dan menjilati leher jenjangnya, sementara tangannya bergerilya menggerayangi lekuk-lekuk tubuh yang mulus itu. Tanpa dapat ditahan Rinto yang terikat di kursi juga terangsang melihat adegan itu, tak terasa penisnya juga mulai basah karenanya.

“Eeemm…eemmmm…uuhh... oohhh!” suara desahan Yani yang tertahan oleh penis Bondan.

Ia merasakan penis itu semakin bertambah keras di mulutnya. Bondan tidak lagi memegangi kepalanya, Yani menggenggam sendiri penis itu sambil memaju-mundurkan kepalanya dan mengulum-ngulum benda itu.

Sementara tangannya yang satu sedang mengocok penis Endon dengan kecepatan sedang disertai pijatan membuat pria itu melenguh menahan nikmat. Tak lama kemudian mengeluarkan penis Bondan dari mulutnya dan ganti mengoral penis Endon.

“Bagus… sekarang udah nurut ya! Udah ketagihan kontol rupanya” kata Endon.

Tanpa mempedulikan komentar-komentar yang merendahkannya itu, Yani terus mengulum dan mengocoki penis Bondan dan Endon sambil menaik-turunkan tubuhnya. Lidahnya menyapu kepala penis Endon dan menggelitik lubang kencingnya membuat pria itu semakin tak tahan hingga tak lama kemudian…croot…ccroot…diiringi lenguhan panjang Endon mengeluarkan spermanya di mulut gadis itu.


“Uuoohh… enakhh!” lenguhnya sambil memegangi kepala gadis itu, “isep Yan…isep kuat…minum peju gua!

Yani gelagapan namun mau tidak mau ia harus menghabiskan cairan peju yang tertumpah di mulutnya itu, baunya sungguh tajam dan kental, sebagian cairan itu meleleh di sudut bibirnya karena yang keluar cukup banyak.

Ia terpaksa menelan cairan peju kental itu agar tidak terlalu terasa di mulutnya, selain itu juga dihisapinya penis Endon yang semakin menyusut itu dan dihisapi sisa-sisa spermanya hingga pria itu akhirnya mencabut penisnya dengan puas.

Baru sebentar penis Endon lepas dari mulutnya, Bondan yang penisnya sedang dikocok olehnya juga mencapai klimaks. Penisnya berkedut-kedut dan menyemprotkan isinya ke wajah cantik gadis itu. Pria itu tersenyum puas setelah berejakulasi di wajah gadis itu. Sperma di wajah Yani turun hingga mengenai payudaranya yang bulat padat.

“Mulutnya dibuka!” perintahnya, ia lalu mengarahkan penisnya ke mulut Yani sehingga cipratan spermanya masuk ke mulut gadis itu.

Kembali mulut Yani dijejali penis, kali ini oleh Bondan yang memintanya mengisap dan membersihkan miliknya itu dari sisa-sisa sperma. Mereka tertawa-tawa melihat keadaan Yani dengan wajah telah belepotan sperma.

“Hehehe… gitu lebih cantik Non, lumayan tuh buat krim wajah, jadi tambah cantik!” ejek Endon.

Terlihat sekali Yani menikmati perkosaan atas dirinya itu, tubuhnya sudah dikuasai dorongan seksual tanpa menghiraukan cemoohan ketiga pemerkosanya itu. Ia meliuk-liukkan tubuhnya sehingga penis besar Heri semakin mengaduk-aduk vaginanya.

“Uuuhh…ngehek…mau keluar nih…eerrrhhhh!!” geram Heri sambil menurunkan tubuh Yani dan bangkit dari kursi tanpa melepas penisnya yang tertancap.


Yani segera menumpukan kedua tangannya pada tepi meja di dekatnya, persetubuhan itu berlanjut dengan posisi si pria menyodoki dari belakang sambil berdiri dan si wanita berdiri nungging dengan bertumpu pada bibir meja di depannya.

Dengan posisi demikian Yani merasakan penis Heri menyodok semakin dalam dan semakin kencang. Desahan Yani semakin menjadi-jadi, mulut gadis itu membuka bulat dan mengeluarkan desahan yang susul menyusul dengan lenguhan pria itu.

“Aaahh…aaaakkhh…ooooouuhh!” Yani mengerang sekuat tenaga seiring dengan ledakan orgasme yang seakan meledakkan tubuhnya dari dalam.

Tubuhnya mengejang dengan dahsyat, vaginanya semakin becek dan semakin kuat mencengkram penis Heri yang juga sudah mau meledak. Pria berambut cepak itu pun akhirnya tak tahan lagi, dengan satu dorongan keras dilesakkannya penisnya dalam-dalam pada vagina Yani.

“Uuuhhhh Ooohhh!” Heri mendesah nikmat sambil menumpahkan spermanya mengisi vagina gadis itu.

Pria itu meresapi orgasme itu dengan memeluk tubuh mulus itu merasakan kehangatan tubuh gadis itu menyatu dengan tubuhnya. Tangannya meremasi payudara gadis itu dan mulutnya menciumi tenguk dan pundaknya.

“Wah… gua konak lagi nih, sini Non sama abang lagi!” Endon yang penisnya mulai mengeras lagi meraih lengan Yani begitu Heri melepaskan dekapannya.

Tubuh Yani saat itu demikian lemah lunglai setelah mengalami orgasme panjang bersama Heri, namun Endon sepertinya tidak terlalu mempedulikannya. Pria itu duduk selonjoran di lantai dan mendudukkan gadis itu di selangkangannya.

“Aaaaaahhh aahhhh!!” desah Yani merasakan vaginanya kembali dimasuki penis.

“Yah Non…turun terus, masuk nih…uuuuhhh gitu!” Endon merasakan nikmat penisnya terjepit himpitan vagina gadis itu.


Pria itu menyentakkan pinggulnya ke atas setelah lebih dari setengah batang penisnya melesak ke vagina Yani, akibatnya tubuh gadis itu pun ikut tersentak dan jeritan kecil keluar dari mulutnya tanpa tertahankan.

“Goyang Non!” perintah pria berkuncir itu.

Yani pun mulai menaik-turunkan tubuhnya. Endon menikmati goyangan gadis itu sambil mengenyoti dadanya yang kanan. Tangannya menjelajahi kemulusan tubuh gadis itu. Lima menit kemudian Bondan mendekati mereka dan mendorong punggung gadis itu ke depan sehingga pinggulnya lebih menungging.

“Lubangnya masih ada kan, gua sekarang mau nyoba lubang yang ini nih!” kata Bondan sambil mencucukkan jarinya ke dubur Yani.

“Aaaaahh…jangan, jangan disitu!” Yani mengiba ketika pria itu mulai mengarahkan penisnya ke lubang belakangnya.

Endon memegangi lengan Yani yang meronta-ronta sementara Bondan terus menekan penisnya memasuki anus gadis itu. Yani merintih menahan sakit merasakan lubang belakangnya dimasuki paksa oleh penis pria itu. Jari-jari pria itu sudah lebih dulu memasuki lubang itu untuk membuka jalan bagi penisnya.

“Aaaaww….sakkiitt…aarrhh! ” mata Yani membelakak dan mulutnya menjerit merasakan nyerinya anal seks secara paksa itu.

“Uuuggh…sempitnya!” lenguh Bondan mengomentari lubang dubur Yani yang jauh lebih sempit dari vaginanya.

Penis kedua pria itu menyodok-nyodok kedua lubang Yani seperti mesin saja. Rinto yang terikat di kursi sempat bertatap mata dengan gadis malang yang sedang diperkosa itu. Ia melihat beban penderitaan yang sangat berat pada mata gadis itu, dari tatapan matanya seolah ia ingin meminta tolong pada dirinya.

Simpati, kasihan, marah, dan terangsang bercampur-baur dalam hatinya. Ia benar-benar muak dengan kebiadaban para begundal itu, mereka seolah tidak cukup menyiksa dirinya, tapi juga menzalimi orang lain yang tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini.


Giginya gemertak dan tangannya mengepal keras, seandainya saja ia mampu melepaskan ikatan, ingin rasanya menghajar ketiga pria amoral itu dan membebaskan gadis itu. Tidak tahan terus menyasikan, ia hanya dapat memalingkan wajah atau memejamkan mata tidak tahan melihat kebiadaban itu.

Kini Heri juga maju, ia mengangkat wajah gadis itu dan menyuruhnya mengoral penisnya yang mulai bangkit lagi. Pria itu dengan paksa menjejali mulutnya dengan penis sehingga membuat Yani tersiksa karena gelagapan.

Sambil menahan nyeri pada duburnya yang sedang dibombardir Bondan, vagina yang sedang dipompa, ia mulai menjilati penis Heri yang dimasukkan ke mulut Yani. Endon yang sedang memompa vagina Yani memegang kedua lengan Yani dan merapatkannya.

Bondan yang sedang menggenjot anus Yani dengan kasarnya dia memilin dan meremas2 kedua payudara Yani yang bulat dan padat tersebut. Sementara Heri yang asik dioral oleh Yani menelusupkan 2 jari kedua tangannya ke lipatan ketiak Yani dari belakang dan mengocok2 didalamnya

“Eemmm…eengghhh..mmmhh!” desah gadis itu tertahan.

