Thursday, September 20, 2018
0
Cerita Seks Cinta Dan Nafsu Seks Yang Di Tolak Dukun Pun Bertindak^_^ Siang itu suasana kantor PT. Langit Sentosa begitu sepi. Di sebuah ruangan, di lantai dua, sang manajer, Pak Rusli namanya, tengah melamun. Sambil duduk dengan mengangkat kedua kakinya ke atas meja, ia terus saja berpikir.
Ya, ia memang sedang kasmaran dengan seorang gadis. Gadis itu tak lain adalah Belma, bawahannya sendiri. Belma memang cantik dan seksi. Di usianya yang baru mencapai 23 tahun, tubuhnya memang sempurna dan menantang birahi setiap pria yang memandangnya. Terutama dadanya yang terlihat amat membusung indah.
Belma ini sudah cukup lama bekerja di kantor itu. Ia kini menjadi Kepala Bagian Pemasaran dan Distribusi yang membawahi 50 orang karyawan. Berkali-kali Rusli mengajak Belma untuk makan malam, tetapi selalu ditolaknya. Berbagai alasan diutarakannya.
Capeklah, atau alasan lain, mungkin dia sudah punya pacar. Inilah yang membuat Rusli berpikir keras sejak tadi. “Hmm.. gimana caranya supaya ia bisa takluk di pelukanku..? Nah.. aku tahu sekarang.. Aku akan menemui orang itu nanti malam..” tiba-tiba Rusli teringat seseorang yang mungkin menjadi satu-satunya harapan untuk mendapatkan Belma. Dengan penuh semangat, ia mengemudikan mobilnya menuju sebuah hutan terpencil sekitar 18 kilometer dari rumahnya.
Rupanya, orang yang ia tuju adalah seorang pak tua yang tidak lain adalah dukun ilmu hitam. Namanya Mbah Dul. Orang ini terkenal di seantero kota itu sebagai dukun santet yang amat sakti. Apapun keinginan orang yang datang padanya pasti tercapai. Ia belum pernah gagal. Orang yang datang padanya tinggal memberinya upah, baik uang ataupun barang yang lain. Sering kali mereka menghadiahkan wanita untuk ditiduri oleh sang dukun. Tua-tua keladi, makin tua nafsunya makin jadi.
Saat Rusli sampai di rumah tua itu, segera saja ia mengetuk pintu. “Siapa di situ?” terdengar suara Mbah Dul dari dalam. “Permisi, Mbah.. boleh saya masuk..?” teriak Rusli. “Ya, silahkan..” jawab Mbah Dul sambil membuka pintu kayu yang sudah agak reyot itu. Setelah disuruh masuk, Rusli langsung duduk di ruangan tengah rumah tua itu yang penuh dengan bau kemenyan. Bulu kuduknya terasa mulai berdiri.
Diperhatikannya seluruh isi ruangan itu. Memang menyeramkan suasananya. Ada tengkorak, kepala macan, kain-kain bergelantungan yang berwarna hitam dan merah darah, lalu seperti tempat pedupaan yang berada persis di hadapannya. “Ada perlu apa, Nak Rusli malam-malam kemari..?” tiba-tiba Sang Dukun bertanya. Rusli tentu saja kaget tidak kepalang. Ia tidak menyangka Mbah Dul mengetahui namanya.
Benar-benar sakti. “Eh.. anu Mbah.., saya butuh pertolongan.. saya suka dengan seorang gadis.. Belma namanya, kebetulan bawahan saya sendiri di kantor.. tapi saya selalu ditolaknya bila saya mengajaknya keluar makan malam.. Nah ini fotonya..” jawab Rusli dengan terbata-bata sambil mengeluarkan dari kantong kemejanya selembar foto seorang gadis berambut panjang sebahu yang amat cantik. “Oh begitu..” jawab Mbah Dul sambil memegang foto itu dan kemudian mengelus-elus jenggot putihnya yang panjang. “Bisa.. bisa.. tapi apa upahnya nanti kalo kau berhasil mendapatkan dia, heh..?”
