Chat with us, powered by LiveChat
Situs Togel Online Goo4dagen sbobet terpercaya ads-banner24ads-banner25 Situs judi casinositus casino online

Sunday, September 23, 2018

0

Gadis SMA Cantik Yang Di Perkosa Tukang Becak


Cerita Seks Gadis SMA Cantik Yang Di Perkosa Tukang Becak^_^  Desy adalah seorang gadis pelajar kelas 3 di sebuah SMU negeri terkemuka di kota Bandung. Gadis yang berusia 18 tahun ini memiliki tubuh yang sekal dan padat, kulitnya kuning langsat. Rambutnya tergerai lurus sebahu, wajahnya juga lumayan cantik.

Dia adalah anak bungsu dari empat bersaudara, ayahnya adalah seorang pejabat yang kini bersama ibunya tengah bertugas di ibukota, sedangkan kakak-kakaknya tinggal di berbagai kota di pulau jawa ini karena keperluan pekerjaan atau kuliah. Maka tinggal lah Desy seorang diri di rumah tersebut, terkadang dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri ternama di kota itu.

Sebagai anak ABG yang mengikuti trend masa kini, Desy sangat gemar memakai pakaian yang serba ketat termasuk juga seragam sekolah yang dikenakannya sehari-hari. Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di atas lutut sudah cukup menyingkapkan kedua pahanya yang putih mulus, dan ukuran roknya yang ketat itu juga memperlihatkan lekuk body tubuhnya yang sekal menggairahkan.

Penampilannya yang aduhai ini tentu mengundang pikiran buruk para laki-laki, dari yang sekedar menikmati kemolekan tubuhnya sampai yang berhasrat ingin menggagahinya. Salah satunya adalah Joni, si tukang becak yang mangkal di depan gang rumah Desy. Joni, pria berusia 40 tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering naik tak terkendali apabila melihat gadis-gadis cantik dan seksi melintas di hadapannya.

Sosok pribadi Desy memang cukup mudah dalam bergaul dan sedikit genit termasuk kepada Joni yang sering mengantarkan Desy dari jalan besar menuju ke kediaman Desy yang masuk ke dalam gang.


Suatu sore, Desy pulang dari sekolah. Seperti biasa Joni mengantarnya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintik-rintik, keadaan di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota Bandung. Dan Joni memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan hasrat birahinya kepada Desy. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana Desy nanti akan digagahi.

Joni sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang dilewati sehari-hari karena jalannya memutar melewati area pekuburan. “Lho koq lewat sini Pak?”, tanya Desy.
“Di depan ada pesta kawinan, jadi jalannya ditutup”, bujuk Joni sambil terus mengayuh becaknya.

Dengan sedikit kesal Desy pun terpaksa mengikuti kemauan Joni yang mulai mengayuh becaknya agak cepat. Setelah sampai pada lokasi yang telah direncanakan Joni, yaitu di sebuah bangunan tua di tengah areal pekuburan, tiba-tiba Joni membelokkan becaknya masuk ke dalam gedung tua itu.

“Lho kenapa masuk sini Pak?”, tanya Desy.
“Hujan..”, jawab Joni sambil menghentikan becaknya tepat di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. Dan memang hujan pun sudah turun dengan derasnya.

Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tidak dipakai lagi, paling-paling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Desy menjadi semakin panik, wajahnya mulai terlihat was-was dan gelisah.


“Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, daripada basah-basahan sama air hujan mending kita basah-basahan keringat..”, ujar Joni sambil menyeringai turun dari tempat kemudi becaknya dan menghampiri Desy yang masih duduk di dalam becak.

Bagai tersambar petir Desy pun kaget mendengar ucapan Joni tadi.

“A.. Apa maksudnya Pak?”, tanya Desy sambil terbengong-bengong.
“Non cantik, kamu mau ini?” Joni tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya yang telah mengeras dan membesar.

Desy terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini.

“J.. Jaangan Pak.. Jangann..” pinta Desy dengan wajah yang memucat.

Sejenak Joni menatap tubuh Desy yang menggairahkan, dengan posisinya yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abu-abu seragam SMU-nya kedua paha Desy yang putih bersih itu. Kaos kaki putih setinggi betis menambah keindahan kaki gadis itu. Dan di bagian atasnya, kedua buah dada ranum nampak menonjol dari balik baju putih seragamnya yang berukuran ketat.

“Ampunn Pak.. Jangan Pak..”, Desy mulai menangis dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah ingin menjaga jarak dengan Joni yang semakin mendekati tubuhnya.


Tubuh Desy mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu, tetapi karena dirasakannya sepasang tangan yang kasar mulai menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menampik tangan Joni yang mulai menjamah paha Desy, tapi percuma saja karena kedua tangan Joni dengan kuatnya memegang kedua paha Desy.