Dengan diserangnya seluruh bagian sensitif tubuhnya, Yani merasakan darahnya semaking berdesir, gelombang klimaks akan segera menerpanya kembali. Namun sebelumnya, Bondan sudah terlebih dulu orgasme karena sempitnya lubang belakang gadis itu. Ia melenguh panjang, menarik penisnya dan menyemprotkan spermanya membasahi punggung dan bongkahan pantat gadis itu.


Baru setelahnya, sekitar lima menit kemudian Yani mencapai puncak kenikmatannya, tubuh mulusnya menggelinjang hebat di atas tubuh Endon, mulutnya mengeluarkan erangan panjang, tangannya mengocoki penis Heri semakin cepat.

Kedua bawahan Bondan itu menurunkan tubuh Yani dan menelentangkannya di lantai. Endon terus menggenjotnya sampai lima menit ke depan hingga akhirnya ia mencabut penisnya dan menumpahkan spermanya membasahi perut gadis itu. Tubuh Yani semakin blepotan cairan peju itu setelah Heri menuntaskan hajatnya dengan menyemburkan spermanya di wajah gadis itu.

Ketiga pria tak bermoral itu pun meninggalkan tubuh telanjang gadis itu terbaring lemas bersimbah keringat dan sperma. Mereka tertawa puas berhasil menikmati kehangatan tubuh Yani. Mereka mulai memakai kembali pakaiannya dan segera meninggalkan vila tersebut bersama Rinto.

Saturday, September 29, 2018

0

Bercinta Dengan Mahasiswa Cantik Dan Bispak Dikostku


Cerita Seks Bercinta Dengan Mahasiswa Cantik Dan Bispak Dikostku^_^ Ada yang bilang masa kuliah itu masa-masa yang paling menyebalkan, bagitu semua itu tidak benar. Karena pada masa kuliahku dulu adalah masa yang paling menyenangkan, hari-hariku selalu aku hiasi dengan hiburan malam, cewek SMA bispak, dan mahasiswi bispak yang tidak lain teman satu kampus ataupun teman luar kampus, Hehehe.

Disini aku akan menceritakan sebuah kisah sex yang aku alami waktu kuliah dulu. Untuk menjaga privasi kampusku, namaku dan wanita bispak yang akan aku ceritakan tidak akan aku sebutkan secara detail. Sebut saja namaku Piko, yang sudah lulus kuliah satu tahun yang lalu yaitu tahun juni 2016.

Aku berparas wajah ganteng, bentuk tubuh standar namun aku pandai bergaul. Dari pandainya aku merangkai kata, aku sudah sering berganti-ganti pasangan entah dari anak sma sampai mahasiswi. Disini aku akan menceritakan tentang gadis SMA bispak yang pernah aku pelihara dikostku sampai 1 bulan, sebut saja namanya Monika.

Monika ini gadis SMA yang mempunyai tinggi badan 162 cm namun tubuhnya berisi,semok sintal banget deh pokoknya. Seperti hari-hari biasanya sepulang kuliah jika aku sudah berada dikost bersama teman-temanku kami selalu berpesta alkohol. Maklum saja teman-teman kuliahku dulu rata-rata anak orang kaya, bisa dibilang aku yang paling miskin.


Saat itu salah satu temanku yang bernama Remon namun panggilanya Mon. Dia adalah seorang anak geng motor keturunan batak. Saat itu dia bermain ke kostku bersama 2 gadis SMA yang satu Ratna dan yang satu Monika. Ratna adalah pacar Remon dan Monika hanyalah temannya. Setelah kami berkenalan kamipun mengobrol didalam kamar kostku.

Kebetulan saat itu aku aku masih punya stock alkohol merk Vibe, aku tawarkan kepada Remon,
“ Mon, aku masih punya vodka vibe nih, minum yuk, ” ajakku.
“ Pas banget itu Pik, ni cewek-cewek juga pada suka minum, yuk ah minum, ” ucapnya.
“ Iya nih mas kita suka minum, hhe, ” ucap Monika menambahkan.

“ Yaudah kita buka aja ini vibe-nya, tapi kita minumnya polos yah, ” ucapku.
“ Iya ni, kita sukanya minum polos, berani nggak kalian ?, ” ucap Remon menambahkan.
“ Okey siapa takut, ” ucap Monika menjawab dengan antusiasnya.

Ratna saat itu hanya diam saja dan hanya tertawa mengikuti kami bertiga. Setelah itu akupun segera mengambil 4 gelas sloki, dan segera menuangkan vodka itu didalam gelas sloki itu. Saat itu kami-pun minum hanya berempat dikamar kost-ku sembari mendengarkan musik remix. Rasanya sungguh indah sekali minum dikost ditemani cewek-cewek SMA, hehe.


Gelas demi gelas-pun telah kami minum, tidak terasa vodka-pun yang isinya 750 ml tinggal ¼ botol. Aku lihat kedua cewek SMA itu mulai oleng, mereka mulai berbicara melantur tidak jelas, sedangkan aku dan Remon masih bisa kontrol walaupun kami sebenarnya sudah pusing juga, setengah tianglah bisa dibilang. Tiba-tiba saja Remon berbisik denganku,

“ Pik itu Monika cewek bispak, kalau dia suka sama orang dia mau dipake Cuma-Cuma, coba aja kamu speak-speak, ” ucapnya berbisik ditelingaku.

“ Oke juga tuh Mon, aku dari tadi juga udah sangek ngelihat tuh cewek, kayaknya mereka udah ngefly deh, haha…, ” ucapku berbisik juga.
Saat itu-pun Ratna dan Monika sudah tidak jelas, udah ngefly banget deh pokoknya. Melihat aku yang udah sangek, Remon pun pengertian,

“ Pik aku nitip Monika dulu yah, aku mau keluar dulu sama Ratna, ” ucap Remon padaku.
“ Oh iya Ka kamu disini dulu yah sama Piko , aku keluar dulu sama Ratna, biasalah efek alkohol pasti bawaanya sangek Ka, hhhaaa…, ” ucap Remon pada Monika.

“ Iiii… iya bang, aku biar disini dulu sama Mas ganteng ini, ngefly banget nih aku bang, hahaha…, ” ucapnya dengan cara bicara orang mabuk alkohol.


“ Yaudah aku cabut dulu ya Pik, Ka, ” ucapnya Remon padaku dan Monika.
Kemudian Remon pun segera pergi dari kostku, entah Remon mau ngentot sama Ratna dimana aku tidak tahu. Remon benar-benar pengertian, ketika aku lagi nggak ada stock cewek bispak dia ngasih Monika deh. Remon pun pergi berlalu begitu saja, dan pintu kamarku pun ditutup oleh dia sekalian. Saat itu tinggal aku dan Monika dikamar kostku.

Melihat Monika yang udah ngefly banget, aku-pun mengajaknya mimum lagi. Kami minum sampai 4 gelas sloki lagi. Monika yang sudah telihat pusing sekali dia-pun berkata,
“Mas Piko, emangnya kamu nggak sangek yah kayak bang Remon, Monika aja sangek ngelihat bang Piko, ML yuk, ” ucapnya dengan kondisi mabuk.

Gilak nih cewek, baru juga aku mau gombalin biar dia mau aku ajak ML, eh malah dia duluan yang ngajakin, haha.. pas banget cuy. Lalu,
“ Sangeklah Ka, kamu kan ngegemesin orangnya, aku dari tadi udah sangek banget ngelihat kamu, apalagi ngelihat tetek kamu tuh, ” ucapku.

Setalah aku berkata seperti itu diapun langsung meraih tanganku dan ditempelkan ke payudaranya,
“ Yang ini Mas, yang buat Mas ganteng gemes, ” ucapnya sembari menahan tanganku pada payudaranya.


Baca Juga : Menyetubuhi Anak Majikan Yang Kasar Dan Kurang Ajar

Aku yang diperlakukan seperti itu tanpa banyak bicara Monika pun langsung aku eksekusi dikamar kostku. Aku rebahkan tubuhnya, aku tindih lalu aku ciumi bibirnya. Kami yang saat itu sama-sama ngefly dan horny langsung berpangutan dengan semangatnya. Nafsu sex kami benar-benar membara, apalagi saat itu kami dalam pengaruh alkohol.

Tangan kami pun tidak mau diam, tangan kiriku meremas payudaranya, sedangkan tangan kananku aku selipkan dibalik celana dalam Monika. Aku ciumi bibirnya, remas payudaranya, dan aku mainkan vaginanya dengan tanganku, sungguh kombinasi forplay yang sempurna. Saat itu Monika pun mengimbangi permainan sexs-ku dengan cara memainkan penisku.

Dibukalah celanaku oleh Monika lalu diselipkan tanganya didalam celana dalamku,
“ Pinter kamu Ka, terus mainin penisku, ” ucapku melepaskan ciumanku sejenak.
“ Eughhhh… Iya Mas ganteng, Ouhhhh… terus remas toket aku dan terus mainin memek aku Mas… Ahhhhh… Uhhhh… mulai basah mas memek aku… Ahhhhh…, ” ucapnya diiringi dengan desahannya.