“Jangan kuatir, Mbah.. Saya sediakan 150 juta rupiah buat Mbah.. dan kalo saya bisa mendapatkan dia malam ini juga, setengahnya saya berikan dalam bentuk cek sekarang juga.. Gimana Mbah..?” “Baiklah..” jawab si dukun, “Kalo begitu buka pakaianmu.. kau cukup hanya mengenakan celana dalam saja, lalu duduklah dengan posisi bersila di hadapanku..” Rusli pun menuruti semua perintah si dukun. Setelah itu, Mbah Dul kemudian membaca beberapa mantera dan menabur kemenyan di atas pedupaan di depannya.
Tidak lama kemudian, terdengar petir menggelegar dan lampu ruangan itu tiba-tiba padam lalu hidup lagi. Rusli pun kemudian memejamkan matanya. Saat itu juga, roh sukma Rusli seperti terlepas dari tubuhnya dan seperti melayang pergi ke luar rumah itu. Roh sukma Rusli yang setengah telanjang itu bergerak menuju rumah Belma yang berjarak sekitar 14 kilometer dari sana. Di rumahnya, Belma tengah berusaha tidur. Ia mengenakan daster putih yang amat transparan. Di baliknya, ia tidak mengenakan apa-apa lagi.
Payudaranya yang berukuran 38 jelas terlihat, demikian juga dengan bulu-bulu kemaluannya yang menghitam. Setiap malam, ia selalu tidur dengan cara begitu. Ia merasa gerah karena panasnya udara yang terus saja menaungi ruangan kamarnya. Tiba-tiba saat ia ingin terlelap, berhembuslah angin yang terasa menusuk sum-sum tubuh. Ia terbangun. Jendela kamarnya tiba-tiba saja terbuka dan angin itu masuk. Dan memang angin aneh itu adalah terpaan roh sukma Rusli kiriman sang dukun.
Roh sukma Rusli bisa melihat posisi tubuh Belma tapi Belma tidak melihat apa-apa. Ia hanya merasakan terpaan angin aneh itu. Sekonyong-konyong seperti ada dua tangan kekar merobek baju daster Belma. Belma yang kaget menjadi ketakutan setengah mati. Ia berusaha melawannya. Tapi ia kalah cepat. Daster itu lebih dulu robek. Ia kini telanjang. Dan roh sukma Rusli dengan sengaja mendorong tubuhnya jatuh telentang ke ranjang. Dengan cepat roh Rusli mencium bibir, wajah, leher dan payudara Belma yang besar itu.
Belma berusaha melakukan perlawanan. Tapi ia bingung, sebab ia merasakan ciuman-ciuman itu tapi sosok yang menciumnya tidak terlihat. Beberapa menit kemudian, karena putus asa, ia menyerah. Roh Rusli kemudian membuka celana dalamnya. Lalu penisnya yang sudah membesar diarahkan ke mulut Belma. Karena sudah merasa terangsang oleh ciuman-ciuman itu, Belma pun mulai mengulum penis besar tegak yang tidak kelihatan tapi terasa wujudnya itu. Ia mengulum, menghisap-hisap, dan menjilat penis itu.
Kalau ada orang yang melihat Belma saat itu, pastilah orang itu akan mengira bahwa Belma sedang berpantomim dengan memperagakan gerakan oral seks. Tapi Belma memang merasa ada penis besar tegak sedang dihisap dan dijilat-jilatnya. Tanpa membuang waktu lagi, roh sukma Rusli segera membuka kedua kaki Belma. Tampak sekarang liang kewanitaannya yang sudah basah karena terangsang berat. Roh Rusli pun segera mengarahkan penisnya ke liang kemaluan Belma.
Dengan sekali dorongan, “Bless.. jeb.. bless..” masuklah penis besar tegak itu ke lubang senggama Belma. Belma terlihat merem-melek merasakan senjata aneh itu keluar masuk di liang ajaibnya. Darah segar pun mengalir keluar dari vaginanya. Darah perawan, karena memang selama ini Belma belum pernah berhubungan dengan pria manapun. Karena merasa keenakan, Belma pun mengimbanginya dengan menggerak-gerakkan tubuhnya ke atas, ke bawah dan berputar-putar.
Kemudian roh sukma Rusli pun mengangkat tubuh Belma dan menyuruhnya untuk menungging. Ia lantas menusukkan penisnya dari belakang. Dan penis itu pun masuk tanpa halangan lagi. Belma terlihat menikmati tusukan penis itu. Dan sejam kemudian, roh sukma Rusli pun seperti akan mencapai puncak orgasmenya dan ia pun menumpahkan maninya ke sekujur tubuh Belma yang saat itu telah tergolek tidak berdaya.
