Tuesday, September 18, 2018
0
Cerita Seks Terpaksa Menjual Diri Kepada Pria Tua Bangka Demi Biaya Operasi Ibu^_^ Cerita ini bermula ketika Perusahaan expor-impor milik ayahku mengalami kebangkrutan karena selisih mata uang Dolar dan rupiah begitu tinggi sehingga ayahku menanggung hutang ratusan juta rupiah pada rekanan bisnisnya.
Karena tak kuat menanggung stres akibat tekanan, ayahku meninggal dunia karena Hypertensi akut. Rumah dan 3 mobil kami terpaksa dijual untuk melunasi hutang hutang tersebut. Aku dan Ibuku akhirnya pindah kerumah kontrakan dgn sisa uang yg ada untuk modal hidup.
Hal ini merupakan pukulan berat bagiku karena dari kecil aqu sudah terbiasa hidup senang dan mewah tetapi aqu berusaha untuk berdaptasi.
Dgn terpaksa Sementara waktu aku hentikan dulu kuliahku karena aqu harus kerja untuk menambah pendapatan. Dgn modal wajah yg cantik plus body yg putih mulus aqu dapat diterima sebagai SPG di perusahaan otomotif ternama di Jakarta.
Di sini aku mempunyai kawan akrab sesama SPG bernama Friska, orangnya juga cantik dgn badan tinggi semampai seperti Pragawati. Kami berdua sangat dikenal oleh para karyawan karena selain ramah juga pintar memikat pelanggan agar membeli kendaraan mewah yg kami promosikan.
Sebagian besar mereka adalah para lelaki Pengusaha, apalagi dgn baju seragam ketat dan di padu dgn rok mini yg menampakkan keindahan kaki kami sampai keatas lutut menjadi daya tarik utama setiap stand pameran otomotif. Sebenarnya aqu cukup risih juga dipandangi oleh para pembeli tetapi terpaksa kulupakan karena itulah cara kami menjual Mobil mewah.
Diantara para SPG memang sering kudengar dari cerita Friska bahwa banyak diantaranya yg berlaku negatif yaitu selain mempromosikan barang otomotif juga bersedia diajak kencan oleh para Pembeli.
Friska pun mengakui bahwa dirinya juga pernah melakukanya untuk menambah penghasilan, tapi hanya pelanggan tertentu saja yg ia layani. Aqu hanya geleng geleng kepala mendengarnya karena selama ini aqu tak berminat mencampuri urusan orang maka aqu tak memperdulikannya, yg penting aqu tak terbawa oleh arus mereka.
Setelah beberapa bulan bekerja, musibah kedua menimpa kami lagi, Ibuku yg sudah tua mendadak kambuh lagi penyakit ginjalnya, kali ini lebih parah karena sudah lama tak kontrol kesehatan lagi.
Menurut dokter ibuku harus segera menjalani operasi ginjal dalam minggu ini atau tak ada harapan lagi bila ditunda. Yg membuatku jadi pusing adalah masalah biayanya yg besar. Seluruh tabunganku yg ada hanya cukup untuk biaya rumah sakitnya saja sedang untuk operasinya masih butuh belasan juta rupiah. Hal ini aqu ceritakan pula pada Friska kawan baikku siapa tahu dia dapat menolongku.
“Biaya operasi ibumu memang tinggi sekali, aqu tak punya uang banyak untuk membantumu, tapi cobalah minta bantuan om Bimo direktur perusahaan kita bekerja, karena dia pernah juga membantuku.” ujar Friska memberikan solusinya.
Om Bimo memang direktur pemilik perusahaan otomotif tempatku bekerja orangnya agak gemuk pendek WNI usianya 50-an, dgn pakaiannya selalu rapi dan necis.
Sebenarnya Aku paling tak suka menjumpai orang ini, meskipun sudah tua tapi matanya selalu jelalatan bila melihat para karyawati SPGnya yg menggunakan seragam promosi yg ketat dan Rok mini yg tinggi, bahkan dia pernah dgn sengaja meraba pahaku ketika berpapasan dgnnya di ruang ganti pakaian tapi segera kutepis dan kutinggal pergi.
“Silahkan Masuk..!” terdengar suara dari balik pintu yg kuketuk… , eeh… Shira, silahkan duduk Shira… Tanpa ragu akupun duduk dikursi tamu yg berhadapan dgn meja kerja Om Bimo yg mewah.
“ada yg bisa kubantu… ?” tanya Om Bimo sembari menatap nakal kearahku. Aku jadi agak gugup dan sedikit berkeringat. Tanpa membuang waktu aku ceritakan masalahku untuk meminjam uang untuk biaya operasi ibuku sebesar 25 juta rupiah. Sejenak kulihat Om Bimo berdiam diri, tapi kulihat lagi dia tersenyum licik sembari menatap badanku dalam dalam.
“Mhmmm..itu hal yg mudah, kamu bisa dapatkan uang itu tanpa harus meminjam… tapi harus ada imbalannya… “kata Om Bimo sembari berkedip nakal.
“Saya tak mengerti, imbalan apa yg Om Maksudkan ?” kataku agak serius.
“Begini, Om Bimo akan berikan uang sejumlah itu tanpa meminjam, tetapi sebagai imbalannya beri aku keperawananmu. ”kata Om Bimo singkat sembari tersenyum kurang ajar. Aku tertegun tak percaya mendengar permintaannya, benar benar memalukan siTua ini umpatku dalam hati.
“Aku tak bersedia..!” kata ku ketus sembari berdiri dan keluar dari kantornya.
“Aku menunggumu bila berubah pikiran Shira… !” selintas masih sempat kudengar suara Om Bimo sebelum pergi… dasar mesum, kata ku lagi. Dirumah kutumpahkan semua kekesalanku dgn menangis sepuas puasnya, sepertinya aku tak punya pilihan lagi, bila tak segera dioperasi ibuku akan meninggal tapi dipilihan lain aku harus menyerahkan keperawananku pada Bandot licik yg mengincar keindahan badanku.
Tak ada cara lain untuk mendapatkan uang sebesar itu, Demi kesembuhan ibuku akhirnya kuputuskan untuk menjumpai Om Bimo lagi keesok harinya. Dgn memakai seragam SPG dan rok mini yg ketat, jam 9 pagi aku datangi lagi ruangan kantor Om Bimo.
“he..he… he… akhirnya kau datang juga Shira cantik, apakah kau sudah siap melayaniku diranjang..he.he..he..?” Om Bimo tertawa penuh kemenangan. Aku hanya diam saja menerima ejekan itu.
“Baiklah, Om Bimo bisa menikmati badanku setelah kupastikan ibuku di operasi hari ini..”jawabku dgn berat hati.
“Oke, No Problem “Om Bimo menuliskan selembar cek dgn nominal sesuai yg ia janjikan kemarin kemudian didepanku dia menelpon rumah sakit untuk memastikan operasi hari ini. Segera aku masukan cek itu kedalam tas kecilku, aku memang membutuhkannya.
“Semuanya sudah beres, sekarang kau tepati janjimu nona cantik, mari ikut aku..”kata Om Bimo sembari menggandengku keluar ruangan.
“Dasar Bandot… kali ini engkau menang.!” kata ku dalam hati sembari mengikutinya masuk kedalam kemobil. Om Bimo ternyata membawaku ke sebuah hotel terkenal di Jakarta pusat. Sepertinya Om Bimo sudah sering datang kemari, Setengah ketakutan aku melangkah masuk ke hotel tersebut.
Debaran jantungku semakin kencang ketika Om Bimo menggandengku menuju kamar VIP dilantai lima. Beberapa pasang mata pegawai hotel nampak menatap kami, mungkin aneh dipandang seorang perempuan muda cantik berjalan digandeng lelaki tua bangka menuju kamar hotel mereka pasti sudah tahu apa yg akan terjadi pada perempuan cantik itu…
Ahh terlalu beruntung siTua ini dapat kuda tunggangan yg aduhai. Aku terpaku diam berdiri didepan pintu kamar 501 yg sudah dibuka Om Bimo, rasanya aku ingin segera lari dari tempat ini.
“Ayo masuk Shira.., kita selesaikan urusan kita.”kata Om Bimo sembari menarik lenganku dan menutup pintu kamar Hotel. Begitu pintu terkunci Om Bimo Langsung memelukku merapat ketembok, rupanya napsunya sudah tak tertahankan lagi melihat kemulusan kulit badanku.
Aku sedikit berontak ketika Tangan Om Bimo mulai meraba pahaku yg putih, Mataku melotot marah padanya. Hampir saja kutampar wajahnya yg klimis itu.
“Ingat perjanjian kita Shira, keinginanmu sudah aku penuhi.. sekarang aku bebas menikmati keindahan badanmu.!” kata Om Bimo sembari kembali mengangkat rok miniku sehingga menampakan kemulusan pahaku lalu menjamahinya.
..oughhhh..aaahh.. entah kemana keangkuhan dan kesombonganku selama ini, Kali ini aku tak berdaya melawannya, aku memang sudah terikat perjanjian itu dan badanku saat ini adalah miliknya.