Saat itu kami saling memberi rangsangan satu sama lain. Memek Monika saat itu mulai basah, semakin lama aku memainkan clitoris nya semakin basah saja memek Monika. Demikian pula dengan aku, penisku yang dielus dan diremas Monika semakin tegang saja, bahkan lendir penis ku mulai keluar membasahi kepala penisku.


Sekitar 20 menit kami melakukan itu, aku yang sudah tidak kuat lagi menahan gairah sexs ku aku pun meminta untuk segera ML,

“ Ka, kita ML yuk, udah nggak kuat nih aku, kontol aku udah nggak sabar pingin bermain di dalem memek kamu, ” ucapku penuh nafsu sex.
“ Ssssshhh… Iya Mas ganteng, Monika juga udah nggak kuat kalau terus dimainin itilnya, Ahhhh.., ” ucapnya.

Monika dan aku pun segera membuka pakaian masing-masing hingga telanjang bulat. Dalam sekejap kami pun sudah telanjang bulat.

“ Wow… kontol kamu panjang sekali Mas, jadi nggk sabar nih pingin dientot sama Mas Ganteng, hhe, ” ucapnya sembari menyentuh penisku.
Aku yang sudah bernafsu sekali tidak mau banyak bicara lagi. Monika aku rebahkan dikasur, kubuka lebar pahanya, lalu,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbbb…. , ” Cerita Terpanas

Masuklah penis ku dalam vagina Monika,
“ Sssssssshhh… Aghhhhhhhhhhhh… Mas… Eummm…, ” desah Monika.
“ Enak ya sayang, yaudah siap yah aku entot sampai crottt, hha…, ” ucapku.
“ Iya Mas ganteng, setubuhi aku sesukamu Mas, Aghhhh…, ” ucapnya mulai liar.


Mulailah aku mengenjot vagina Monika dengan liarnya. Maklum anak muda kalau ngentot nggak pakai irama, hha… apalagi saat itu mabuk berat, hha. Diiringi music remix yang aku putar dengan keras, aku terus menyodok vagina Monika dengan penuh nafsu sex. Monika yang memang sudah mabuk dan Horny dia menikmati dengan liarnya.

Dia mendesah dan meracau dengan kerasnya. Untung saja saat itu Kost sedang sepi, udah gitu music juga aku kencangkan, jadi aman deh, hhe. Terus aku genjot memek Monika secara liar. Suara persetubuhan kami pun terdengar keras dan liar sekali saat itu. Dengan gaya Man On Top aku mengeksekusi memek Monika.

Memek Monika lama-lama semakin basah saja,
“ Mas memek aku becek banget yah, Ssssssh… Maaf ya Mas, habis Monika udah keluar 3 kali tadi, hhe… Enak banget ngentot sama Mas, Aghhhh…, ” ucapnya memujiku.
Gilak baru 20 menit ML dia udah ngecrot 3 kali, pantes aja memeknya becek banget. Tapi nggak masalah lah, memek gratis, hhaaa…

“ Nggak papa kog Ka, aku malah makin sangek kalau lihat memek becek kayak gini, ” ucapku mengombalinya.

Saat itu pun dia hanya tersenyum dengan terbuka lebar kedua pahanya. Sodokan demi sodokan terus aku lakukan pada memek Monika. Kurang lebih 50 menitan aku menyetubuhi Monika dengan berbagai posisi sex, lama-lama aku-pun tidak tahan lagi menahan orgasme ku. Penisku rasanya akan meledak saat itu.


Merasa akan orgasme aku pun segera mencabut penisku,
“ Ka, kocokin kontol aku pakai toket kamu itu yah, udah mau keluar nih, Aghhh…, ” ucapku sembari mengarahkan penisku pada tengah belahan payudaranya.
“ Iya Mas ganteng, ” jawabnya.

Kemudian Monika pun segera menghimpit penisku dengan kedua payudaranya. Setelah terhimpit, segera aku memaju mundurkan penis ku dalam himpitan payudaranya. Baru beberapa kali aku maju mundurkan penis ku, tiba-tiba,

“ Oughhhhhhhh… Crottttttttttttttt… Crotttttttttttt… Crottttt…, ”
“ Eughhhhh… nimat sekali Ka, Aghhhhh…., ” ucapku diiringi semburan spermaku.
Spermaku menyemprot membasahi payudara, leher dan mulut Monika. Monika yang merasakan itu, dia pun segera meraih penisku dan dikulumnya. Geli sekali rasanya dikulum setelah Orgasme,
“ Aghhhh… Ssssshhh… geli Ka… Aghhhh…, ” ucapku kegelian.

Beberapa saat Monika mengkulum penisku untuk menghabiskan sisa-sisa spermaku. Setelah itu kami-pun menghela nafas sebentar sembari terkapar diatas kasurku. Sungguh lega rasanya jika sudah ngecrotttt. Beberapa saat kami istirahat masih dengan telanjang bulat, Penisku pun berdiri lagi. Monika yang melihat itu langsung naik keatasku lalu dimasukanlah penisku pada vagina nya,


“ Blesssssssssssssssssssss…. Aghhhhhhhhhh…, ”

Bercintalah kami kembali. Saat itu giliran Monika yang mengentot aku. Monika bergoyang dengan liarnya dan penuh nafsu sex. Pada hari itu kami pun ML sampai 5 kali, kami ngentot dengan berbagai gaya sex, dari WOT, MOT, Doggy Style, dan gaya sex lainya. Kami sama-sama mempunyai nafsu yang besar.

Singkat cerita sejak kejadian itu, Monika pun tinggal dikostku. Dia membawa banyak pakaianya dikostku. Dia hanya pulang kerumah ketika uangnya habis dan baju gantinya yang kotor. Kurang lebih 1 bulan dia menginap dikostku dan selama itulah aku ML gratis dengan Monika cewek bipak itu.

Aku sih seneng-seneng aja punya peliharaan gadis bispak, kapan pun aku mau aku bisa ngentot sepuasnya, mantap cuyyy. Sampai pada akhirnya Ibu kost ku yang tadinya cuek-cuek saja pada akhirnya menegurku untuk mengusir Monika dari Kostku. Aku yang ditegur seperti itu pun tidak enak jika harus mengusir Monika.


Pada akhirnya ketika aku kuliah Monika pun diusir oleh ibu kostku secara paksa, hha… emang enak. Sejak perginya Monika dari Kost ku pun saat itu aku juga berpindah Kost. Karena Kostku agak jauh, Monika pun tidak pernah mendatangi aku lagi, dan lagi-lagi aku mendapatkan wanita dikost baruku itu. Memang aku jadi cowok beruntung banget, selalu mendapatkan cewek dengan mudah dan cepat, hhe. Tunggu cerita sexs ku dengan cewek baruku yah para pembaca, sekian dulu yah.

Friday, September 28, 2018

0

Menyetubuhi Anak Majikan Yang Kasar Dan Kurang Ajar


Cerita Seks Menyetubuhi Anak Majikan Yang Kasar Dan Kurang Ajar^_^ Berawal dari keluarga ibuku di kampung terlalu miskin sampai mengurus keluarga mereka pun sulit sehingga keberatan menerimaku. Untunglah keluarga majikan ibuku cukup baik dengan mengangkatku sebagai anaknya, mereka sangat menyayangiku namun semenjak kelahiran anak perempuan mereka perlahan namun pasti perhatian dan kasih sayang mereka kepadaku mulai berkurang, nama anak perempuan mereka Milka, perhatian mereka yang berlebih kepada Milka membuat Milka tumbuh menjadi seorang gadis yang tinggi hati.

Jika ada masalah orang tuaku selalu memenangkan Milka dan menyalahkanku. Oleh karena Orang tua angkatku sibuk berbisnis mereka tidak memperhatikan perkembangan Milka yang semakin hari semakin buruk dan walaupun aku berusia lebih tua dibandingkan usia Milka tetapi Milka tidak memandang sebelah mata kepadaku. Hal ini terus berlanjut sampai Milka berusia 14 tahun dan aku berusia 17 tahunan, Milka duduk di kelas 2 SMP sedangkan aku duduk dikelas 2 SMU.

Milka kini tumbuh menjadi seorang gadis yang benar benar cantik dan bodynya benar benar membuat jantung-ku selalu berdetak dengan kencang. Sedangkan aku sendiri tidak ada bedanya dengan pembantu seperti kedua orang tua kandungku.

Hari itu benar benar cerah dan aku mendengar langkah Milka yang baru pulang sekolah , seperti biasanya Milka melepas sepatunya dengan sembarangan dan juga kaus kakinya dengan sembarangan dilemparkan entah kemana

“Heh!!! Ferdy beresin tuh , aku mau isitirahat dibelakang jangan berani ganggu!!!” Milka membentakku, Aku dengan tenang membereskan sepatu dan kaus kaki Milka , semula jika Milka melakukan hal seperti itu aku selalu kesal namun kini aku tidak merasa kesal lagi kepada Milka, karena aku mengetahui rahasia Milka, bahkan Orang tua Milka tidak mengetahui rahasia ini.


Aku tahu bahwa sebentar lagi Milka akan mempertontonkan sesuatu yang bisa membuatku terhibur dengan perlakuannya yang memang benar benar kasar. Rahasia kecil Milka. Gadis itu suka membaca majalah dewasa yang entah didapatkannya dari mana dan hal ini cuma aku saja yang tahu ! tapi ini cuma rahasia kecil masih ada rahasia yang lebih besar.