Setelah puas, roh itu seolah-olah terbang kembali ke tempat asalnya. Belma yang kemudian tersadar, menjadi bingung dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah terjadi. Tapi kemudian ia sadar bahwa sesosok makhluk tanpa bentuk telah menodainya dan ia tidak tahu siapa sebenarnya makhluk itu. Ia lantas menangis tersedu-sedu. Nasi sudah menjadi bubur.
Ya, keperawanannya telah hilang. Entah apa yang akan dikatakannya pada Willy, pacarnya bila akhirnya mereka menikah suatu hari nanti. Sementara itu di rumah sang dukun, Rusli yang telah berpakaian lengkap kembali, tersenyum puas. “Terima kasih Mbah.. Ini cek senilai 75 juta yang tadi saya janjikan.. Saya akan memberikan sisanya bila Mbah mampu membuat Belma menjadi tergila-gila pada saya..” ujarnya dengan senyuman licik di wajahnya.
Baca Juga : Bersetubuh Dengan Pacar Abangku Yang Bohai Dan Sangek
“Oh.. itu gampang.. telan saja telur empedu rusa Kalamujeng ini.. dijamin besok pun gadis itu akan kau nikmati lagi kesintalan tubuhnya..” jawab si dukun sambil mengambil sebuah benda mirip telur hijau kecil dari kantong jubah lusuhnya. Tanpa pikir panjang lagi, Rusli menelan telur itu. Keesokan harinya, apa yang dikatakan Mbah Dul benar-benar terjadi.
Saat suasana kantor pagi itu belum terlalu ramai, pintu kantor Rusli diketuk seseorang. Ketika Rusli menanyakan siapa yang mengetuk, suatu suara lembut berujar, “Maaf Pak.. saya ingin berbicara sebentar dengan Bapak..” Mendengar suara itu, bukan main girangnya hati Rusli. Ya, itu suara Belma. Inilah kesempatan yang ia tunggu-tunggu.
Dengan bergegas ia membuka pintu itu, dan ternyata benar. Belma tampak cantik berdiri di sana dengan mengenakan rok mini. Sebuah senyuman genit tampak di wajahnya. Tanpa membuang waktu lagi, Rusli menarik tangan Belma. Ia lalu membawanya ke sofa besar di pojokan ruang kantornya itu. Dengan cepat ia mencium bibir Belma dan Belma pun membalasnya dengan semangat. Tangan Rusli pun segera menggerayangi tubuh mulusnya. Pertama-tama yang dituju adalah tentu saja buah dada besarnya.
Dibukanya kancing kemeja Belma, lalu disingkapkannya BH-nya, dan segera saja payudara itu diremas-remasnya tanpa ampun. Belma tentu saja menggelinjang hebat. Lalu ia dengan inisiatif sendiri membuka semua pakaiannya. Melihat itu, Rusli tak mau kalah. Penisnya sudah tegang seperti siap untuk berperang. Tanpa disuruh lagi, saat keduanya sudah telanjang total, Belma jongkok dan meraih penis itu untuk dikulum, dihisap-hisap lalu dijilatnya sambil membelai-belai kantong zakar Rusli.
Rusli merasakan kenikmatan surga dunia yang tiada taranya. Kepala penisnya dijilat-jilat dengan penuh nafsu oleh Belma. Setelah penis itu benar-benar tegak, kini giliran Rusli yang mencoba membuat Belma terangsang. Diciuminya bulu-bulu kemaluan Belma, lalu lidahnya dengan sengaja dijulurkan ke dalam vagina Belma sambil berusaha menarik-narik keluar klitorisnya.
“Uuhhh.. aahhh.. oohhh.. aahhhh.. aduh nikmatnya.. Terus Pak.. terus..” Cerita Terpanas
Kata Belma dengan tangannya memegang kepala Rusli yang kini sedang bergerilya di pangkal pahanya. “Masukin sekarang aja, Pak.. kumohon, Sayangku..” Mendengar itu, Rusli segera mengajak Belma bermain di atas meja kantornya yang cukup besar. Rusli rebahan di sana dan Belma langsung naik ke atas pahanya.