“Oohh.. Jangann.. Pak.. Tolongg.. Jangann..”, Desy meronta-ronta dengan menggerak-gerakkan kedua kakinya. Akan tetapi Joni malahan semakin menjadi-jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Desy itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Desy.

Desy pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di dalam ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Joni mulai bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha Desy. Tubuh Desy menggeliat ketika tangan-tangan Joni mulai menggerayangi bagian pangkal paha Desy, dan wajah Desy menyeringai ketika jari-jemari Joni mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.

“Iiiihh..”, pekikan Desy kembali menggema di ruangan itu di saat jari Joni ada yang masuk ke dalam liang vaginanya.

Baca Juga : Cinta Dan Nafsu Seks Yang Di Tolak Dukun Pun Bertindak

Tubuh Desy menggeliat kencang di saat jari itu mulai mengorek-ngorek lubang kewanitaannya. Desah nafas Joni semakin kencang, dia nampak sangat menikmati adegan ‘pembuka’ ini. Ditatapnya wajah Desy yang megap-megap dengan tubuh yang menggeliat-geliat akibat jari tengah Joni yang menari-nari di dalam lubang kemaluannya.


“Cep.. Cep.. Cep..”, terdengar suara dari bagian selangkangan Desy. Saat ini lubang kemaluan Desy telah banjir oleh cairan kemaluannya yang mengucur membasahi selangkangan dan jari-jari Joni.

Puas dengan adegan ‘pembuka’ ini, Joni mencabut jarinya dari lubang kemaluan Desy. Desy nampak terengah-engah, air matanya juga meleleh membasahi pipinya. Joni kemudian menarik tubuh Desy turun dari becak, gadis itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya meremas-remas pantat gadis itu yang sintal sementara Desy hanya bisa terdiam pasrah, detak jantungnya terasa di sekujur tubuhnya yang gemetaran itu. Joni juga menikmati wanginya tubuh Desy sambil terus meremas remas pantat gadis itu.

Selanjutnya Joni mulai menikmati bibir Desy yang tipis dan sensual itu, dikulumnya bibir itu dengan rakus bak seseorang yang tengah kelaparan melahap makanan.

“Eemmgghh.. Mmpphh..”, Desy mendesah-desah di saat Joni melumat bibirnya. Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bibir Desy oleh gigi dan bibir Joni yang kasar dan bau rokok itu. Ciuman Joni pun bergeser ke bagian leher gadis itu.
“Oohh.. Eenngghh..”, Desy mengerang-ngerang di saat lehernya dikecup dan dihisap-hisap oleh Joni.

Cengkeraman Joni di tubuh Desy cukup kuat sehingga membuat Desy sulit bernafas apalagi bergerak, dan hal inilah yang membuat Desy pasrah di hadapan Joni yang tengah memperkosanya. Setelah puas, kini kedua tangan kekar Joni meraih kepala Desy dan menekan tubuh Desy ke bawah sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh Joni yang berdiri tegak di hadapannya. Langsung saja oleh Joni kepala Desy dihadapkan pada penisnya.

“Ayo.. Jangan macam-macam non cantik.. Buka mulut kamu”, bentak Joni sambil menjambak rambut Desy.

Takut pada bentakan Joni, Desy tak bisa menolak permintaannya. Sambil terisak-isak dia sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan segera saja Joni mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Desy.


“Hmmphh..”, Desy mendesah lagi ketika benda menjijikkan itu masuk ke dalam mulutnya hingga pipi Desy menggelembung karena batang kemaluan Joni yang menyumpalnya.
“Aaaaahhh..” sebaliknya Joni mengerang nikmat. Kepalanya menengadah keatas merasakan hangat dan lembutnya rongga mulut Desy di sekujur batang kemaluannya yang menyumpal di mulut Desy.

Desy menangis tak berdaya menahan gejolak nafsu Joni. Sementara kedua tangan Joni yang masih mencengkeram erat kepala Desy mulai menggerakkan kepala Desy maju mundur, mengocok penisnya dengan mulut Desy. Suara berdecak-decak dari liur Desy terdengar jelas diselingi batuk-batuk.

Beberapa menit lamanya Joni melakukan hal itu kepada Desy, dia nampak benar-benar menikmati. Tiba-tiba badan Joni mengejang, kedua tangannya menggerakkan kepala Desy semakin cepat sambil menjambak-jambak rambut Desy. Wajah Joni menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat dan..

“Aaahhhhhhh..”, Joni melengking, crooot.. croott.. crroooott.. Cerita Terpanas

Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari kemaluan Joni yang mengisi mulut Desy yang terkejut menerima muntahan cairan itu. Desy berusaha melepaskan batang penis Joni dari dalam mulutnya namun sia-sia, tangan Joni mencengkeram kuat kepala Desy. Sebagian besar sperma Joni berhasil masuk memenuhi rongga mulut Desy dan mengalir masuk ke tenggorokannya serta sebagian lagi meleleh keluar dari sela-sela mulut Desy.