Rahasia ini rahasia istimewa dengan pemeran utama wanitanya Milka, Milka lebih asik dan wah ketimbang pemain Blue Film. Setelah selesai membereskan sepatu Milka aku cepat cepat menyelinap kebelakang, dan aku segera mengambil tempat biasa dibalik pohon besar yang ada dikebun belakang rumah itu.

Aku menanti dengan sabar dan aku melihat pemeran utama wanita sudah mulai kelihatan, Milka kulihat memeriksa keadaan sekeliling dan aku menggeser posisi-ku sehingga tidak kelihatan oleh Milka, setelah yakin aman kulihat Milka duduk dengan santai dibangku kebun sambil membuka sebuah majalah kesukaannya ,

Sambil duduk Milka semakin mengangkangkan pahanya, hal ini tentu saja membuat mataku melotot melihat isi rok seragam Milka dan kini Wow Milka membuka kancing bajunya satu persatu sehingga mataku semakin terbuka lebar melihat tingkah laku Milka yang semakin membuatku terangsang, Milka mulai meremas remas buah dadanya sendiri, tiba tiba aku-pun berpikir mungkin hal ini yang membuat buah dada dan body Milka semakin menggiurkan.

Aksi Milka semakin meningkat ia menarik kain segitiganya dan gilanya tangan Milka mulai mengusap ngusap dengan lembut daerah kemaluannya dan aku mendengar Milka mendesah desah dengan hebat

“Ahh…ssshhhhsshh!”


Milka mengeliat geliat perlahan dan tubuh Milka tampak mengejang dengan kencang selanjutnya terkulai lemas, aku melihat sesuatu meleleh dari milik Milka. Aku bertanya – tanya kenapa Milka enggak menyuruhku untuk membersihkan cairan putih kental yang pasti terasa enak dimulut-ku, kalau aku disuruh Milka aku pasti bersedia membersihkan daerah memek Milka dengan lidahku sampai benar benar bersih.

Setelah selesai Milka dengan tenang bangkit dan merapikan pakaiannya, kemudian ia berlalu menuju kamarnya yang terletak dilantai dua. Rahasia Milka yang satu ini yang paling asik dan paling ku sukai, bisa dibilang aku adalah satu – satunya orang yang mengetahui peristiwa hebat yang sudah dilakukan oleh Milka.

Terus terang semenjak aku sering mengintip Milka aku sering masturbasi dengan membayangkan sedang melakukan hal–hal yang mengasikkan bersama dengan Milka… aduhhhh Milka!!!!!! Pikiranku selalu ngeres jika mendengar nama itu disebut ! Aaaahhh.

Hari itu sepertinya hujan akan turun dengan lebat, untungnya aku sudah sampai dirumah terlebih dahulu, mata-ku memandang tidak tenang , bisa – bisa batal dehh pertunjukan hari ini, walaupun batal cuma sehari tapi aku merasa was–was. Hujan mulai turun disertai bunyi petir bersambutan, aku mendengar suara orang berlari – lari.

“Brengsekkk Ferdy!!!” Aku mendengar Milka berteriak memanggil namaku

“Ambilinn handuk cepetttttt….!!!!” Milka memerintahkan-ku mengambil air, aku menuruti keinginannya.

Milka tampak cemberut dan seperti biasanya melempar sepatunya dimana – mana “Huuuuhhh hujannn brengsekkkk…. Ferdy cepeeett!!! Dasar” Milka dengan kasar merebut handuk yang kuambilkan. Aku melihat Milka tampak tidak tenang menunggu hujan berhenti dan ia sering menengok kebun dibelakang rumah, aku sudah tahu Milka pasti sudah enggak sabar untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam isi rok SMPnya. Agak lama juga hujan baru berhenti dan aku melihat wajah Milka tampak senang melihat hujan sudah berhenti


“Hehh Ferdy kamu jangan berani mengganggu-ku, aku mau istirahat dikebun belakang Ngertiiiii!!! Awass kalau kamu menggangu” Milka membentakku.

Aku melihat Milka berlalu kekamarnya dan dengan tergesa gesa aku segera mengambil posisi mengintai karena hujan lebat maka tanah ditempatku mengintai menjadi becek dan licin tentu saja hal ini membuatku semakin berhati–hati, tidak berapa lama aku melihat Milka , dengan santai ini duduk dibangku kebun dan mengeluarkan majalahnya, Aku melihat Milka mulai bergerak dengan erotis sambil meremas – remas buah dadanya sendiri.

Aku sudah tidak sabar ingin melihat yang lebih Syurrr!!!.. tapi entah kenapa kali ini Milka cuma meremas–remas buah dadanya dengan gerakan yang erotis, Aku menunggu cukup lama sambil ngos–ngosan melihat gerakan–gerakan Milka dan akhirnya setelah lama sekali aku menunggu….. Aku melihat Milka mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan menyibakkan Rok Seragam SMPnya keatas… Gleeek aku menelan ludah menyaksikan Pemandangan yang selalu kutunggu–tunggu bila Milka pulang sekolah.

Uuhh… rupanya Milka sudah siap melakukan sesuatu, Wow… mataku sampai melotot melihat Milka mulai mengelus–ngelus bagian kemaluannya yang masih tertutup kain segitiga berwarna putih dengan lembut disertai erangan erangan yang benar benar membuatku terangsang berat, Milka semakin mengangkang dan tiba – tiba

“Pleset… Blukkkk…” Aku terpeleset.

“Aaaawww!!” Milka menjerit karena kaget ia segera merapikan pakaiannya yang terbuka disana – sini.

“Ferdyyyyyyyy!!!! Brengsekkk daasarrr anak punguttt!!!” Milka memaki diriku yang tediam dan

“Plakkkkk… Plakkkkkkkkk” Milka menamparku sehingga aku terjatuh ditanah yang berlumpur tidak puas sampai disitu Milka meludahi wajahku

“Cuiiihhhhhhh… dasar brengsek ngak tau diriii…” kemudian Milka dengan kesal berlalu meninggalkanku.


Perlahan–lahan aku bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, pakaianku kotor oleh Lumpur, dikamar mandi sambil melamun aku membasuh diriku sampai benar–benar bersih, aku memikirkan kata–kata Milka yang sangat menyakiti hatiku, amarahku membara sepanas lahar gunung berapi, selain itu entah kenapa kemaluanku semakin panjang dan tegang karena selalu mengingat pemandangan yang benar-benar menggairahkan.

Entah apa yang kupikirkan, aku keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat dan naik kelantai dua menuju kamar Milka. Aku melihat Milka sedang memejamkan matanya sambil bermalas–malasan diatas ranjang, pintu kamar Milka terbuka lebar, dengan perlahan aku mendekati kamar Milka dan dengan hati–hati aku menutup dan mengunci pintu kamar Milka “Kleeekkk” Suara kunci terdengar dengan cukup jelas, Milka terbangun karena mendengar kunci “Aahh…..” ia terkejut melihatku berdiri dengan telanjang bulat namun itu Cuma sesaat selanjutnya ia marah besar

“Hehhh…. Ferdy kamu ngapainnn… keluarr!!!!!! Dasar kacung rendahan!” Milka menghampiriku dan hendak menamparku

“Aduh…. Brengsekkkkkk!!!!” Milka meringis ketika aku menangkis tamparannya rupanya ia kesakitan.

Aku tersenyum menangkap tangan Milka yang berusaha menamparku lagi kemudian aku bertarung dengannya, Milka mencakar–cakar sampai tubuhku terluka dimana–mana terutama dibagian pundak dan dadaku namun akhirnya aku menang karena Milka kini berhasil kutaklukkan dan kuikat kedua tangannya pada pinggiran ranjang dengan seutas kain yang kusobek dari kelambu di kamar Milka.

“Ferdy lepasinnnnn… kurang ajar Ferdy” Milka meronta – ronta

“Hehhhh dasar tuliii… denger ngakk!!!!”

Milka meronta dengan sekuat tenaga namun aku dengan tenang berlutut dipinggiran ranjang dekat kaki Milka , mataku menjelajahi tubuh Milka tanganku terjulur mengelus kaki Milka


“Aduhhh Hehhhh dasar ngak tahu diri… jangan kurang ajar kamu…. Anak pungut!!!!”Milka menendang tanganku dengan kakinya. Biarpun ditendang hal itu tidak membuatku jera aku kembali berusaha menjamah kaki Milka sambil kini menyibakkan rok seragam.

Mataku melotot melihat keindahan paha Milka wahhh!… Milka berusaha menendang lagi kali ini aku menangkap pergelangan kaki kirinya, karena kaki kirinya tertangkap Milka menendangkan kaki kanannya, tapi itu semuanya sia–sia aku dengan mudah menangkap kaki Kanan Milka. Kedua tanganku mengangkangkan Kaki Milka dan mulutku menciumi paha dan kaki Milka yang masih meronta–ronta dan berteriak teriak memaki diriku.

Wangi tubuh Milka semakin membuatku bernafsu, aku kini menerkam tubuh Milka sambil mebukai kancing baju seragamnya satu persatu

“Aaaawww!!”