Aku hanya bisa memejamkan mata ketika kurasakan tangan Om Bimo mulai rajin menyusuri pahaku sampai kepangkal atas.. aah, Rasanya aku ingin menagis saja tapi air mataku tak ada yg keluar.
“ooh… aahhhh… “suara napasku tak sanggup lagi kutahan ketika tangan Om Bimo mulai menyusup kedalam celana dalamku dan bermain disana. Om Bimo tersenyum senang melihat Aku tampak pasrah dalam pelukannya.
Selama ini Shira selalu angkuh bila didekatinya bahkan pernah mempermalukannya dihadapan para SPG yg lain. Setelah puas menjamahi selangkanganku, Om Bimo lalu melepasku dan mengajakku berjalan kedalam ruang Utama yg lebih luas.
Sembari berjalan mengikutinya aku merapikan kembali Rok miniku yg mulai acak acakan akibat jamahan Tangan Om Bimo. Kulihat Sebuah Ranjang yg besar dan mewah di tengah ruangan ini.
“Kamu tunggu disini dulu, aku mau minum Viagra biar bisa menjebol gawangmu. ”kata Om Bimo sembari berkedip nakal. Aku memalingkan muka pura pura tak mendengar perkataannya. Begitu Om Bimo pergi Aku segera membuka tas kecilku, dari dalam tas itu kukeluarkan sebutir pil kontrasepsi yg sudah aku persiapkan dari rumah dan segera menelannya karena aku tak mau hamil akibat perbuatan Om Bimo.
Tampaknya Om Bimo sudah biasa menyewa kamar hotel ini, Tak berani kubayangkan sudah berapa banyak perempuan muda cantik yg sudah digarapnya diranjang itu.
Kawanku Friska yg cantikpun pernah cerita bahwa dirinya juga pernah digarap Om Bimo disebuah kamar hotel bintang lima beberapa kali.
Selera Om Bimo Cukup tinggi pada perempuan cantik. Aku meletakkan tasku diatas meja kecil ketika kulihat Om Bimo yg berbadan gemuk pendek mendekatiku.
“Aku Sudah siap mejebol perawanmu nona cantik ..he..he”kata Om Bimo sembari mulai memelukku, tangannya meraba buah dadaku yg membusung kencang.
Aku tak mampu menghindar lagi ketika mulutnya dgn bernapsu melumat lumat bibir merahku. Perasaan geli, jijik dan takut bercampur menjadi satu. Tapi Bandot ini memang sudah sangat berpengalaman menaklukkan wanita.
Tangannya kini makin berani menyusup ke dalam baju ketat lengan pendek yg kupakai, terus bergerak menyusup kebalik BH-ku, beberapa kancing bajuku lepas. Degub jantungku bertambah kencang dan napasku makin memburu ketika kurasakan tangan kasarnya mulai menggeraygi dadaku, apalagi jari-jarinya turut mempermainkan puting buah dadaku.
Aku hanya mandah saja ketika Om Bimo mulai menjamah tiap jengkal badanku, aku sudah terikat perjanjian. Sembari menyupangi leherku yg putih bersih tangannya mulai menaikkan rok mini yg kupakai sembari meraba-raba pahaku yg jenjang dan mulus.
Satu-persatu kancing bajuku dipretelinya tanpa dapat kucegah sehingga BH-ku yg berwarna merah muda, belahan dada, dan perutku yg rata nampak jelas menantang. Tanganku tak mampu menutupinya lagi. Melihat buah dadaku yg kencang itu Om Bimo makin bernafsu, dgn kasar BH itu dibukanya lepas dan menyembul lah buah dadaku yg putih mulus dgn puting buah dada berwarna merah muda
“wah..badanmu memang benar benar mulus dan indah Shira.., sungguh beruntung aku dapat menikmatinya… he..he..” mata om Bimo melotot memandangi buah dadaku. Secara reflek tanganku berusaha menutupi buah dadaku yg terbuka itu tetapi Om Bimo yg sudah berpengalaman langsung menangkap kedua tanganku dan membentangkannya lebar lebar.
Mataku terpejam tak sanggup menahan malu, selama ini belum pernah ada laki laki yg berani menjamahku karena aku sangat galak menjaganya, tapi kali ini aku tak berdaya menolaknya. Badanku mengelinjang gelinjang menahan birahi karena cumbuan Om Bimo pada dadaku, secara bergantian Om Bimo menghisap hisap kedua puting buah dadaku yg kenyal itu bagaikan bayi yg kehausan.
“oohh… oohhhh… ooohhhhhh”suara rintihanku tak dapat lagi kutahan. Bandot tua ini benar benar pintar merangsangku. Kemaluanku mulai terasa basah dibuatnya. Perlahan kurasakan Om Bimo mulai membuka resleting rok miniku dan melorotkannya kebawah, tak lama celana dalamku pun menyusul lepas sehingga badanku yg indah sudah tak tertutup selembar benangpun.
Aku mengeluh pasrah ketika Om Bimo mendorongku hingga jatuh terlentang diatas kasur. Sembari berjalan mendekat dia melepas pakaiannya satu persatu. Setelah dia membuka celana dalamnya tampak olehku kemaluannya yg sudah menegang dari tadi.
Gila.., ternyata kemaluannya besar juga, aku tak berani menatapnya. Dibentangkannya kedua belah pahaku di depan wajahnya. Tatapan matanya sangat mengerikan saat memandangi daerah selangkanganku yg dibadani bulu bulu halus, seolah-olah seperti monster lapar yg siap memangsaku.
Om Bimo membenamkan wajahnya pada selangkanganku, dgn penuh nafsu dia melahap dan menghisap hisap kemaluanku yg sudah basah itu, lidahnya dgn liar menjilati dinding kemaluan dan klitorisku.
Aku terpekik pekik kecil dibuatnya, Bandot tua ini benar benar ingin menikmati kecantikan badanku luar dalam. Perlakuannya sungguh membuat diriku serasa terbang, badanku menggelinjang-gelinjang geli diiringi erangan nikmat yg terpaksa.
Sampai akhirnya kurasakan otot badanku mengejang dahsyat, aku mencapai orgasme pertamaku. Cairan kemaluanku tak dapat lagi kubendung.
Baca Juga : Ketagihan Bermain Seks Dengan Pacar Yang Aduhai
“Sluurrpp… sluurpp.. sshhrrpp..” demikian bunyinya ketika Om Bimo menghisap sisa-sisa cairan Kemaluanku.
“Cairan Orgasme perempuan perawan adalah resep awet mudaku selama ini..”kata Om Bimo tersenyum puas.
“Luar biasa Nikmatnya Kemaluanmu, sekarang saatnya kau nikmati pula kemaluanku ini Shira..”kata Om Bimo sembari menyodorkan gagang kemaluannya yg tegang ke muka ku.
“Jangan… aku tak mau… !” kataku sembari berusaha menolak gagang kemaluannya tapi Om Bimo mengancam dan terus memaksakan kemaluannya masuk kemulut ku sembari terus memaju-mundurkan kemaluannya di mulutku.
Pada awalnya aku tetap menolak, namun dia menahan kepalaku hingga aku tak dapat melepaskannya. Terpaksa kuturuti pula kemauannya kuhisap kuat kuat kemaluannya hingga matanya merem melek kenikmatan.
Harga diriku benar benar jatuh saat ini, Aku dipaksa melayaninya dgn Oral. Tak terasa sudah 10 menit aku menyepong Om Bimo, Kemaluannya sudah semakin besar dan keras, dia mengakhirinya dgn menarik kepalaku.
“Sekarang saatnya Aku pecahkan perawanmu Shira..”kata Om Bimo sembari menindih badanku dan membuka lebar-lebar kedua pahaku.
Aku memejamkan mata menunggu detik-detik ketika kemaluannya menerobos kemaluanku. Menyadari kalau aku masih perawan, Om Bimo tak hanya melebarkan kedua pahaku.
Namun dgn jari jemari tangannya Om Bimo kemudian membuka kedua bibir kemaluanku, kemudian dgn perlahan dipandunya gagang kemaluannya yg sudah tegang kearah lubang kemaluanku yg sudah terbuka. Setelah dirasa tepat, perlahan Om Bimo pun menekan bokongnya kebawah.
“Auuw ..Aahhhh… oohhhh..! ” Aku memekik kesakitan sembari meronta ketika gagang kemaluan Om Bimo mulai memasuki lubang kewanitaanku.
Keringatku bercucuran membasahi badanku yg telanjang bulat, Keperawananku yg selama ini kujaga mulai ditembus oleh Om Bimo tanpa sanggup kucegah lagi. Aku meronta ronta kesakitan… Om Bimo yg sudah berpengalaman tak ingin serangannya gagal karena rontaanku segera tangannya menahan bokongku, lalu dgn cepat, ditekan bokongnya kembali kedepan sehingga separuh gagang kelakiannya pun amblas masuk kedalam Kemaluanku.
“Aaaaahhhhhhh… !” Aku memekik kesakitan bersamaan dgn jebolnya keperawananku. Hancur sudah kehormatanku ditangan Bandot tua itu. Sesaat aku masih meronta ronta pelan, namun karena pegangan kedua tangan Om Bimo dibokongku sangat kuat hingga rontaanku tiada arti. Gagang kemaluan terus menerobos masuk mengoyak-ngoyak sisa sisa Perawanku.