Posisi mereka berhadapan. Dengan penuh kelembutan, Belma membawa penis Rusli yang sudah tegak dan besar itu ke liang kenikmatannya. Dan ia pun dengan sengaja menurunkan pantatnya Dan, “Bless.. bless.. jeb.. ooouh..” penis itu tak ayal lagi masuk separuhnya ke lubang kemaluan Belma. Sementara Belma terus saja naik turun di atas pahanya, Rusli segera dengan posisi duduk meraih payudara Belma dan mencium serta menghisapnya seperti seorang bayi yang sedang disusui oleh ibunya.
Setengah jam berlalu, tapi permainan birahi mereka belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kemudian Rusli turun dari meja itu, lalu menyuruh Belma menungging dengan tangan berpegangan pada pinggiran meja itu. Penisnya yang kini telah basah oleh cairan vagina Belma kembali diarahkan ke lubang senggama Belma.
Dengan sekali tancap, penis itu masuk. “Bless.. bless.. sluup.. plak.. plak..” terdengar bunyi daging paha keduanya bergesekan dengan keras. Tiba-tiba saja, kedua mata Rusli terbeliak yang berarti ia sebentar lagi akan ejakulasi. “Di dalam atau di luar, Bel..?” tanyanya di tengah-tengah puncak nafsunya.
“Di dalam aja deh.. biar nikmat, Paak..” jawab Belma seenaknya. Dan benar saja, “Crooot.. croooot.. crooot.. croooooottt..” sebanyak enam kali semprot, mani Rusli keluar di dalam liang senggama milik Belma. Sisa-sisa mani yang ada pada kepala penis Rusli, kemudian dibersihkan oleh Belma dengan lidah dan mulutnya. Bahkan sebagian di antaranya ada yang ditelan olehnya.
Keduanya kemudian saling melemparkan senyum puas. Sejak itu, Rusli dan Belma menjadi sepasang kekasih. Dimana pun mereka memiliki kesempatan, mereka selalu berhubungan seks. Sampai saat itu, Belma tidak pernah tahu bahwa Rusli lah yang pertama memperawaninya melalui roh sukmanya. Memang hebat ilmu hitam si Mbah Dul.....
Cinta Dan Nafsu Seks Yang Di Tolak Dukun Pun Bertindak
By cerita seks / Posted on 3:23 PM / Cewek Cantik dan Sexy
Cerita Seks Cinta Dan Nafsu Seks Yang Di Tolak Dukun Pun Bertindak^_^ Siang itu suasana kantor PT. Langit Sentosa begitu sepi. Di sebuah ruangan, di lantai dua, sang manajer, Pak Rusli namanya, tengah melamun. Sambil duduk dengan mengangkat kedua kakinya ke atas meja, ia terus saja berpikir.
Ya, ia memang sedang kasmaran dengan seorang gadis. Gadis itu tak lain adalah Belma, bawahannya sendiri. Belma memang cantik dan seksi. Di usianya yang baru mencapai 23 tahun, tubuhnya memang sempurna dan menantang birahi setiap pria yang memandangnya. Terutama dadanya yang terlihat amat membusung indah.
Belma ini sudah cukup lama bekerja di kantor itu. Ia kini menjadi Kepala Bagian Pemasaran dan Distribusi yang membawahi 50 orang karyawan. Berkali-kali Rusli mengajak Belma untuk makan malam, tetapi selalu ditolaknya. Berbagai alasan diutarakannya.
Capeklah, atau alasan lain, mungkin dia sudah punya pacar. Inilah yang membuat Rusli berpikir keras sejak tadi. “Hmm.. gimana caranya supaya ia bisa takluk di pelukanku..? Nah.. aku tahu sekarang.. Aku akan menemui orang itu nanti malam..” tiba-tiba Rusli teringat seseorang yang mungkin menjadi satu-satunya harapan untuk mendapatkan Belma. Dengan penuh semangat, ia mengemudikan mobilnya menuju sebuah hutan terpencil sekitar 18 kilometer dari rumahnya.
Rupanya, orang yang ia tuju adalah seorang pak tua yang tidak lain adalah dukun ilmu hitam. Namanya Mbah Dul. Orang ini terkenal di seantero kota itu sebagai dukun santet yang amat sakti. Apapun keinginan orang yang datang padanya pasti tercapai. Ia belum pernah gagal. Orang yang datang padanya tinggal memberinya upah, baik uang ataupun barang yang lain. Sering kali mereka menghadiahkan wanita untuk ditiduri oleh sang dukun. Tua-tua keladi, makin tua nafsunya makin jadi.