Milka menjerit ketika kutindih tubuhnya, Milka meronta–ronta dan berteriak teriak berusaha melakukan perlawanan, aku semakin kuat memeluk pinggang Milka yang ramping sambil membenamkan wajahku pada bagian tengah buah dadanya yang sudah terbuka, nafasku memburu, mengendus ngendus harumnya bagian buah dada Milka, mulutku mulai menciumi kesana kemari.

Dengan kasar tanganku menarik kedua cup penutup dada Milka sehingga buah dadanya tersembul dengan bebas

“Aaawww… kuranggg ajar Ferdyyy.. kamuuuu hehhhh brengsekk Setann”

Milka terus meronta–ronta. Mataku sampai berkunang kunang melihat buah dada Milka yang begitu indah, putih dan harum dihadapan wajahku, tanpa buang waktu aku langsung menyantap buah dada Milka bahkan sesekali aku menggigit dengan gemas buah dada Milka yang menjerit kesakitan


“Aduhhhhh aww sakit aaakkhh!” Milka menjerit dan memakiku tapi aku tidak peduli aku terus melumat sambil sesekali menggigit puting susu Milka yang berwarna kemerahan, puting susu Milka sudah tegak dan juga bulatan dada Milka sudah semakin kencang tanda kalau Milka mulai terangsang namun Milka masih melakukan perlawanan.

Kepalaku semakin turun dan kini berada di hadapan kemaluan Milka yang masih terbungkus kain segitiga putih. Aku menghirup dalam dalam aroma kain itu yang terasa membangkitkan birahiku, lama sekali aku menghirup hirup wanginya daerah kemaluan Milka yang aromanya lembut, aku mulai bosan dan ingin melihat penghuni kain segitiga Milka dengan sejelas jelasnya maka kedua tanganku berusaha menyentakkan kain itu kebawah

“Aaaahhh… jangan! Bajingan kau!” Milka semakin kuat meronta ronta. Dalam hati aku kagum juga dengan tenaga Milka, untungnya aku mengikat kedua tangannya. Wow jantungku berdetak dengan kencang melihat permukaan kemaluan Milka yang masih botak.

Aku menjilat bibir memek Milka, Milka berontak dan terus berontak, aku yang merasa terganggu kini mengikat kedua kaki Milka keatas, aku mengikat kedua kaki Milka pada tangan Milka sehingga kini ia benar–benar merupakan mangsa yang empuk, aku kembali mendekati bagian memek Milka tanganku mencengkram pinggulnya dan menjilati memek Milka dengan kasar.. sambil berkali–kali aku menghisap kuat–kuat lubang memek Milka semakin kuat aku menghisap semakin kuat Milka mengerang dan

“Ferdyyyy Brengggsekkk…. Lepasiinnnnn… Arhhhhhhhh….”Tubuh Milka tiba tiba bergetar dengan kuat….

Baca Juga : Menyetubuhi Cewek Cantik Dan Seksi Di Gudang Bar


“Crot…… Crot….. Crott” Air kental itu keluar dan meleleh dari sela sela memek Milka, Milka terkulai lemas, tenaganya juga mulai banyak berkurang, keringat mengucur dengan deras dari tubuhnya.

Aku menjilati memek Milka sampai kering dan bersih, setelah itu aku menciumi pangkal paha Milka dan mengelus ngelus paha Milka yang terasa lembut dan mengasikkan. Dalam pikiran-ku mendadak terlintas sesuatu. Aku ingat waktu aku menonton Blue Film aku melihat pemain pria memasukkan penisnya kedalam anus pemain wanita dan akupun berencana melakukan hal itu maka Aku mulai menggunakan telunjukku menekan–nekan anus Milka,

Anus Milka mendadak berkerut ketika kusentuh dan hal ini membuatku tersenyum menyaksikan anus Milka yang berkali kali berkerut, aku semakin senang mempermainkan anus Milka dan kini aku menekan kuat kuat jari telunjukku pada tengah tengah anus Milka

“Aoww…. Aduh jangannnn sakit heggghhh”

Milka mulai menangis terisak isak, aku terus menekan jari telunjukku kuat–kuat, kini jari telunjukku dengan pasti mulai masuk semakin dalam dan dalam dan Milka semakin terisak-isak. Aku mulai mengeluar masukkan jari telunjukku kedalam anus Milka kini aku memasukkan dua jariku mengocok ngocok anus Milka

“Aduhhhh….aduhhhhh Aooooh”

Milka meringis–ringis, Aku kini menggeser tubuhku dan mendekatkan kepala kemaluanku pada lubang anus Milka dengan paksa aku mendobrak lubang anus Milka

“Fer jangannnn Fer Aduhh aaggggghh… aaaampun!”


Milka mengerang sambil memejamkan matanya rapat–rapat ketika kepala kemaluanku membongkar liang Anus Milka, tapi Ehhhhhh… Milka jadi agak anehhh waktu aku tusuk semakin dalam dengan penisku, lidah Milka sedikit menjulur keluar.. dan wajah Milka menjadi semakin sensual.

Aku benar-benar bernafsu, aku semakin lama semakin kuat mengeluar masukkan penisku kedalam anusnya, apalagi kini Milka enggak menangis lagi malah ia memandangiku dengan tatapan matanya yang indah dan juga lidahnya yang secara tidak sengaja menjadi terjulur–julur ketika kusodok sodok dengan kuat liang anusnya.

Tanganku meremas remas buah dadanya Milka sambil terus mengocok–ngocok dan tidak berapa lama “Unggghhhh…. Mmm.. Crottt…crott!” Milka terkapar kembali. Aku biarkan Milka beristirahat sebentar kemudian aku mencabut penisku dari dalam anusnya kini aku mengarahkannya pada liang memek Milka

“Aaaahhh… jangannn Fer …jaangan… aaampun… Aku ngakkkk mau, hiksss” Milka kembali menangis dengan tiba tiba.

“Udah coba aja dulu… pasti kamu suka kok”

Aku menjawab dengan santai sambil menggesek gesekkan kepala kemaluanku pada lubang memek Milka.


Aku mulai menekan dengan kuat namun kepala kemaluanku malah terpeleset karena daerah memek Milka terlalu licin tapi aku tidak putus asa aku terus menekan–nekan, setelah mencoba sebanyak beberapa kali akhirnya kepala kemaluanku mulai dapat menyelam kedalam jepitan bibir memek Milka

“Ferdy jangan… ahhh jangannn enggakk!!!!!!”Milka benar–benar ketakutan dan ia menjerit jerit.

Jeritan Milka malah membuatku semakin mendorongkan penisku sampai terasa ada sesuatu didalam memek Milka yang menahan lajunya kepala kemaluanku. Hmmmmm…. Aku yakin inilah dinding pusaka milik Milka yang cuma ada satu satunya didunia dan enggak bisa digantikan atau diperbaiki, aku mengambil ancang–ancang dan

“Jlebbb… Jlebb” sekuat tenaga aku menghentak-hentakkankan penisku berusaha menjebol dinding pusaka itu dan berhasil! Sementara Milka menangis dengan kencang sampai terisak–isak, Aku tetap memompa penisku sambil menciumi Milka. Uhhhh… nikmatnya… dan aku semakin kencang memompa–mompa liang memek Milka, lama kelamaan tangisan Milka berubah menjadi erangan dan kemudian menjadi desahan desahan dan rintihan.

Mata Milka yang masih basah memandangiku yang masih terus memompanya dengan kuat sehingga tubuh Milka tersentak–sentak diatas ranjang, Milka memandangiku dengan tatapan matanya berbinar-binar dan kurasakan sinar mata Milka menjadi lembut.

Aku balas memandanginya mata Milka yang terpejam pejam ketika kusentak-sentakkan penisku dengan kuat dan

“Sreeeeettt…. Crooottt.. Aaaachhh”


Milka menggelepar dalam termakan nafsu birahiku. Aku menarik keluar penisku dari dalam memek Milka, Aku melihat ada cairan meleleh keluar ketika aku mencabut penisku dan itu adalah cairan kenikmatan Milka yang tercampur dengan merahnya darah keperawanan Milka. Penisku tampak masih segar bugar dan terasa tegang maka aku kali ini kembali menusukkan kepala penisku pada liang anus Milka, basahnya penisku oleh air mani Milka yang licin mempermudah kepala penisku untuk kembali menyelinap pada liang anus Milka

“Uuuuggghh…....”

Milka mengeluh ketika kusentakkan kepala penisku, aku semakin menekan penisku kedalam dan mengunjungi kembali lubang anus Milka.

Air Mani Milka yang menempel pada penisku seakan akan menjadi pelumas sehingga aku merasakan pergesekan antara lubang anus Milka yang sempit terasa semakin mengasikkan dan akupun semakin cepat memacu penisku maju mundur menggesek liang anus Milka.

“Aaaaahhhh… eeeggghhhhh… ooooooohh”

Suara Milka benar benar mengasikkan untuk didengar ketika aku memompa–mompa semakin kuat dan cepat, aku mencengkram pinggul Milka dan terus mempercepat kocokanku, mataku melihat buah dada Milka bergerak dalam irama yang mengasikkan apalagi tubuh Milka kini berkeringat sehingga air keringat membuat kulitnya yang putih dan mulus bagaikan mengkilap, benar–benar pemadangan yang sedap dipandang oleh mata.