Tangisanku mulai terdengar lirih diantara desah napas Om Bimo yg penuh birahi. Badanku yg putih mulus kini tak berdaya dibawah himpitan tubun Om Bimo yg gendut. Sesaat Om Bimo mendiamkan seluruh gagang kemaluannya terbenam membelah Kemaluanku sampai menyentuh rahimku, perutku terasa mulas dibuatnya.
“ha..ha..ha… tak perlu menangis nona cantik, kau sudah kuperawani saat ini, lebih baik nikmati saja kemaluanku ini.” ejek Om Bimo sembari mulai menggoyang bokongnya maju mundur perlahan. Kemaluan Om Bimo kurasakan terlalu besar menusuk Kemaluanku yg masih sempit.
Setiap gesekan kemaluan Om Bimo menimbulkan rasa nyeri yg membuatku merintih rintih, tetapi buat Om Bimo terasa nikmat luar biasa karena Kemaluannya tercepit erat oleh memek Ku yg masih rapat dan baru ditembus perawannya.
Inilah nikmatnya makan perempuan perawan muda yg selama ini membuat Om Bimo jadi ketagihan. Semakin lama gagang Kemaluan Om Bimo semakin lancar keluar masuk menggesek Kemaluanku karena cairan pelumas Kemaluanku mulai keluar secara alamiah, rasa sakit dikemaluanku semakin berkurang, rintihanku perlahan mulai hilang berganti dgn suara napas yg berirama dan terengah engah. Tua bangka ini ternyata memang pintar membangkitkan nafsuku.
hisapan hisapan lidahnya pada putingku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Bagai manapun juga aku adalah manusia normal yg juga punya napsu birahi, sadar atau tidak aku mulai terbawa nikmat oleh permainannya, tak ada guna menolak. lebih baik kunikmati saja perkosaan ini.
“Ooooh… , oooouugh… , aahhmm… , ssstthh!” .erangan panjang keluar dari mulutku yg mungil. akhirnya aku biarkan diriku terbuai dan larut dalam goyangan birahi Om Bimo.
Aku memejamkan mata berusaha menikmati perasaan itu, kubayangkan yg sedang mencumbui badanku ini adalah lelaki muda idamanku. Kemaluannya kini mulai meluncur mulus sampai menyentuh rahimku. Aku mengerang setiap kali dia menyodokkan kemaluannya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati perkosaan ini, aku tak perduli lagi orang ini sesungguhnya adalah Bandot tua yg sudah merenggut kehormatanku.
Darah perawanku kurasakan mulai mengalir keluar membasahi seprai dibawah bokongku. Rasa sakitku kini mulai hilang. Sembari bergoyang menyebadaniku bibirnya tak henti-hentinya melumat bibir dan pentil buah dadaku, tangannya pun rajin menjamahi tiap lekuk badanku sehingga membuatku menggeliat geliat kenikmatan .
Rintihan panjang ahirnya keluar lagi dari mulutku ketika mulai mencapai orgasme, sekujur badanku mengejang beberapa detik sebelum melemas kembali.
Keringat bercucuran membasahi badanku yg polos itu sehingga kulitku yg putih bersih kelihatan mengkilat membuat Bandot itu semakin bernapsu menggumuliku.
Birahi Om Bimo semakin menggila melihat badanku yg begitu cantik dan mulus itu tergeletak pasrah tak berdaya di hadapannya dgn kedua paha yg halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yg mungil itu menjepit dgn ketat gagang kemaluannya yg cukup besar itu.
Sungguh ironi memang, perempuan muda secantik aku terpaksa mendapatkan kenikmatan seperti ini bukan dgn kekasihku, akan tetapi dgn orang asing yg sedang memperkosaku.
Tanpa memberiku kesempatan beristirahat Om Bimo merubah posisi bersebadan. Badanku ditariknya duduk berhadapan muka sembari mengangkang pada pangkuannya, Dgn sekali tekan kemaluan Om Bimo yg besar kembali menembus kemaluanku dan terjepit erat dalam liang kewanitaanku, sedangkan tangan kiri Om Bimo memeluk pinggulku dan menariknya merapat pada badannya, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti kemaluan Om Bimo menerobos masuk ke dalam kemaluanku.
Tangan kanan Om Bimo memeluk punggungku dan menekannya rapat-rapat hingga kini pinggulku melekat kuat pada pinggul Om Bimo.
“Ooooooohh..oohhh… ooohhhh…ahhhh “Aku merintih halus ketika kurasakan gagang kemaluan Om Bimo amblas seluruhnya hingga menyentuh rahimku. Cerita Terpanas
Rintihanku semakin keras saat Bandot itu mulai melumati buah dadaku sehingga menimbulkan perasaan geli yg amat sangat setiap kali lidahnya menyapu-nyapu puting buah dadaku.
Kepalaku tertengadah lemas ke atas, pasrah dgn mata setengah terkatup menahan kenikmatan yg melanda badanku sehingga dgn leluasanya mulut Om Bimo bisa melumati bibirku yg agak basah terbuka itu. Setelah beberapa saat puas menikmati bibirku yg lembut dia mulai menggerakkan badanku naik turun.
“Hmm… Jepitan Memekmu sungguh nikmat sekali Shira… beda dgn perempuan lain yg sering aku setubuhi… “suara Om Bimo sayup sayup kudengar ditelingaku. Aku tak memperdulikannya lagi, saat ini badanku tengah terguncang guncang hebat oleh goyangan pinggul Om Bimo yg semakin cepat. Terkadang Bandot ini melakukan gerakan memutar sehingga kemaluanku terasa seperti diaduk-aduk.
Aku dipaksa terus mempercepat goyanganku karena merasa sudah mau keluar, makin lama gerakannya makin liar dan eranganku pun makin tak karuan menahan nikmat yg luar biasa itu. Dan ketika orgasme kedua itu sampai, aku menjerit histeris sembari mempererat pelukanku.
Benar-benar dahsyat yg kuperoleh meskipun bukan dgn lelaki muda dan tampan. Meski pun sudah tua tapi Om Bimo masih mampu menaklukan perempuan muda sepertiku.
Kali ini dia membalikkan badanku hingga posisi badanku menungging lalu mengarahkan kemaluannya diantara kedua belah pahaku dari belakang.
Dgn sekali sentak Om Bimo menarik pinggulku ke arahnya, sehingga kepala kemaluan tersebut membelah dan terjepit dgn kuat oleh bibir-bibir kemaluanku. “aaaaah… aaaaahhgh!” untuk kesekian kalinya kemaluan laki-laki tersebut menerobos masuk ke dalam liang kemaluanku dan Om Bimo terus menekan bokongnya sehingga perutnya yg gendut itu menempel ketat pada bokong mulusku.
Selanjutnya dgn ganasnya Om Bimo memainkan pinggulnya maju mundur dgn cepat sembari mulutnya mendesis-desis keenakan merasakan kemaluannya terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang kemaluanku yg masih rapat itu.
Inilah pengalaman pertamaku dijamah oleh laki laki yg sudah sangat berpengalaman dalam bersebadan, Meskipun berusaha bertahan aku akhirnya kewalahan juga menghadapi Om Bimo yg ganas dan kuat itu. Bandot tua itu benar-benar luar biasa tenaganya.
Sudah hampir satu jam ia menggoyang dan menyebadaniku tetapi tenaganya tetap prima. Tangannya terus bergerilya merambahi lekuk-lekuk badanku.
Harus kuakui sungguh hebat lelaki seumur dia dapat bertahan begitu lama dan membuatku orgasme berkali-kali, mungkin karena sebelumnya dia sudah minum obat kuat Viagra, aah… entahlah.. aku tak perduli hal itu, yg penting aku sudah melunasi perjanjianku dgn menyerahkan keperempuananku sebagai imbalan uang yg kubutuhkan.
Aku pasrah saja ketika badanku kembali di terlentangkan Om Bimo diatas kasur dan digumulinya lagi dgn penuh birahi.
Rasanya tak ada lagi bagian badanku yg terlewatkan dari jamahannya. Bandot tua itu ternyata tak mau rugi sama sekali, kesempatan menyebadaniku itu dimanfaatkan sebaik mungkin, Tak henti hentinya Om Bimo melahap kedua buah dadaku yg terguncang-guncang terkena hentakan gagang kemaluannya.
Dgn rakus disedot-sedotnya puting buah dadaku dgn kuatnya yg kiri dan kanan bergantian, mataku terpejam pejam dibuatnya, sungguh Om Bimo menikmati puting buah dadaku yg baru tumbuh itu dgn bernapsu.
Tak lama setelah aku mencapai orgasme berikutnya, dia mulai melenguh panjang, sodokanya makin kencang dan kedua buah dadaku diremasnya dgn brutal sampai aku terpekik. Setelah itu dia menekan kemaluannya dalam dalam hingga gagang kemaluannya terbenam seluruhnya sampai menyentuh rahimku.