Saat Rusli sampai di rumah tua itu, segera saja ia mengetuk pintu. “Siapa di situ?” terdengar suara Mbah Dul dari dalam. “Permisi, Mbah.. boleh saya masuk..?” teriak Rusli. “Ya, silahkan..” jawab Mbah Dul sambil membuka pintu kayu yang sudah agak reyot itu. Setelah disuruh masuk, Rusli langsung duduk di ruangan tengah rumah tua itu yang penuh dengan bau kemenyan. Bulu kuduknya terasa mulai berdiri.
Diperhatikannya seluruh isi ruangan itu. Memang menyeramkan suasananya. Ada tengkorak, kepala macan, kain-kain bergelantungan yang berwarna hitam dan merah darah, lalu seperti tempat pedupaan yang berada persis di hadapannya. “Ada perlu apa, Nak Rusli malam-malam kemari..?” tiba-tiba Sang Dukun bertanya. Rusli tentu saja kaget tidak kepalang. Ia tidak menyangka Mbah Dul mengetahui namanya.
Benar-benar sakti. “Eh.. anu Mbah.., saya butuh pertolongan.. saya suka dengan seorang gadis.. Belma namanya, kebetulan bawahan saya sendiri di kantor.. tapi saya selalu ditolaknya bila saya mengajaknya keluar makan malam.. Nah ini fotonya..” jawab Rusli dengan terbata-bata sambil mengeluarkan dari kantong kemejanya selembar foto seorang gadis berambut panjang sebahu yang amat cantik. “Oh begitu..” jawab Mbah Dul sambil memegang foto itu dan kemudian mengelus-elus jenggot putihnya yang panjang. “Bisa.. bisa.. tapi apa upahnya nanti kalo kau berhasil mendapatkan dia, heh..?”
“Jangan kuatir, Mbah.. Saya sediakan 150 juta rupiah buat Mbah.. dan kalo saya bisa mendapatkan dia malam ini juga, setengahnya saya berikan dalam bentuk cek sekarang juga.. Gimana Mbah..?” “Baiklah..” jawab si dukun, “Kalo begitu buka pakaianmu.. kau cukup hanya mengenakan celana dalam saja, lalu duduklah dengan posisi bersila di hadapanku..” Rusli pun menuruti semua perintah si dukun. Setelah itu, Mbah Dul kemudian membaca beberapa mantera dan menabur kemenyan di atas pedupaan di depannya.
Tidak lama kemudian, terdengar petir menggelegar dan lampu ruangan itu tiba-tiba padam lalu hidup lagi. Rusli pun kemudian memejamkan matanya. Saat itu juga, roh sukma Rusli seperti terlepas dari tubuhnya dan seperti melayang pergi ke luar rumah itu. Roh sukma Rusli yang setengah telanjang itu bergerak menuju rumah Belma yang berjarak sekitar 14 kilometer dari sana. Di rumahnya, Belma tengah berusaha tidur. Ia mengenakan daster putih yang amat transparan. Di baliknya, ia tidak mengenakan apa-apa lagi.
Payudaranya yang berukuran 38 jelas terlihat, demikian juga dengan bulu-bulu kemaluannya yang menghitam. Setiap malam, ia selalu tidur dengan cara begitu. Ia merasa gerah karena panasnya udara yang terus saja menaungi ruangan kamarnya. Tiba-tiba saat ia ingin terlelap, berhembuslah angin yang terasa menusuk sum-sum tubuh. Ia terbangun. Jendela kamarnya tiba-tiba saja terbuka dan angin itu masuk. Dan memang angin aneh itu adalah terpaan roh sukma Rusli kiriman sang dukun.
Roh sukma Rusli bisa melihat posisi tubuh Belma tapi Belma tidak melihat apa-apa. Ia hanya merasakan terpaan angin aneh itu. Sekonyong-konyong seperti ada dua tangan kekar merobek baju daster Belma. Belma yang kaget menjadi ketakutan setengah mati. Ia berusaha melawannya. Tapi ia kalah cepat. Daster itu lebih dulu robek. Ia kini telanjang. Dan roh sukma Rusli dengan sengaja mendorong tubuhnya jatuh telentang ke ranjang. Dengan cepat roh Rusli mencium bibir, wajah, leher dan payudara Belma yang besar itu.