Lama kelamaan aku merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar tapi aku tetap bertahan aku tidak rela jika hanya keluar sendirian maka sambil terus menyentak–nyentakkan penisku menyodomi Milka aku menggosok–gosok klitoris Milka dengan agak kuat. “Ouuuuuwwhhh… Eeeenggggg… Mmmhhh” Milka tidak dapat menahan seranganku.


“Sreettt…crot…crot...crootttt” Cerita Terpanas

Tidak berapa lama aku juga memuntahkan sesuatu yang terasa sangat enak dan nikmatnya dari dalam penisku didalam anus Milka. Aku memeluk kuat kuat tubuh Milka yang masih terengah–engah karena kecapean. Benar–benar luar biasa kenikmatan yang bisa kunikmati dari tubuh Milka, perlahan–lahan nafas kami berdua berubah menjadi tenang, dengan santai aku mencabut penisku dari dalam liang anus Milka.

Aku tersenyum melihat Milka yang memandangiku dengan tatapan matanya yang tampak kecapean, aku bangkit dari atas tubuh Milka dan keluar dari dalam kamar Milka, dari dalam kulkas aku mengambil sebotol air dingin dan dengan lahap aku meneguk air dingin yang menyegarkan, setelah beristirahat sebentar aku kembali kekamar Milka, aku melihat Milka yang mengeliat – geliat pertamanya sihhh aku curiga Milka hendak melepaskan diri namun Milka hanya mengeliatkan tubuhnya.

Hmm… mungkinkah Milka merasa pegal karena kuikat? he he hehehe…. Aku mendekati Milka kembali lalu aku menyodorkan botol minuman kedekat mulutnya dan Milka meminum habis tanpa sisa setetespun. Aku kini membaringkan tubuhku disisi Milka tanganku bergerak melepaskan ikatan pada kaki Milka dan Milka mengeliat–geliatkan tubuhnya.

Aku membantu memijat mijat bagian pinggul Milka yang pasti terasa sangat pegal, terutama pinggul bagian belakang, mataku melirik memek Milka, rupanya Milka baru menyadari kalau sedari tadi ia mengangkang sehingga mataku dapat menikmati keindahan memek Milka yang mengasikkan makanya ia langsung merapatkan kedua paha serapat mungkin dan berusaha menggeser posisi pinggul seakan–akan hendak menyembunyikan wilayah terpenting pada tubuhnya.

Aku merasakan penisku kembali tegang kini tanganku meraba–raba ketiak Milka dan mulai mendekatkan mulutku pada ketiak Milka yang terbuka lebar karena kedua tangan Milka kuikat keatas, aku menjilati ketiak Milka sampai Milka mengeluh dan merintih–rintih kegelian aku berusaha untuk membangkitkan gairah Milka.



Duhhhh ketiak Milka harum dan terasa lembut dilidahku, akupun tidak segan–segan lagi menghisap–hisap ketiak Milka dengan agak kasar, sambil menghisap–hisap, tanganku mulai membelai–belai buah dada Milka, kuremas buah dada Milka dengan lembut, Milka semakin sering merintih–rintih, Aku melihat Milka terpejam–pejam dan mulutnya setengah terbuka sehingga menambah cantik wajahnya aku mulai menggeluti tubuh Milka tanganku melingkar memeluk pinggang Milka dan yang satu lagi memeluk punggung Milka.

Aku mendekatkan wajahku pada wajah Milka dan langsung mencium bibirnya yang agak terbuka, aku mengisap dengan lembut namun semakin lama hisapanku semakin kuat dan membara “Hmm… Mmmhh” suara mulut Milka tersumpal mulutku yang sedang asik menghisap dan mengait–ngait lidah Milka,

Milka agak meronta dan nafasnya semakin memburu rupanya Milka mulai kehabisan nafas tapi aku malah semakin kuat memeluk tubuh Milka dan semakin kuat menghisap mulutnya aku ingin menghisap dan membersihkan mulut Milka yang sering dipakai untuk memakiku. Lama juga aku bertarung mulut dengan Milka aku akhirnya melepaskan mulutku dari mulut Milka,

“Aahh…Hhh…hhhhhhh”

Aku melihat Milka menarik nafasnya panjang–panjang, mata Milka memandangiku dengan tatapannya yang sinis. Aku melepaskan tangannya sebelah kiri dan kemudian yang sebelah kanan, tubuh Milka mengeliat dalam pelukanku, aku memijat mijat bagian pundak Milka yang pasti terasa pegal,

Aku merasa senang berhasil menjinakkan Milka yang semula begitu garang melakukan perlawanan, tangannya yang sering dipakai menampar wajahku kini terkulai lemah tanpa tenaga, mulutnya yang sering memakiku kini merintih rintih dan terasa sangat merdu ditelingaku.

Aku mulai mempermainkan buah dada Milka yang terasa semakin mengeras dan semakin kenyal, jari tanganku juga semakin sering menarik–narik perlahan puting susu Milka kemudian kulanjutkan aksiku meremas–remas buah dada Milka dengan telapak tanganku berada dibagian bawah buah dadanya yang lembut.

Tanganku kemudian meraba bagian kemaluan Milka dan ternyata Milka sudah basah, aku lalu menggeser posisiku. Aku berlutut diatas ranjang, kedua tanganku menarik kedua kaki Milka dalam posisi mengangkang dan menaruhnya dipundakku sebelah kiri dan sebelah kanan, aku mengeser posisiku sehingga kini kepala kemaluanku berada dihadapan bibir memek Milka,

Aku menggesek–gesekkan kepala penisku sampai terasa geli karena licinnya bibir memek Milka, aku menekan memasukkan kepala penisku dan bibir memek Milka tanpa banyak komentar langsung menelan kepala penisku, aku memegangi kedua kaki Milka dan menghentakkan penisku kuat kuat

“Aaaaaahhhhhhhhhhhhhh... sakiitttt..... “

Milka menjerit kecil ketika aku menyentakkan penisku kedalam memeknya selanjutnya aku memacu penisku dengan cepat dan kuat.

“Eeeegggggghhh… Uuuhhhh Ahhhhh Ohhh!”


Tangan Milka menahan perutku dan aku berhenti sambil memandanginya, selanjutnya aku kembali menghajar memek Milka habis–habisan sampai Milka menjerit–jerit kecil menahan seranganku yang semakin hebat, tangan Milka menggapai–gapai mencari pegangan dan meraih guling sambil memeluk guling itu kuat–kuat, aku terus melakukan serangan serangan dan melesatkan penisku dengan kuat–kuat memanah lubang memek Milka yang semakin lama semakin terasa mengasikkan untuk dipanah dan

“Croottt…. Crooottttt….. Coooottttttttt”

Aku melihat Mata Milka terpejam rapat disertai tubuhnya yang menggelepar merasakan rasa nikmat, aku membiarkan Milka menikmati rasa nikmat itu sampai tuntas, kemudian aku menurunkan kedua kaki Milka, tanganku menarik guling yang sedang dipeluk oleh Milka dan melemparkan guling itu kelantai selanjutnya aku menjatuhkan tubuhku dan memeluk punggung Milka dan menghentak–hentakkan penisku.

Kaki Milka yang biasanya dipakai untuk menendang tulang keringku kini menjepit tubuhku yang semakin kuat menghentak–hentakkan, kedua tangannya yang tadinya dipakai memeluk guling kini dipakainya untuk memelukku, agak lama aku merasakan pelukan Milka semakin kuat dan kedua kakinya semakin kencang menjepit tubuhku, aku mendengar dengar suara–suara yang merdu keluar dari mulutnya.

“Eeegghhh Ooohhhhh Aaahhhh crottttttt…. Crooottt”

Aku merasakan pelukan Milka yang semula kencang kini melemah, aku terus menghentak–hentak dengan kuat karena aku merasakan sesuatu akan keluar dari penisku dan

“Croottt.. Croottt.. Croottttt” kini gantian aku yang memeluk kuat–kuat tubuh Milka, nafasku tersengal-sengal bergabung dengan nafas Milka yang juga memburu dengan kencang dan kuat bagaikan sedang habis berlari.

Hari itu aku tertidur sambil menindih tubuh Milka dan rasanya sangat menyenangkan, keesokan harinya aku bangun lebih dahulu dari Milka yang memang pemalas, Aduhhh!!!!! Begitu turun dari ranjang rasanya kedua kakiku lemas, dengkulku terasa akan lepas dari sendinya, tiba-tiba aku teringat hari ini hari Sabtu, biasanya orang tua angkatku pulang,

Aku langsung bangkit dan memakaikan pakaian tidur untuk Milka yang masih tertidur, setelah beres kini giliranku yang pakai baju….namun aku mendengar suara mobil dari kejauhan dan itu suara mobil orang tua angkatku!!! aku panik dan berlari menuju kamarku dalam keadaan telanjang bulat.