Aku berteriak kesakitan dan berusaha meronta tetapi Om Bimo membekap bibirku dgn mulutnya sembari tangannya memeluk rapat pinggangku sehingga aku tak mampu bergerak lagi.
Sembari meleguh panjang Om Bimo menembakkan air maninya kedalam rahimku dgn deras tanpa ada perlawanan lagi dariku. Beberapa saat kemudian suasana jadi hening senyap hanya suara napas Om Bimo terdengar naik turun diatas badanku yg masih menyatu dgn badannya.
Aku sudah kehabisan tenaga tak mampu bergerak lagi dan kurasakan maninya menyembur nyembur hangat memenuhi rahimku, semoga saja aku tak hamil pikirku dalam hati. Beberapa saat kemudian Om Bimo mulai bangkit dan mencabut kemaluannya dari badanku, dgn senyum kepuasan karena telah berhasil menikmati kecantikanku luar dalam. Tanganku segera bergerak selimut untuk menutupi badanku yg polos itu.
“Tak perlu kau tutupi lagi badanmu itu, aku sudah tahu dan merasakan semuanya… he..he… “Om Bimo masih sempat mengejek sembari meninggalkanku terbaring lemas di atas ranjang, aku diam saja tak perduli ejekannya mentalku masih mengalami shock berat akibat kehilangan keperawanan.
Kemaluanku masih terasa sakit akibat paksaannya bersebadan. Bercak bercak darah perawanku mulai mengering disela sela pahaku yg putih bercampur dgn sperma Om Bimo yg menetes keluar dari dalam kemaluanku.
“Benar benar Bandot… lelaki tua itu” kataku geram dalam hati. Air mataku jatuh menetes membasahi pipiku, tapi apa yg harus disesalkan, semuanya telah terjadi sesuai dgn kesepakatan yg kubuat. Badanku kini telah ternoda. Perlahan aku bangkit dari tempat tidur, dgn selimut yg melilit dibadanku aku memunguti kembali pakaianku yg tercecer dilantai, segera aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selintas kulihat Om Bimo duduk menggenakan kimono disofa sembari menikmati segagang cerutu dibibirnya. Om Bimo tersenyum memandang badanku, Aku memalingkan muka dan mempercepat langkahku masuk kekamar mandi.
Aku mengenakan kembali baju dan rok miniku setelah lebih setengah jam membersihkan badanku . Dalam keadaan rapi Aku keluar dari kamar mandi, Kulihat Om Bimo masih duduk di Sofa sembari memegang botol minuman.
“Aku ingin pulang Om… perjanjian kita sudah selesai..!” kataku sembari meraih tas kecil milikku diatas meja. “Belum selesai Shira… aku masih belum puas… !” kata Om Bimo sembari berdiri menghampiriku.
“Tapi..bukankah Om Bimo tadi sudah mendapatkan keperawananku.. sesuai dgn kesepakatan kita..!” kataku sembari menepiskan tangan Om Bimo yg berusaha menjamah dadaku.
“Memang benar.. tapi aku merasa belum puas..!” kata Om Bimo tersenyum kurang ajar. “Aku tak mau lagi Om… aku mau pulang … !kataku sembari melangkah cepat menuju pintu keluar kamar.
“Shira… aku akan menelpon ke Bank dan membatalkan cek yg kuberikan padamu bila kamu menolaknya..!” Ancam Om Bimo sedikit keras. Langkahku jadi terhenti karena ancamannya, pikiranku jadi kalut, Bandot Tua ini benar benar licik.. Bila aku menolaknya dan Om Bimo membatal cek itu dgn menelpon bank, maka akan sia sialah pengorbananku ini. Om Bimo kembali mendekatiku dan meyentuh bahuku.
“Bagaimana, kau bersedia melayaniku lagi..?tanyanya sembari meraih pinggangku yg langsing.
Aah… benar benar sialan tua bangka ini, aku tak berdaya menolaknya.
Kupikir pikir untuk apa lagi jual mahal, toh aku sudah tak perawan lagi. Akhirnya dgn berat hati aku hanya dapat menganggukkan kepala.
“Sekali ini saja Om… “kataku singkat.
“Oke… no problem..”kata Om Bimo senang sekali.
Tanpa basa basi lagi Om Bimo langsung membuka kancing-kancing bajuku dan melepaskannya kelantai sehingga nampaklah BHku yg berwarna merah jambu. Dgn kasar BH itu ditariknya lepas sehingga buah dadaku yg putih bersih kembali terbuka lebar menampakan kemulusan kulitku yg tersembunyi.
Aku memaki maki dalam hati tanpa mampu berbuat sesuatu untuk mencegahnya. Buah dadaku yg sudah terbuka lebar itu langsung diserang Om Bimo dgn bernapsu, lumatan lumatannya makin menggila. Badanku menggelinjang gelinjang geli menahan birahi karena serangannya.
” Aaaaagghhh… aahhh.. ooooogghhh..” Hisapan hisapan lidahnya pada puting buah dadaku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Aku memejamkan mata pasrah berusaha menikmati perasaan itu, kubayangkan yg sedang mencumbui badanku ini adalah lelaki muda.
“Sshh.. aaahhh… eemhh..!” aku mulai meracau tak karuan saat jari-jarinya menyusup kedalam celana dalamku dan menusuk kemaluanku sembari memainkan klistorisku, sementara itu mulutnya tak henti-hentinya menciumi buah dadaku, sadar atau tidak aku kembali terbawa nikmat oleh permainannya.
Perlahan lahan kurasakan tangan Om Bimo mulai beraksi melepaskan resleting rok miniku dan melorotkannya kebawah, detak jantungku semakin keras, tak lama celana dalamku pun menyusul lepas sehingga dalam sekejap badanku sudah telanjang bulat.
Sesaat mata Om Bimo melotot memandangi badan polosku yg tampak putih bersih. Kemudian Om Bimo yg berbadan pendek meraih pinggangku yg ramping dan menuntunnya berjalan menuju kamar tidur utama.
Aku hanya menurut saja kembali dibawa Om Bimo kedalam kamar tidur, aku sudah menduga bahwa Om Bimo ingin kembali mengerjai dan menikmati badanku yg putih mulus diatas kasur yg lembut itu, … aaaah… Bandot ini sangat beruntung sekali… mendapatkan badanku tanpa perlawanan.
Setelah membaringkanku diatas kasur, Om Bimo segera membuka kimono yg dipakainya dgn tergesa gesa. Ternyata Om Bimo tak menggenakan apa apa dibalik kimononya. Aku memalingkan mukaku ketika Om Bimo mulai membuka kedua pahaku lebar lebar sehingga bibir kemaluanku terbelah luas menantang.
Rupanya Om Bimo sudah tak sabar ingin segera menyetubuhiku. Dgn pasti gagang kemaluannya yg sudah tegang dari tadi mulai diarahkan kebibir kemaluanku yg sudah terbuka.
“Pelan pelan Om… masih sakit… !” kataku berbisik sembari menahan napas ketika kurasakan kemaluan Om Bimo mulai menembus bibir kemaluanku yg masih sempit.. Sembari membuka lebar kedua pahaku Om Bimo mulai mendorong kemaluannya keselangkanganku kuat kuat.
Auuww..aaahkhhh… !!aku memekik keras menahan nyeri saat gagang kemaluan Om Bimo yg keras itu dgn paksa memasuki lubang kemaluanku yg masih sempit.
Untuk kedua kalinya aku tak kuasa menolak Kemaluan Om Bimo yg tegang memasuki kemaluanku dalam dalam. Rasa nyeri masih terasa meskipun tak sesakit ketika pertama kali Om Bimo menembus perawanku..
“He..he..Jepitan Memekmu sungguh nikmat sekali Shira, lebih nikmat dari pada perempuan perempuan lain yg sudah pernah aku perawani… he..he… buah dadamu pun lebih kenyal dan berisi..”kata Om Bimo sembari mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun menggauliku. Aku diam saja mendengar ejekannya, saat ini badanku mulai terguncang guncang seirama dgn goyangan badan Om Bimo yg menindih badanku.
“Oohh..ooohhhh… oooohhhhhh… “suaraku tak dapat kutahan lagi ketika gerakan Om Bimo semakin cepat memacu badanku hingga tersentak sentak dgn keras. Birahiku jadi terangsang lagi, cairan kemaluanku mulai banyak keluar sehingga Kemaluan Om Bimo kini sudah lancar keluar masuk kemaluanku. Sembari tangannya mencengkram buah dadaku, goyangan Om Bimo semakin menggila.
“Oooouuh… oooohhhhhhhh… Om Bimo… “Badanku semakin menggeliat geliat tak karuan ketika buah dadaku kembali dilumat lumat Om Bimo dgn ganasnya. Gesekan Gagang kemaluan Om Bimo semakin terasa nikmat. Akhirnya aku tak dapat bertahan lebih lama lagi, badanku mengejang lagi, aku mengalami Orgasme lebih dulu.