Belma berusaha melakukan perlawanan. Tapi ia bingung, sebab ia merasakan ciuman-ciuman itu tapi sosok yang menciumnya tidak terlihat. Beberapa menit kemudian, karena putus asa, ia menyerah. Roh Rusli kemudian membuka celana dalamnya. Lalu penisnya yang sudah membesar diarahkan ke mulut Belma. Karena sudah merasa terangsang oleh ciuman-ciuman itu, Belma pun mulai mengulum penis besar tegak yang tidak kelihatan tapi terasa wujudnya itu. Ia mengulum, menghisap-hisap, dan menjilat penis itu.
Kalau ada orang yang melihat Belma saat itu, pastilah orang itu akan mengira bahwa Belma sedang berpantomim dengan memperagakan gerakan oral seks. Tapi Belma memang merasa ada penis besar tegak sedang dihisap dan dijilat-jilatnya. Tanpa membuang waktu lagi, roh sukma Rusli segera membuka kedua kaki Belma. Tampak sekarang liang kewanitaannya yang sudah basah karena terangsang berat. Roh Rusli pun segera mengarahkan penisnya ke liang kemaluan Belma.
Dengan sekali dorongan, “Bless.. jeb.. bless..” masuklah penis besar tegak itu ke lubang senggama Belma. Belma terlihat merem-melek merasakan senjata aneh itu keluar masuk di liang ajaibnya. Darah segar pun mengalir keluar dari vaginanya. Darah perawan, karena memang selama ini Belma belum pernah berhubungan dengan pria manapun. Karena merasa keenakan, Belma pun mengimbanginya dengan menggerak-gerakkan tubuhnya ke atas, ke bawah dan berputar-putar.
Kemudian roh sukma Rusli pun mengangkat tubuh Belma dan menyuruhnya untuk menungging. Ia lantas menusukkan penisnya dari belakang. Dan penis itu pun masuk tanpa halangan lagi. Belma terlihat menikmati tusukan penis itu. Dan sejam kemudian, roh sukma Rusli pun seperti akan mencapai puncak orgasmenya dan ia pun menumpahkan maninya ke sekujur tubuh Belma yang saat itu telah tergolek tidak berdaya.
Setelah puas, roh itu seolah-olah terbang kembali ke tempat asalnya. Belma yang kemudian tersadar, menjadi bingung dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah terjadi. Tapi kemudian ia sadar bahwa sesosok makhluk tanpa bentuk telah menodainya dan ia tidak tahu siapa sebenarnya makhluk itu. Ia lantas menangis tersedu-sedu. Nasi sudah menjadi bubur.
Ya, keperawanannya telah hilang. Entah apa yang akan dikatakannya pada Willy, pacarnya bila akhirnya mereka menikah suatu hari nanti. Sementara itu di rumah sang dukun, Rusli yang telah berpakaian lengkap kembali, tersenyum puas. “Terima kasih Mbah.. Ini cek senilai 75 juta yang tadi saya janjikan.. Saya akan memberikan sisanya bila Mbah mampu membuat Belma menjadi tergila-gila pada saya..” ujarnya dengan senyuman licik di wajahnya.
Baca Juga : Bersetubuh Dengan Pacar Abangku Yang Bohai Dan Sangek
“Oh.. itu gampang.. telan saja telur empedu rusa Kalamujeng ini.. dijamin besok pun gadis itu akan kau nikmati lagi kesintalan tubuhnya..” jawab si dukun sambil mengambil sebuah benda mirip telur hijau kecil dari kantong jubah lusuhnya. Tanpa pikir panjang lagi, Rusli menelan telur itu. Keesokan harinya, apa yang dikatakan Mbah Dul benar-benar terjadi.
Saat suasana kantor pagi itu belum terlalu ramai, pintu kantor Rusli diketuk seseorang. Ketika Rusli menanyakan siapa yang mengetuk, suatu suara lembut berujar, “Maaf Pak.. saya ingin berbicara sebentar dengan Bapak..” Mendengar suara itu, bukan main girangnya hati Rusli. Ya, itu suara Belma. Inilah kesempatan yang ia tunggu-tunggu.