Hari Sabtu itu Milka mendadak demam, aku dimarahi karena tidak menjaga Milka dengan baik, aku disuruh menunggu rumah sedangkan orang tua angkatku mengantar Milka ke dokter. Milka diberi izin untuk beristirahat dirumah oleh dokter sedangkan orang tua angkatku dengan penuh perhatian merawat Milka sampai demam Milka sembuh selama tiga hari.

Pada hari yang keempat kondisi Milka berangsur membaik tapi ia masih harus istirahat, kedua orang tua angkatku harus segera pergi lagi menyelesaikan urusan bisnisnya dan kembali mempercayakan anak gadisnya padaku.

Dengan girang aku memasuki ke kamar tidurnya, kubuka perlahan-lahan pintu itu. Milka masih tertidur, aku berdiri di pinggir ranjang mengguncang tubuhnya. Ia membuka-matanya perlahan-lahan lalu matanya membelakak kaget, wajahnya ketakutan sambil menggeleng-geleng kepalanya melihat diriku yang berdiri di sampingnya sambil menyeringai jahat.

“Tidakkkk!!!” jeritnya.

Thursday, September 27, 2018

0

Menyetubuhi Cewek Cantik Dan Seksi Di Gudang Bar


Cerita Seks Menyetubuhi Cewek Cantik Dan Seksi Di Gudang Bar^_^ Perkenalkan namaku adalah Joki, umur 27 tahun, tubuhku kekar dan besar serta atletis dan juga hitam, maklum bekas kuli bangunan. Tetapi beberapa saat lalu temanku menawariku kerja di sebuah diskotik Crown sebagai sekuriti, diskotik Crown sangatlah terkenal dengan cewek-cewek cantik dan tajir di karenakan diskotik Crown tempatnya sangat bonafit dan high class jadi pengunjungnya juga ikut-ikut bonafit, harga minumannya pun aku ga sanggup untuk membelinya dengan gaji sebulanku.

Tapi aku sangat menikmati kerja di diskotik ini karena kerjanya nyantai, malam hari dan aku juga bisa jelalatan pada cewek-cewek. Banyak cewek-cewek cantik yang berkeliaran (rasanya ingin menyetubuhi semua cewek-cewek disini).

Diskotik ini terdapat 2 pintu masuk, pintu masuk atas dan pintu masuk bawah. Bila pengunjung lewat pintu atas berarti mobil mereka di vallet dan bila pengunjung lewat bawah, mobil mereka diparkir sendiri di basement.

Kita mulai ceritanya… berawal di hari Rabu (Ladies Free)

Banyak cewek-cewek pastinya, aku kebetulan bertugas di pintu bawah bersama temanku Rony. Saat pintu dibuka aku dan Rony harus memeriksa satu-satu tamu yang masuk, tidak kusia-siakan mataku untuk mencari mangsa, cewek-cewek yang datang sangat cantik-cantik dan berpakaian sexy dan wangi sehingga membangunkan adikku si “Otong” (gak kuat lagi rasanya). Dan acara pun dimulai, tamu-tamu berangsur-angsur habis yang datang.

Kami berdua pun bisa bersantai sejenak.
Rony pun membuka perbincangan.
“Sob… gini nich enaknya ngapaian ya?”.
Gue : “Gak tau nich, BT jg lama-lama”.


Rony : “aaaa….Aku ada ide, gimana klu aku minta minuman ke Adi’?”.
(Adi adalah temanku yang menawari pekerjaan kepadaku sebagai sekuriti, dia bekerja sebagai bartender, terkadang aku mendapatkan minuman gratis dari dia).
Gue : “Ide bagus tuh”.

Akhirnya Rony naik ke atas untuk mengambil minuman.
Gak lama kemudian Rony pun datang.
Rony : “Nich sob… kita adakan pesta kecil-kecilan, kebetulan Adi ngasih kita camilan”.

Gue : “Tuch anak baik banget”.
Akhirnya kita menikmati pesta kecil kita sambil ketawa-ketawa.
Gue : “Kurang ceweknya nich”
Rony : “Terus…”
Gue : “Ya gak terus-terus… kurang lengkap aja”

Kamipun tertawa terbahak-bahak.

Tiba-tiba telpon kantor berdering dan Rony mengangkatnya, kulihat dia serius menjawab telponnya dan dari situ bisa kutebak pasti telpon dari bos.

“Aku ke atas dulu ya, dipanggil sama bos nich” ucap Rony.
Gue : “OK”


Lama juga Rony pergi, gak heran sih… biasanya juga gitu. Lama-lama pun aku merasa bosan di dalam kantor sekuriti, aku keluar dan celingukan kearah parkiran mobil, sepi dan gelap. Merinding juga rasanya kalau sendirian, akhirnya aku masuk lagi dan duduk sambil meminum bir ku tadi.

Tiba-tiba aku di kagetkan dengan suara lift tamu, keluarlah seorang cewek yang cantik berambut hitam panjang tergerai, kulit berwarna putih memakai baju putih sexy terusan hingga ke paha dan belahan dada yang rendah dan agak sempit di karenakan toket si perempuan sangatlah besar serta pantat dan celana dalam yang tercetak.

Dapat kulihat kalau daleman wanita itu berwarna hitam karena baju putihnya sangatlah sedikit menerawang, potur tubuhnya profesional kayak model kelas atas. Jalannya agak sempoyongan, kelihatannya habis dugem nich cewek dan sedikit mabuk dan aku pun berinisiatif untuk membantunya.

“Malam mbak, bisa saya bantu?” tanyaku dengan sopan.
“Biar saya bantu” tambahku lagi, akupun menolongnya berjalan (wangi banget tubuhnya, seger rasanya)


Akupun menuntunnya karena sedang mabuk dan bertanya lagi.

“Mobilnya dmn?”

Dia hanya menunjukkan jari telunjuk ke suatu arah dan aku pun bertanya kembali.

“Bisa pinjam kunci mobilnya?”

Dia pun mencari dan memberikannya kepadaku (maksudku daripada jalan gak jelas kan mending menyalakan remote mobilnya), dan akupun melihat lampu mobilnya. Ditengah jalan akupun sedikit kemasukkan setan (ini disebabkan aku dari tadi dapat melihat toketnya).

Dan akhirnya akupun mengubah arah menuju gudang penyimpanan barang yang sudah gak pernah di pakai lagi, aku membuka pintunya… terdapat sebuah matras besar, sofa besar, meja dll. Barang-barang disini sangat masih bisa dipakai hanya karena bentuknya sudah kurang up to date makanya diskotik ini membuangnya dan menggantinya dengan yang model baru.

Aku menggiring cewek ini yang lagi mabuk menuju sofa, setelah dia duduk ku pandangi sekali lagi…(cantik banget, sexy, putih mulus lagi, makin gak kuat nich si “Otong”), aku menggeledah isi tasnya, ada hp, dompet dan alat-alat kecantikan.


Akupun membuka isi dompetnya, terdapat banyak uang 100 ribuan di dalamnya, kartu ATM dll, akupun melihat KTP-nya, tinggal di daerah elite memang… pantes tajir, kunci mobilnya aja kunci mobil Eropa dan akhirnya aku mengetahui namanya adalah Jessy. Setelah itu kumasukkan semua barang-barangnya kembali. Aku kembali ke kantor sekuriti untuk mengambil minuman dan kembali ke gudang lagi.

Aku duduk di sebelah cewek mabuk itu dan menyodorkan minuman ke dia, awalnya dia si gak mau tapi terus ku paksa akhirnya dia terpaksa meminumnya, sambil dia minum langsung dari botol, ku coba untuk mencium lehernya dari samping aku duduk… lehernya wangi banget, wanginya tuch dapat merangsang gairah cowok, sambil ku cium-cium lehernya aku berusaha untuk mulai meraba-raba toketnya.

Ternyata lebih besar dari perkiraanku, tanganku sampai gak cukup untuk menampung toketnya… aku raba-raba dan kuremas-remas hingga Jessy yg lagi mabuk meringis kesakitan, akupun mencoba mencari puting toketnya, yang bikin gak nahan nich belahan baju bagian dadanya yang rendah sehingga toketnya rasanya mau menyembul keluar…kucium-cium belahannya dan ku jilat-jilat (empuk rasanya).

Akupun mempunyai ide, kuambil botol bir dan menuangnya kebelahan dadanya hingga basah semua toketnya dan kujilat-jilat lagi. Kucium kembali lehernya dan aku mulai meraba-raba daerah memeknya, kuraba-raba dan kugesek-gesekan memakai jari tengah, sedikit kutekan kedalam sehingga Jessy yg lagi mabuk bergerak gak karuan, akhirnya aku gak kuat lagi… aku membuka celana dan celana dalamku si “Otong” sudah berdiri tegak.


Akupun menindih tubuh Jessy yg lagi mabuk dan melebarkan kedua kakinya, aku mencium kembali leher dan mulutnya dan ku gesek-gesekan si “Otong” ke celana dalamnya (baru celana dalamnya aja sudah cenut-cenut apalagi klu nanti sudah ke dalamnya), kamipun akhirnya perang lidah dan gak ketinggalan akupun meremas-remas toketnya… Jessy yg lagi mabuk pun akhirnya malah bergerak tambah gak karuan, aku merasakan daerah celana dalamnya sudah basah, kelihatannya nich cewek sudah horny.