“He..he… nikmat kan, bersebadan dgnku..?” kata Om Bimo senang karena berhasil membuatku mencapai Orgasme. Aku memejamkan mata menahan malu telah diperdayainya hingga mengalami orgasme. Bandot tua ini memang bukan tandinganku, Pengalamanya sangat jauh dibandingkan aku yg baru hari ini mengenal sex, sehingga dgn mudah dia dapat menaklukanku.
“Sekarang giliranku untuk bersenang senang nona cantik… “kata Om Bimo sembari merubah posisi badanku berbalik seperti orang merangkak. Rupanya Om Bimo ingin menembakku dari belakang. Aku hanya dapat pasrah mengikuti kemauan bandot ini. Tepat di hadapanku terdapat kaca rias yg besar didinding, sehingga aku dapat melihat badanku telanjang bulat serta dibelakangku terlihat Om Bimo sedang mengagumi kemulusan badanku.
“Tak kusangka badanmu benar benar sempurna Shira, kamu sungguh cantik sekali, beruntung sekali aku dapat memerawanimu… he..he… !” Om Bimo tertawa sembari menyelipkan kemaluannya lagi di antara kedua kakiku lewat belakang. Dgn satu gerakan keras kemaluannya bergerak maju.
“Oohhh.., oouugghh.., aaahhhhh.. Aakkhh..!” Suaraku kembali terdengar ketika kemaluan Om Bimo dgn paksa menembus badanku dari belakang. Dgn bernapsu Om Bimo kembali menggoyangku maju mundur sehingga buah dadaku yg menggantung ikut terguncang guncang berirama. Sembari terus menggoyangku tangan Om Bimo yg bebas kembali meremas remas buah dadaku yg menggantung lepas.
Melalui cermin besar didepanku, terlihat Om Bimo sedang menggauli badan telanjangku, selintas nampak seperti seorang bidadari sedang diperkosa habis habisan oleh iblis hidung belang. Karena sepertinya tak berimbang sekali, yg satu perempuan muda cantik dan satunya lagi bandot tua.
“aaahhh… aaahhh… oouugghh ” Gerakan Om Bimo Semakin cepat menyodok nyodok rahimku, rasanya aku sudah tak kuat lagi, tampaknya Bandot Tua itu juga sudah akan mencapai klimaxs. Tiba tiba Om Bimo membalikkan posisi badanku sehingga aku kembali terlentang dihadapannya. Sembari menindihku Om Bimo kembali menghujamkan kemaluannya kedalam kemaluanku dgn kuat.
“Ooouugghh Aaaahhhh… !!” Om Bimo nampak menikmati jeritanku ketika dia menghunjamkan lagi kemaluannya ke kemaluanku yg telah basah oleh cairan licin. Sembari terus menggenjot badanku, bibir Om Bimo kini dgn leluasa melumat dan menjilati leher jenjang ku yg terkulai lemas tertengadah ke atas. Suara hisapannya bergema keras diruangan ini.
Gerakan dan hentakan-hentakan masih berlangsung, iramanya pun semakin cepat dan keras. Aku hanya dapat mengimbanginya dgn rintihan-rintihan lemah “ Ahh.. ahh.., uuh.. uuhh.. aaaahh..!” sementara badanku telah lemah dan semakin kepayahan. Akhirnya badan Om Bimo pun menegang sembari mendekapku kuat kuat .
“Aaaaaaaaahhhh… Sakit Ommm… !” kataku sembari berusaha melepaskan pelukannya yg kuat tapi Om Bimo malah menekan kemaluannya dalam dalam tak perduli dgn jeritanku Dan “Aaaakkh… Crooot.., crooooott..!” Om Bimo berejakulasi di rahimku, sperma yg keluar jumlahnya cukup banyak sehingga meluber keluar dari belahan Kemaluanku.
Om Bimo nampaknya menikmati semburan demi semburan sperma yg dia keluarkan, sembari menikmati bibirku yg terbuka kepayahan dan Om Bimo mengerang kenikmatan di atas badanku yg sudah lemas, sementara rahimku terus menerima semburan sperma yg cukup banyak.
Badan Om Bimo menggelinjang dan mengejang disaat melepaskan semburan spermanya yg terakhirnya dan merasakan kenikmatan itu. Batinnya kini puas karena telah berhasil menyetubuhiku habis habisan serta merengut keperawananku yg selama ini menjadi Primadona SPG di perusahaanya.
Senyum puas pun terlihat di wajahnya sembari menatap badan ku yg tergolek tak berdaya di bawah pelukannya. Om Bimo pun ibarat telah memenangkan suatu peperangan, badannya tampak lemas diatas badanku.
Perlahan kudorong badan gemuknya kesamping agar tak membebani badanku.
Akhirnya akupun tertidur kelelahan dipelukan Om Bimo setelah beberapa ronde tadi melayani napsu birahinya yg tak putus putus.
Sore harinya kembali aku digarapnya di kamar mandi ketika dipaksa mandi bersama, sembari berdiri merapatkan punggungku ketembok Om Bimo kembali menggoyangku, sebelah kakiku diangkatnya keatas sehingga kemaluannya leluasa keluar masuk kemaluanku, aku merintih rintih kecil dibuatnya.
Sore itu aku terpaksa melayaninya sampai Bandot itu mendapatkan kepuasan dan dia semprotkan semua maninya dalam kemaluanku. Setelah puas mengerjaiku barulah Om Bimo mau melepaskanku dan mengantarkanku pulang.
Sepanjang Jalan, aku hanya diam membisu disamping Om Bimo yg mengemudikan mobil, Aku masih sakit hati padanya yg telah berhasil memperdayaiku, Badanku habis habisan dikerjainya, Kemaluanku masih terasa sakit akibat paksaannya bersebadan, bagian badanku yg tersembunyi pun penuh dgn warna merah bekas cupangannya terutama dibagian buah dada dan paha putihku.
Yg lebih menyakitkan lagi Om Bimo mengambil celana dalamku tanpa dapat kutolak, katanya setiap perempuan yg berhasil diperawaninya akan dikoleksi celana dalamnya bersama bercak-bercak darah perawan yg masih menempel. Sudah puluhan koleksi disimpannya. Terpaksa Saat itu aku pulang dgn menggunakan rok tanpa celana dalam.
“Bila kamu butuh uang lagi, kamu bisa hubungi aku lagi Shira… tentunya kamu tak keberatan kan, memberikan kenikmatan badanmu itu… he..he… “kata Om Bimo sebelum aku turun dari mobilnya. Aku diam saja sembari berlalu darinya, sudah pukul 6 sore saat aku tiba didepan rumahku.
Ternyata hampir seharian aku dikerjai bandot tua itu. Suatu saat akan kubalaskan dendamku ini, akan kuhabiskan hartanya, tunggulah tak akan lama lagi waktu itu akan tiba, kau harus bayar mahal atas kenikmatan yg kau dapat dari kemulusan badanku.
Inilah pengalaman pertamaku yg kuceritakan secara vulgar buat pembaca, lain waktu aku akan ceritakan lagi kehidupan seksualku setelah kejadian ini dimana aku mulai terjerumus kedunia perempuan panggilan High class, para pelangganku adalah pejabat dan pengusaha ternama di Jakarta.
Terpaksa Menjual Diri Kepada Pria Tua Bangka Demi Biaya Operasi Ibu
By cerita seks / Posted on 3:36 PM / Gadis Perawan Cantik
Cerita Seks Terpaksa Menjual Diri Kepada Pria Tua Bangka Demi Biaya Operasi Ibu^_^ Cerita ini bermula ketika Perusahaan expor-impor milik ayahku mengalami kebangkrutan karena selisih mata uang Dolar dan rupiah begitu tinggi sehingga ayahku menanggung hutang ratusan juta rupiah pada rekanan bisnisnya.
Karena tak kuat menanggung stres akibat tekanan, ayahku meninggal dunia karena Hypertensi akut. Rumah dan 3 mobil kami terpaksa dijual untuk melunasi hutang hutang tersebut. Aku dan Ibuku akhirnya pindah kerumah kontrakan dgn sisa uang yg ada untuk modal hidup.
Hal ini merupakan pukulan berat bagiku karena dari kecil aqu sudah terbiasa hidup senang dan mewah tetapi aqu berusaha untuk berdaptasi.
Dgn terpaksa Sementara waktu aku hentikan dulu kuliahku karena aqu harus kerja untuk menambah pendapatan. Dgn modal wajah yg cantik plus body yg putih mulus aqu dapat diterima sebagai SPG di perusahaan otomotif ternama di Jakarta.
Di sini aku mempunyai kawan akrab sesama SPG bernama Friska, orangnya juga cantik dgn badan tinggi semampai seperti Pragawati. Kami berdua sangat dikenal oleh para karyawan karena selain ramah juga pintar memikat pelanggan agar membeli kendaraan mewah yg kami promosikan.
Sebagian besar mereka adalah para lelaki Pengusaha, apalagi dgn baju seragam ketat dan di padu dgn rok mini yg menampakkan keindahan kaki kami sampai keatas lutut menjadi daya tarik utama setiap stand pameran otomotif. Sebenarnya aqu cukup risih juga dipandangi oleh para pembeli tetapi terpaksa kulupakan karena itulah cara kami menjual Mobil mewah.