“Aaahh”, sambil mendesah lega, Joni mencabut batang kemaluannya dari mulut Desy.

Nampak batang penisnya basah oleh cairan sperma yang bercampur dengan air liur Desy. Demikian pula halnya dengan mulut Desy yang nampak basah oleh cairan yang sama. Desy masih dalam posisi terpaku berlutut, namun tubuhnya juga lemas dan shock setelah diperlakukan Joni seperti itu.


“Sudah Pak.. Sudahh..” Desy menangis sesenggukan, terengah-engah mencoba untuk ‘bernego’ dengan Joni yang sambil mengatur nafas berdiri dengan gagahnya di hadapan Desy.

Nafsu birahi yang masih memuncak dalam diri Joni membuat tenaganya menjadi kuat berlipat-lipat kali, apalagi dia telah menenggak jamu super kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya. Setelah berejakulasi tadi, tak lama kemudian nafsunya kembali bergejolak hingga batang kemaluannya kembali mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.

Joni kemudian memegang tubuh Desy yang masih menangis terisak-isak. Desy sadar akan apa yang sebentar lagi terjadi kepadanya yaitu sesuatu yang lebih mengerikan. Badan Desy bergetar ketika Joni menidurkan tubuh Desy di lantai gudang yang kotor itu, Desy yang mentalnya sudah jatuh seolah tersihir mengikuti arahan Joni.

Setelah Desy terbaring, Joni menyingkapkan rok abu-abu seragam SMU Desy hingga setinggi pinggang. Kemudian dengan gerakan perlahan, Joni merosotkan celana dalam putih yang masih menutupi selangkangan Desy. Kedua mata Joni pun melotot tajam ke arah kemaluan Desy. Kemaluan yang merangsang, ditumbuhi rambut yang tidak begitu banyak tapi rapi menutupi bibir vaginanya, indah sekali.


Joni langsung saja mengarahkan batang penisnya ke bibir vagina Desy. Desy menjerit ketika Joni mulai menekan pinggulnya dengan keras, batang penisnya yang panjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam liang vagina Desy.

“Aaaaahhhh..sakit Paakk”, Desy menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya meringis menahan rasa pedih di selangkangannya.

Kedua tangan Desy ditekannya di atas kepala, sementara ia dengan sekuat tenaga melesakkan batang kemaluannya di vagina Desy dengan kasar dan bersemangat.

“Aaiiiiihh..”, Desy melengking keras di saat dinding keperawanannya berhasil ditembus oleh batang penis Joni. Darah pun mengucur dari sela-sela kemaluan Desy.
“Ohhss.. SSsshh.. Hhmmh.. Eeaahhghh..” Joni mendesis nikmat.

Setelah berhasil melesakkan batang kemaluannya itu, Joni langsung menggenjot tubuh Desy dengan kasar.

“Oouhh.. Oougghh.. Oooohh..”, Desy mengerang-ngerang kesakitan. Tubuhnya terguncang-guncang akibat gerakan Joni yang keras dan kasar. Sementara Joni yang tidak peduli terus menggenjot Desy dengan bernafsu. Batang penisnya basah kuyup oleh cairan vagina Desy yang mengalir deras bercampur darah keperawanannya.

Sekitar beberapa menit lamanya Joni menggagahi Desy yang semakin kepayahan itu, sepertinya Joni sangat menikmati setiap hentakan demi hentakan dalam menyetubuhi Desy, sampai akhirnya di menit ke-tujuh, tubuh Joni kembali mengejang keras, urat-uratnya menonjol keluar dari tubuhnya yang hitam kekar itu dan Joni pun berejakulasi.


“Aaaaaaahhhh..” Joni memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang tiada tara dengan menumpahkan seluruh spermanya di dalam rongga kemaluan Desy yang tengah menggelepar kepayahan dan kehabisan tenaga karena tak sanggup lagi mengimbangi gerakan-gerakan Joni.

Dan akhirnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut Joni. Joni puas sekali karena telah berhasil melaksanakan hajatnya yaitu memperkosa gadis cantik yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda dirinya.

Setelah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, akhirnya Joni dengan becaknya kembali mengantarkan Desy yang kondisinya sudah lemah pulang ke rumahnya. Karena masih lemas dan akibat rasa sakit di selangkangannya, Desy tak mampu lagi berjalan normal hingga Joni terpaksa menuntun gadis itu masuk ke dalam rumahnya.

Suasana di lingkungan rumah yang sepi membuat Joni dengan leluasa menuntun tubuh lemah Desy hingga sampai ke teras rumah dan kemudian mendudukkannya di kursi teras. Setelah berbisik ke telinga Desy bahwa dia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuhnya yang molek itu, Joni pun kemudian meninggalkan Desy dengan mengayuh becaknya menghilang di kegelapan malam, meninggalkan Desy yang masih terduduk lemas di kursi teras rumahnya.

0 comments:

Post a Comment