Baca Juga : Bercinta Dengan Teman Sekolah Yang Cantik Dan Seksi

Akupun berdiri dari sofa dan memegang kepala Jessy, aku memajukan si “Otong” untuk dikulumnya... Jessy sempat gak mau dan lagi-lagi aku memaksanya, penisku berukuran sangat besar (bisa dikatakan di atas ukuran normal orang Asia), Jessy pun mencoba untuk memasukkan penisku kedalam mulutnya, hanya masuk bagian kepalanya saja, mulut Jessy terlalu mungil, kucoba memaju mundurkan kepalanya (enak sekali rasanya) tidak lupa bagian buahnya penisku.

Tanganku pun tidak tinggal diam, tangan kiriku tetap memegangi kepala Jessy dan tangan kananku mencoba menerobos kedalam belahan bajunya, halus dan besar toketnya…kuremas-remas kuat-kuat hingga dia kesakitan lagi, aku coba mencari putingnya…kuputar-putar sambil kutarik-tarik.

20 menitpun berlalu di posisi mengulum, akhirnya kutarik penisku. Aku akhirnya membuka baju Jessy hingga hanya tersisa BH dan celana dalam berwarna hitam, kulihat perutnya yang putih mulus dan rata. Aku pun memindahkan Jessy ke matras, dia berbaring diatasnya…


Aku membuka BH-nya (toketnya memang benar-benar besar sekali), kuremas-remas kembali (memang gemas sekali melihatnya), akupun berada di atas perut Jessy dan mendudukinya, aku menaruh penisku diantara toketnya sambil kutarik kepalanya kedepan dan aku menyuruh menjilati ujung penisku, tangan kanan ku mencoba meraba-raba belakang ke celana dalamnya.

Jessy pun mengeluarkan suara-suara aneh dan bergerak gak karuan kembali. Setelah puas aku berganti posisi ke posisi 69, kumasukkan penisku kembali ke mulutnya dan aku membuka celana dalamnya dan mulai menjilati memeknya serta menyedotnya (harum banget memeknya orang tajir), aku mencoba menggelitiki memeknya dan itu berhasil membuat memeknya banjir kembali.

Sudah gak tahan lagi nich… Cerita Terpanas

Aku pun mulai menyerang memeknya menggunakan penis ku, perlahan kumasukkan…terasa susah banget, memeknya kecil dan masih seret banget walau sudah gak perawan. Baru kumasukkan sedikit Jessy sudah menjerit “Aaaaaaaaargggggggggggggh…sakit”.

Akupun tidak menghiraukan dan tetap berusaha dan akhirnya barangku masuk semua kedalam liang kenikmatannya dengan susah payah dan agak sedikit lama, aku pun memulai memompanya perlahan dan meraih kedua toketnya dan kuremas-remas, aku mendekatkan mukaku kelehernya dan menciumi serta menciumi bibirnya, aku berpindah ke toket… menjilat-jilati putingnya yang berwarna pink dan menggigitnya serta menariknya “Aaaaaaaaawwwww…” jerit Jessy.


Aku pun mencepatkan tempo pompaanku, Jessy pun mengimbanginya (dasar pertamanya gak mau tapi keenakkan juga), pompaan yang cepat membuat toketnya bergoyang-goyang kemana-mana membuat tambah gemas saja, akupun meremas-remas kedua toketnya. Tiba-tiba aku merasakan cairan hangat, ternyata Jessy sudah mencapai puncak, “Koq sudah keluar?” tanyaku…akupun mempercepat pompaanku dan menyebabkan Jessy tambah berteriak gak karuan.

Bosen dengan Man on Top akupun berpindah posisi sekarang Woman on Top, toket Jessy terlihat besar bergelantungan dan bergoyang-goyang saat aku memompanya dengan cepat, aku pun merasa gemas lagi dan aku menarik Jessy kebawah sehingga mukaku sekarang berada diantara kedua toket Jessy, kuciumi, kujilati, kuremas, kupilin-pilin putingnya…

Toketnya jadi bulan-bulananku (tambah besar nich toket nantinya), dan aku merasakan cairan kembali setelah 15 menit berlalu setelah Jessy ejakulasi pertamanya tadi, “Koq sudah keluar lagi, sayank?” tanyaku… Jessy pun tidak berekspresi, raut mukanya hanya diam menikmati pertempuran kita.

Kurubah lagi posisi, sekarang Jessy ku gendong, aku menopang kedua pahanya dari bawah dan Jessy memelukku… enak nich posisi ini, Jessy pun tambah menjerit “aaah… aaawwh… aaaaahh…saaakit… aaaaahhh…”, ini di karenakan penisku terasa sekali menyodok memeknya…posisi ini berlangsung 10 menit dan aku merasakan aku sudah akan keluar juga, kutaruh Jessy diatas meja, kupercepat pompaanku dan tidak lupa untuk diam tanganku meremas-remas toketnya dan akhirnya aku pun sampai puncak,


“Aaaaaaaaaaaaaaarghhhh…” aku dan Jessy pun berteriak bersama, cairanku dan cairannya menyembur liang kenikmatannya sangat banyak sekali dan aku pun mecium bibirnya dan kedua toketnya (enak sekali pertempuran ini, hingga membuatku sangat lemas), aku menggendong Jessy kembali ke matras dan menyuruhnya untuk menjilati sisa spermaku yang ada di penisku hingga habis.

Tidak lupa aku mencatat nomer HP-nya dan memfoto tubuhnya yang sedang bugil bersamaku memakai foto dari HP ku dan HP-nya Jessy, dengan tujuan mungkin suatu saat aku bisa memakai tubuhnya lagi dan kami pun tertidur bersama, berpelukkan dalam keadaan bugil hingga pagi.

Tak terasa pagi pun berlalu, aku sudah bangun mendahului Jessy karena aku ada apel pagi sebelum aku pulang kerumah dan Jessy masih di ruangan gudang, ku kunci agar Jessy tidak bisa keluar. Setelah apel pagi bubar aku dikagetkan dengan suara Rony.

“Oi kmn aja sob kemarin, aku cari-cari koq gak ada?” tanya Rony.
“Gak kemana-mana… keliling-keliling sekitar sini saja ” jawabku lemas gara-gara pertempuran kemarin.


Kita pun berpisah, kulihat Rony sudah pergi pulang mengendarai motornya dan aku kembali ke gudang. Aku masuk dan melihat Jessy belum bangun, aku pun memakaikan baju-bajunya kembali dan menggendongnya ke sofa… tiba-tiba dia terbangun dan berteriak “siapa km?”

Akupun menjawab dengan enteng “Cowok kamu”
Jessy pun kebingungan “Tempat apa ini? Kotor banget”, “Mau apa kamu?”…”Jangan-jangan kamu mau memperkosa aku?”

Akupun memotong pertanyaannya yang super panjang itu “Ga usah di omongin juga kita semalam sudah jadi layaknya suami istri, kamu menikmati permainanku dan aku menikmati tubuhmu”

Jessy pun kaget “huh…apa kamu bilang? Ihhh jijik amat dech sama kamu… klu ngomong tuch di atur!!!” (Jessy pun agak mulai marah).

“Kalau gak percaya ya lihat aja foto-foto di HP mu” celetukku.


Jessy pun mencari Hpnya, belum lihat dari album fotonya dia pun kaget, foto wallpaper Hpnya ku ganti foto kita berdua lagi bugil dan dia pun sibuk mencari foto-foto di album Hpnya dan dia mulai menangis.

“Sudah gak usah nangis, aku gak akan bilang siapa-siapa lagian kamu juga sudah gak perawan… jadi apa bedanya” aku pun berbicara seenaknya serasa sudah menang.

Jessy pun berdiri dan menuju pintu keluar dan akupun mencegatnya.

“Mau kemana?” tanyaku.
“Pulang!!!” bentak Jessy.
“Aku yang nyetir kamu nanti di sebelahku melayani aku lagi” akupun tertawa didepannya.

“Huh… mau apa lagi?” Jessy pun bingung.
“Sudah turuti aja kemauanku atau foto-fotomu yang semalam mau ku sebarin ke orang-orang” ancamku.


Akhirnya Jessy menurut kepadaku karena ancaman itu, aku menyetir dan Jessy duduk disebelahku, diperjalanan pulang aku dipuaskan kembali oleh Jessy, aku menyuruhnya mengulum penisku kembali dan tidak lupa aku meremas-remas toketnya yang menggemaskan, cukup lama mengulumnya hingga akhirnya aku keluarin didalam mulutnya.

Pertama Jessy sempat berontak saat cairan penisku menyembur ke mulutnya tapi aku menahan kepalanya setelah selesai aku melihat Jessy sempat memuntahkan cairannya di mobilnya, bisa kulihat dia sangat jijik melihatnya. Akhirnya aku sampai di terminal karena aku harus naik bemo menuju kos-kosanku, aku parkirkan mobil di tempat sepi dan aku pamitan sambil menciumi Jessy.

“Hati-hati ya sayank kalau pulang, terima kasih atas kenikmatannya semalam, kapan-kapan lagi ya” akupun tersenyum ke Jessy.

Jessy pun pergi dengan cepatnya dan aku hanya bisa tersenyum puas karena bisa ngewe wanita montok karena dia telah mabuk.