Diantara para SPG memang sering kudengar dari cerita Friska bahwa banyak diantaranya yg berlaku negatif yaitu selain mempromosikan barang otomotif juga bersedia diajak kencan oleh para Pembeli.
Friska pun mengakui bahwa dirinya juga pernah melakukanya untuk menambah penghasilan, tapi hanya pelanggan tertentu saja yg ia layani. Aqu hanya geleng geleng kepala mendengarnya karena selama ini aqu tak berminat mencampuri urusan orang maka aqu tak memperdulikannya, yg penting aqu tak terbawa oleh arus mereka.
Setelah beberapa bulan bekerja, musibah kedua menimpa kami lagi, Ibuku yg sudah tua mendadak kambuh lagi penyakit ginjalnya, kali ini lebih parah karena sudah lama tak kontrol kesehatan lagi.
Menurut dokter ibuku harus segera menjalani operasi ginjal dalam minggu ini atau tak ada harapan lagi bila ditunda. Yg membuatku jadi pusing adalah masalah biayanya yg besar. Seluruh tabunganku yg ada hanya cukup untuk biaya rumah sakitnya saja sedang untuk operasinya masih butuh belasan juta rupiah. Hal ini aqu ceritakan pula pada Friska kawan baikku siapa tahu dia dapat menolongku.
“Biaya operasi ibumu memang tinggi sekali, aqu tak punya uang banyak untuk membantumu, tapi cobalah minta bantuan om Bimo direktur perusahaan kita bekerja, karena dia pernah juga membantuku.” ujar Friska memberikan solusinya.
Om Bimo memang direktur pemilik perusahaan otomotif tempatku bekerja orangnya agak gemuk pendek WNI usianya 50-an, dgn pakaiannya selalu rapi dan necis.
Sebenarnya Aku paling tak suka menjumpai orang ini, meskipun sudah tua tapi matanya selalu jelalatan bila melihat para karyawati SPGnya yg menggunakan seragam promosi yg ketat dan Rok mini yg tinggi, bahkan dia pernah dgn sengaja meraba pahaku ketika berpapasan dgnnya di ruang ganti pakaian tapi segera kutepis dan kutinggal pergi.
“Silahkan Masuk..!” terdengar suara dari balik pintu yg kuketuk… , eeh… Shira, silahkan duduk Shira… Tanpa ragu akupun duduk dikursi tamu yg berhadapan dgn meja kerja Om Bimo yg mewah.
“ada yg bisa kubantu… ?” tanya Om Bimo sembari menatap nakal kearahku. Aku jadi agak gugup dan sedikit berkeringat. Tanpa membuang waktu aku ceritakan masalahku untuk meminjam uang untuk biaya operasi ibuku sebesar 25 juta rupiah. Sejenak kulihat Om Bimo berdiam diri, tapi kulihat lagi dia tersenyum licik sembari menatap badanku dalam dalam.
“Mhmmm..itu hal yg mudah, kamu bisa dapatkan uang itu tanpa harus meminjam… tapi harus ada imbalannya… “kata Om Bimo sembari berkedip nakal.
“Saya tak mengerti, imbalan apa yg Om Maksudkan ?” kataku agak serius.
“Begini, Om Bimo akan berikan uang sejumlah itu tanpa meminjam, tetapi sebagai imbalannya beri aku keperawananmu. ”kata Om Bimo singkat sembari tersenyum kurang ajar. Aku tertegun tak percaya mendengar permintaannya, benar benar memalukan siTua ini umpatku dalam hati.
“Aku tak bersedia..!” kata ku ketus sembari berdiri dan keluar dari kantornya.
“Aku menunggumu bila berubah pikiran Shira… !” selintas masih sempat kudengar suara Om Bimo sebelum pergi… dasar mesum, kata ku lagi. Dirumah kutumpahkan semua kekesalanku dgn menangis sepuas puasnya, sepertinya aku tak punya pilihan lagi, bila tak segera dioperasi ibuku akan meninggal tapi dipilihan lain aku harus menyerahkan keperawananku pada Bandot licik yg mengincar keindahan badanku.
Tak ada cara lain untuk mendapatkan uang sebesar itu, Demi kesembuhan ibuku akhirnya kuputuskan untuk menjumpai Om Bimo lagi keesok harinya. Dgn memakai seragam SPG dan rok mini yg ketat, jam 9 pagi aku datangi lagi ruangan kantor Om Bimo.
“he..he… he… akhirnya kau datang juga Shira cantik, apakah kau sudah siap melayaniku diranjang..he.he..he..?” Om Bimo tertawa penuh kemenangan. Aku hanya diam saja menerima ejekan itu.
“Baiklah, Om Bimo bisa menikmati badanku setelah kupastikan ibuku di operasi hari ini..”jawabku dgn berat hati.
“Oke, No Problem “Om Bimo menuliskan selembar cek dgn nominal sesuai yg ia janjikan kemarin kemudian didepanku dia menelpon rumah sakit untuk memastikan operasi hari ini. Segera aku masukan cek itu kedalam tas kecilku, aku memang membutuhkannya.
“Semuanya sudah beres, sekarang kau tepati janjimu nona cantik, mari ikut aku..”kata Om Bimo sembari menggandengku keluar ruangan.
“Dasar Bandot… kali ini engkau menang.!” kata ku dalam hati sembari mengikutinya masuk kedalam kemobil. Om Bimo ternyata membawaku ke sebuah hotel terkenal di Jakarta pusat. Sepertinya Om Bimo sudah sering datang kemari, Setengah ketakutan aku melangkah masuk ke hotel tersebut.
Debaran jantungku semakin kencang ketika Om Bimo menggandengku menuju kamar VIP dilantai lima. Beberapa pasang mata pegawai hotel nampak menatap kami, mungkin aneh dipandang seorang perempuan muda cantik berjalan digandeng lelaki tua bangka menuju kamar hotel mereka pasti sudah tahu apa yg akan terjadi pada perempuan cantik itu…
Ahh terlalu beruntung siTua ini dapat kuda tunggangan yg aduhai. Aku terpaku diam berdiri didepan pintu kamar 501 yg sudah dibuka Om Bimo, rasanya aku ingin segera lari dari tempat ini.
“Ayo masuk Shira.., kita selesaikan urusan kita.”kata Om Bimo sembari menarik lenganku dan menutup pintu kamar Hotel. Begitu pintu terkunci Om Bimo Langsung memelukku merapat ketembok, rupanya napsunya sudah tak tertahankan lagi melihat kemulusan kulit badanku.
Aku sedikit berontak ketika Tangan Om Bimo mulai meraba pahaku yg putih, Mataku melotot marah padanya. Hampir saja kutampar wajahnya yg klimis itu.
“Ingat perjanjian kita Shira, keinginanmu sudah aku penuhi.. sekarang aku bebas menikmati keindahan badanmu.!” kata Om Bimo sembari kembali mengangkat rok miniku sehingga menampakan kemulusan pahaku lalu menjamahinya.
..oughhhh..aaahh.. entah kemana keangkuhan dan kesombonganku selama ini, Kali ini aku tak berdaya melawannya, aku memang sudah terikat perjanjian itu dan badanku saat ini adalah miliknya.
Aku hanya bisa memejamkan mata ketika kurasakan tangan Om Bimo mulai rajin menyusuri pahaku sampai kepangkal atas.. aah, Rasanya aku ingin menagis saja tapi air mataku tak ada yg keluar.
“ooh… aahhhh… “suara napasku tak sanggup lagi kutahan ketika tangan Om Bimo mulai menyusup kedalam celana dalamku dan bermain disana. Om Bimo tersenyum senang melihat Aku tampak pasrah dalam pelukannya.
Selama ini Shira selalu angkuh bila didekatinya bahkan pernah mempermalukannya dihadapan para SPG yg lain. Setelah puas menjamahi selangkanganku, Om Bimo lalu melepasku dan mengajakku berjalan kedalam ruang Utama yg lebih luas.
Sembari berjalan mengikutinya aku merapikan kembali Rok miniku yg mulai acak acakan akibat jamahan Tangan Om Bimo. Kulihat Sebuah Ranjang yg besar dan mewah di tengah ruangan ini.
“Kamu tunggu disini dulu, aku mau minum Viagra biar bisa menjebol gawangmu. ”kata Om Bimo sembari berkedip nakal. Aku memalingkan muka pura pura tak mendengar perkataannya. Begitu Om Bimo pergi Aku segera membuka tas kecilku, dari dalam tas itu kukeluarkan sebutir pil kontrasepsi yg sudah aku persiapkan dari rumah dan segera menelannya karena aku tak mau hamil akibat perbuatan Om Bimo.
Tampaknya Om Bimo sudah biasa menyewa kamar hotel ini, Tak berani kubayangkan sudah berapa banyak perempuan muda cantik yg sudah digarapnya diranjang itu.
Kawanku Friska yg cantikpun pernah cerita bahwa dirinya juga pernah digarap Om Bimo disebuah kamar hotel bintang lima beberapa kali.