Dengan bergegas ia membuka pintu itu, dan ternyata benar. Belma tampak cantik berdiri di sana dengan mengenakan rok mini. Sebuah senyuman genit tampak di wajahnya. Tanpa membuang waktu lagi, Rusli menarik tangan Belma. Ia lalu membawanya ke sofa besar di pojokan ruang kantornya itu. Dengan cepat ia mencium bibir Belma dan Belma pun membalasnya dengan semangat. Tangan Rusli pun segera menggerayangi tubuh mulusnya. Pertama-tama yang dituju adalah tentu saja buah dada besarnya.
Dibukanya kancing kemeja Belma, lalu disingkapkannya BH-nya, dan segera saja payudara itu diremas-remasnya tanpa ampun. Belma tentu saja menggelinjang hebat. Lalu ia dengan inisiatif sendiri membuka semua pakaiannya. Melihat itu, Rusli tak mau kalah. Penisnya sudah tegang seperti siap untuk berperang. Tanpa disuruh lagi, saat keduanya sudah telanjang total, Belma jongkok dan meraih penis itu untuk dikulum, dihisap-hisap lalu dijilatnya sambil membelai-belai kantong zakar Rusli.
Rusli merasakan kenikmatan surga dunia yang tiada taranya. Kepala penisnya dijilat-jilat dengan penuh nafsu oleh Belma. Setelah penis itu benar-benar tegak, kini giliran Rusli yang mencoba membuat Belma terangsang. Diciuminya bulu-bulu kemaluan Belma, lalu lidahnya dengan sengaja dijulurkan ke dalam vagina Belma sambil berusaha menarik-narik keluar klitorisnya.
“Uuhhh.. aahhh.. oohhh.. aahhhh.. aduh nikmatnya.. Terus Pak.. terus..” Cerita Terpanas
Kata Belma dengan tangannya memegang kepala Rusli yang kini sedang bergerilya di pangkal pahanya. “Masukin sekarang aja, Pak.. kumohon, Sayangku..” Mendengar itu, Rusli segera mengajak Belma bermain di atas meja kantornya yang cukup besar. Rusli rebahan di sana dan Belma langsung naik ke atas pahanya.
Posisi mereka berhadapan. Dengan penuh kelembutan, Belma membawa penis Rusli yang sudah tegak dan besar itu ke liang kenikmatannya. Dan ia pun dengan sengaja menurunkan pantatnya Dan, “Bless.. bless.. jeb.. ooouh..” penis itu tak ayal lagi masuk separuhnya ke lubang kemaluan Belma. Sementara Belma terus saja naik turun di atas pahanya, Rusli segera dengan posisi duduk meraih payudara Belma dan mencium serta menghisapnya seperti seorang bayi yang sedang disusui oleh ibunya.
Setengah jam berlalu, tapi permainan birahi mereka belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kemudian Rusli turun dari meja itu, lalu menyuruh Belma menungging dengan tangan berpegangan pada pinggiran meja itu. Penisnya yang kini telah basah oleh cairan vagina Belma kembali diarahkan ke lubang senggama Belma.
Dengan sekali tancap, penis itu masuk. “Bless.. bless.. sluup.. plak.. plak..” terdengar bunyi daging paha keduanya bergesekan dengan keras. Tiba-tiba saja, kedua mata Rusli terbeliak yang berarti ia sebentar lagi akan ejakulasi. “Di dalam atau di luar, Bel..?” tanyanya di tengah-tengah puncak nafsunya.
“Di dalam aja deh.. biar nikmat, Paak..” jawab Belma seenaknya. Dan benar saja, “Crooot.. croooot.. crooot.. croooooottt..” sebanyak enam kali semprot, mani Rusli keluar di dalam liang senggama milik Belma. Sisa-sisa mani yang ada pada kepala penis Rusli, kemudian dibersihkan oleh Belma dengan lidah dan mulutnya. Bahkan sebagian di antaranya ada yang ditelan olehnya.
Keduanya kemudian saling melemparkan senyum puas. Sejak itu, Rusli dan Belma menjadi sepasang kekasih. Dimana pun mereka memiliki kesempatan, mereka selalu berhubungan seks. Sampai saat itu, Belma tidak pernah tahu bahwa Rusli lah yang pertama memperawaninya melalui roh sukmanya. Memang hebat ilmu hitam si Mbah Dul.....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)















0 comments:
Post a Comment