Selera Om Bimo Cukup tinggi pada perempuan cantik. Aku meletakkan tasku diatas meja kecil ketika kulihat Om Bimo yg berbadan gemuk pendek mendekatiku.
“Aku Sudah siap mejebol perawanmu nona cantik ..he..he”kata Om Bimo sembari mulai memelukku, tangannya meraba buah dadaku yg membusung kencang.
Aku tak mampu menghindar lagi ketika mulutnya dgn bernapsu melumat lumat bibir merahku. Perasaan geli, jijik dan takut bercampur menjadi satu. Tapi Bandot ini memang sudah sangat berpengalaman menaklukkan wanita.
Tangannya kini makin berani menyusup ke dalam baju ketat lengan pendek yg kupakai, terus bergerak menyusup kebalik BH-ku, beberapa kancing bajuku lepas. Degub jantungku bertambah kencang dan napasku makin memburu ketika kurasakan tangan kasarnya mulai menggeraygi dadaku, apalagi jari-jarinya turut mempermainkan puting buah dadaku.
Aku hanya mandah saja ketika Om Bimo mulai menjamah tiap jengkal badanku, aku sudah terikat perjanjian. Sembari menyupangi leherku yg putih bersih tangannya mulai menaikkan rok mini yg kupakai sembari meraba-raba pahaku yg jenjang dan mulus.
Satu-persatu kancing bajuku dipretelinya tanpa dapat kucegah sehingga BH-ku yg berwarna merah muda, belahan dada, dan perutku yg rata nampak jelas menantang. Tanganku tak mampu menutupinya lagi. Melihat buah dadaku yg kencang itu Om Bimo makin bernafsu, dgn kasar BH itu dibukanya lepas dan menyembul lah buah dadaku yg putih mulus dgn puting buah dada berwarna merah muda
“wah..badanmu memang benar benar mulus dan indah Shira.., sungguh beruntung aku dapat menikmatinya… he..he..” mata om Bimo melotot memandangi buah dadaku. Secara reflek tanganku berusaha menutupi buah dadaku yg terbuka itu tetapi Om Bimo yg sudah berpengalaman langsung menangkap kedua tanganku dan membentangkannya lebar lebar.
Mataku terpejam tak sanggup menahan malu, selama ini belum pernah ada laki laki yg berani menjamahku karena aku sangat galak menjaganya, tapi kali ini aku tak berdaya menolaknya. Badanku mengelinjang gelinjang menahan birahi karena cumbuan Om Bimo pada dadaku, secara bergantian Om Bimo menghisap hisap kedua puting buah dadaku yg kenyal itu bagaikan bayi yg kehausan.
“oohh… oohhhh… ooohhhhhh”suara rintihanku tak dapat lagi kutahan. Bandot tua ini benar benar pintar merangsangku. Kemaluanku mulai terasa basah dibuatnya. Perlahan kurasakan Om Bimo mulai membuka resleting rok miniku dan melorotkannya kebawah, tak lama celana dalamku pun menyusul lepas sehingga badanku yg indah sudah tak tertutup selembar benangpun.
Aku mengeluh pasrah ketika Om Bimo mendorongku hingga jatuh terlentang diatas kasur. Sembari berjalan mendekat dia melepas pakaiannya satu persatu. Setelah dia membuka celana dalamnya tampak olehku kemaluannya yg sudah menegang dari tadi.
Gila.., ternyata kemaluannya besar juga, aku tak berani menatapnya. Dibentangkannya kedua belah pahaku di depan wajahnya. Tatapan matanya sangat mengerikan saat memandangi daerah selangkanganku yg dibadani bulu bulu halus, seolah-olah seperti monster lapar yg siap memangsaku.
Om Bimo membenamkan wajahnya pada selangkanganku, dgn penuh nafsu dia melahap dan menghisap hisap kemaluanku yg sudah basah itu, lidahnya dgn liar menjilati dinding kemaluan dan klitorisku.
Aku terpekik pekik kecil dibuatnya, Bandot tua ini benar benar ingin menikmati kecantikan badanku luar dalam. Perlakuannya sungguh membuat diriku serasa terbang, badanku menggelinjang-gelinjang geli diiringi erangan nikmat yg terpaksa.
Sampai akhirnya kurasakan otot badanku mengejang dahsyat, aku mencapai orgasme pertamaku. Cairan kemaluanku tak dapat lagi kubendung.
Baca Juga : Ketagihan Bermain Seks Dengan Pacar Yang Aduhai
“Sluurrpp… sluurpp.. sshhrrpp..” demikian bunyinya ketika Om Bimo menghisap sisa-sisa cairan Kemaluanku.
“Cairan Orgasme perempuan perawan adalah resep awet mudaku selama ini..”kata Om Bimo tersenyum puas.
“Luar biasa Nikmatnya Kemaluanmu, sekarang saatnya kau nikmati pula kemaluanku ini Shira..”kata Om Bimo sembari menyodorkan gagang kemaluannya yg tegang ke muka ku.
“Jangan… aku tak mau… !” kataku sembari berusaha menolak gagang kemaluannya tapi Om Bimo mengancam dan terus memaksakan kemaluannya masuk kemulut ku sembari terus memaju-mundurkan kemaluannya di mulutku.
Pada awalnya aku tetap menolak, namun dia menahan kepalaku hingga aku tak dapat melepaskannya. Terpaksa kuturuti pula kemauannya kuhisap kuat kuat kemaluannya hingga matanya merem melek kenikmatan.
Harga diriku benar benar jatuh saat ini, Aku dipaksa melayaninya dgn Oral. Tak terasa sudah 10 menit aku menyepong Om Bimo, Kemaluannya sudah semakin besar dan keras, dia mengakhirinya dgn menarik kepalaku.
“Sekarang saatnya Aku pecahkan perawanmu Shira..”kata Om Bimo sembari menindih badanku dan membuka lebar-lebar kedua pahaku.
Aku memejamkan mata menunggu detik-detik ketika kemaluannya menerobos kemaluanku. Menyadari kalau aku masih perawan, Om Bimo tak hanya melebarkan kedua pahaku.
Namun dgn jari jemari tangannya Om Bimo kemudian membuka kedua bibir kemaluanku, kemudian dgn perlahan dipandunya gagang kemaluannya yg sudah tegang kearah lubang kemaluanku yg sudah terbuka. Setelah dirasa tepat, perlahan Om Bimo pun menekan bokongnya kebawah.
“Auuw ..Aahhhh… oohhhh..! ” Aku memekik kesakitan sembari meronta ketika gagang kemaluan Om Bimo mulai memasuki lubang kewanitaanku.
Keringatku bercucuran membasahi badanku yg telanjang bulat, Keperawananku yg selama ini kujaga mulai ditembus oleh Om Bimo tanpa sanggup kucegah lagi. Aku meronta ronta kesakitan… Om Bimo yg sudah berpengalaman tak ingin serangannya gagal karena rontaanku segera tangannya menahan bokongku, lalu dgn cepat, ditekan bokongnya kembali kedepan sehingga separuh gagang kelakiannya pun amblas masuk kedalam Kemaluanku.
“Aaaaahhhhhhh… !” Aku memekik kesakitan bersamaan dgn jebolnya keperawananku. Hancur sudah kehormatanku ditangan Bandot tua itu. Sesaat aku masih meronta ronta pelan, namun karena pegangan kedua tangan Om Bimo dibokongku sangat kuat hingga rontaanku tiada arti. Gagang kemaluan terus menerobos masuk mengoyak-ngoyak sisa sisa Perawanku.
Tangisanku mulai terdengar lirih diantara desah napas Om Bimo yg penuh birahi. Badanku yg putih mulus kini tak berdaya dibawah himpitan tubun Om Bimo yg gendut. Sesaat Om Bimo mendiamkan seluruh gagang kemaluannya terbenam membelah Kemaluanku sampai menyentuh rahimku, perutku terasa mulas dibuatnya.
“ha..ha..ha… tak perlu menangis nona cantik, kau sudah kuperawani saat ini, lebih baik nikmati saja kemaluanku ini.” ejek Om Bimo sembari mulai menggoyang bokongnya maju mundur perlahan. Kemaluan Om Bimo kurasakan terlalu besar menusuk Kemaluanku yg masih sempit.
Setiap gesekan kemaluan Om Bimo menimbulkan rasa nyeri yg membuatku merintih rintih, tetapi buat Om Bimo terasa nikmat luar biasa karena Kemaluannya tercepit erat oleh memek Ku yg masih rapat dan baru ditembus perawannya.
Inilah nikmatnya makan perempuan perawan muda yg selama ini membuat Om Bimo jadi ketagihan. Semakin lama gagang Kemaluan Om Bimo semakin lancar keluar masuk menggesek Kemaluanku karena cairan pelumas Kemaluanku mulai keluar secara alamiah, rasa sakit dikemaluanku semakin berkurang, rintihanku perlahan mulai hilang berganti dgn suara napas yg berirama dan terengah engah. Tua bangka ini ternyata memang pintar membangkitkan nafsuku.
hisapan hisapan lidahnya pada putingku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Bagai manapun juga aku adalah manusia normal yg juga punya napsu birahi, sadar atau tidak aku mulai terbawa nikmat oleh permainannya, tak ada guna menolak. lebih baik kunikmati saja perkosaan ini.
“Ooooh… , oooouugh… , aahhmm… , ssstthh!” .erangan panjang keluar dari mulutku yg mungil. akhirnya aku biarkan diriku terbuai dan larut dalam goyangan birahi Om Bimo.
Aku memejamkan mata berusaha menikmati perasaan itu, kubayangkan yg sedang mencumbui badanku ini adalah lelaki muda idamanku. Kemaluannya kini mulai meluncur mulus sampai menyentuh rahimku. Aku mengerang setiap kali dia menyodokkan kemaluannya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati perkosaan ini, aku tak perduli lagi orang ini sesungguhnya adalah Bandot tua yg sudah merenggut kehormatanku.
Darah perawanku kurasakan mulai mengalir keluar membasahi seprai dibawah bokongku. Rasa sakitku kini mulai hilang. Sembari bergoyang menyebadaniku bibirnya tak henti-hentinya melumat bibir dan pentil buah dadaku, tangannya pun rajin menjamahi tiap lekuk badanku sehingga membuatku menggeliat geliat kenikmatan .
Rintihan panjang ahirnya keluar lagi dari mulutku ketika mulai mencapai orgasme, sekujur badanku mengejang beberapa detik sebelum melemas kembali.
Keringat bercucuran membasahi badanku yg polos itu sehingga kulitku yg putih bersih kelihatan mengkilat membuat Bandot itu semakin bernapsu menggumuliku.
Birahi Om Bimo semakin menggila melihat badanku yg begitu cantik dan mulus itu tergeletak pasrah tak berdaya di hadapannya dgn kedua paha yg halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yg mungil itu menjepit dgn ketat gagang kemaluannya yg cukup besar itu.
Sungguh ironi memang, perempuan muda secantik aku terpaksa mendapatkan kenikmatan seperti ini bukan dgn kekasihku, akan tetapi dgn orang asing yg sedang memperkosaku.
Tanpa memberiku kesempatan beristirahat Om Bimo merubah posisi bersebadan. Badanku ditariknya duduk berhadapan muka sembari mengangkang pada pangkuannya, Dgn sekali tekan kemaluan Om Bimo yg besar kembali menembus kemaluanku dan terjepit erat dalam liang kewanitaanku, sedangkan tangan kiri Om Bimo memeluk pinggulku dan menariknya merapat pada badannya, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti kemaluan Om Bimo menerobos masuk ke dalam kemaluanku.
Tangan kanan Om Bimo memeluk punggungku dan menekannya rapat-rapat hingga kini pinggulku melekat kuat pada pinggul Om Bimo.
“Ooooooohh..oohhh… ooohhhh…ahhhh “Aku merintih halus ketika kurasakan gagang kemaluan Om Bimo amblas seluruhnya hingga menyentuh rahimku. Cerita Terpanas
Rintihanku semakin keras saat Bandot itu mulai melumati buah dadaku sehingga menimbulkan perasaan geli yg amat sangat setiap kali lidahnya menyapu-nyapu puting buah dadaku.
Kepalaku tertengadah lemas ke atas, pasrah dgn mata setengah terkatup menahan kenikmatan yg melanda badanku sehingga dgn leluasanya mulut Om Bimo bisa melumati bibirku yg agak basah terbuka itu. Setelah beberapa saat puas menikmati bibirku yg lembut dia mulai menggerakkan badanku naik turun.
“Hmm… Jepitan Memekmu sungguh nikmat sekali Shira… beda dgn perempuan lain yg sering aku setubuhi… “suara Om Bimo sayup sayup kudengar ditelingaku. Aku tak memperdulikannya lagi, saat ini badanku tengah terguncang guncang hebat oleh goyangan pinggul Om Bimo yg semakin cepat. Terkadang Bandot ini melakukan gerakan memutar sehingga kemaluanku terasa seperti diaduk-aduk.
Aku dipaksa terus mempercepat goyanganku karena merasa sudah mau keluar, makin lama gerakannya makin liar dan eranganku pun makin tak karuan menahan nikmat yg luar biasa itu. Dan ketika orgasme kedua itu sampai, aku menjerit histeris sembari mempererat pelukanku.
Benar-benar dahsyat yg kuperoleh meskipun bukan dgn lelaki muda dan tampan. Meski pun sudah tua tapi Om Bimo masih mampu menaklukan perempuan muda sepertiku.
Kali ini dia membalikkan badanku hingga posisi badanku menungging lalu mengarahkan kemaluannya diantara kedua belah pahaku dari belakang.
Dgn sekali sentak Om Bimo menarik pinggulku ke arahnya, sehingga kepala kemaluan tersebut membelah dan terjepit dgn kuat oleh bibir-bibir kemaluanku. “aaaaah… aaaaahhgh!” untuk kesekian kalinya kemaluan laki-laki tersebut menerobos masuk ke dalam liang kemaluanku dan Om Bimo terus menekan bokongnya sehingga perutnya yg gendut itu menempel ketat pada bokong mulusku.
Selanjutnya dgn ganasnya Om Bimo memainkan pinggulnya maju mundur dgn cepat sembari mulutnya mendesis-desis keenakan merasakan kemaluannya terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang kemaluanku yg masih rapat itu.
Inilah pengalaman pertamaku dijamah oleh laki laki yg sudah sangat berpengalaman dalam bersebadan, Meskipun berusaha bertahan aku akhirnya kewalahan juga menghadapi Om Bimo yg ganas dan kuat itu. Bandot tua itu benar-benar luar biasa tenaganya.
Sudah hampir satu jam ia menggoyang dan menyebadaniku tetapi tenaganya tetap prima. Tangannya terus bergerilya merambahi lekuk-lekuk badanku.
Harus kuakui sungguh hebat lelaki seumur dia dapat bertahan begitu lama dan membuatku orgasme berkali-kali, mungkin karena sebelumnya dia sudah minum obat kuat Viagra, aah… entahlah.. aku tak perduli hal itu, yg penting aku sudah melunasi perjanjianku dgn menyerahkan keperempuananku sebagai imbalan uang yg kubutuhkan.
Aku pasrah saja ketika badanku kembali di terlentangkan Om Bimo diatas kasur dan digumulinya lagi dgn penuh birahi.
Rasanya tak ada lagi bagian badanku yg terlewatkan dari jamahannya. Bandot tua itu ternyata tak mau rugi sama sekali, kesempatan menyebadaniku itu dimanfaatkan sebaik mungkin, Tak henti hentinya Om Bimo melahap kedua buah dadaku yg terguncang-guncang terkena hentakan gagang kemaluannya.
Dgn rakus disedot-sedotnya puting buah dadaku dgn kuatnya yg kiri dan kanan bergantian, mataku terpejam pejam dibuatnya, sungguh Om Bimo menikmati puting buah dadaku yg baru tumbuh itu dgn bernapsu.
Tak lama setelah aku mencapai orgasme berikutnya, dia mulai melenguh panjang, sodokanya makin kencang dan kedua buah dadaku diremasnya dgn brutal sampai aku terpekik. Setelah itu dia menekan kemaluannya dalam dalam hingga gagang kemaluannya terbenam seluruhnya sampai menyentuh rahimku.
Aku berteriak kesakitan dan berusaha meronta tetapi Om Bimo membekap bibirku dgn mulutnya sembari tangannya memeluk rapat pinggangku sehingga aku tak mampu bergerak lagi.
Sembari meleguh panjang Om Bimo menembakkan air maninya kedalam rahimku dgn deras tanpa ada perlawanan lagi dariku. Beberapa saat kemudian suasana jadi hening senyap hanya suara napas Om Bimo terdengar naik turun diatas badanku yg masih menyatu dgn badannya.
Aku sudah kehabisan tenaga tak mampu bergerak lagi dan kurasakan maninya menyembur nyembur hangat memenuhi rahimku, semoga saja aku tak hamil pikirku dalam hati. Beberapa saat kemudian Om Bimo mulai bangkit dan mencabut kemaluannya dari badanku, dgn senyum kepuasan karena telah berhasil menikmati kecantikanku luar dalam. Tanganku segera bergerak selimut untuk menutupi badanku yg polos itu.
“Tak perlu kau tutupi lagi badanmu itu, aku sudah tahu dan merasakan semuanya… he..he… “Om Bimo masih sempat mengejek sembari meninggalkanku terbaring lemas di atas ranjang, aku diam saja tak perduli ejekannya mentalku masih mengalami shock berat akibat kehilangan keperawanan.
Kemaluanku masih terasa sakit akibat paksaannya bersebadan. Bercak bercak darah perawanku mulai mengering disela sela pahaku yg putih bercampur dgn sperma Om Bimo yg menetes keluar dari dalam kemaluanku.
“Benar benar Bandot… lelaki tua itu” kataku geram dalam hati. Air mataku jatuh menetes membasahi pipiku, tapi apa yg harus disesalkan, semuanya telah terjadi sesuai dgn kesepakatan yg kubuat. Badanku kini telah ternoda. Perlahan aku bangkit dari tempat tidur, dgn selimut yg melilit dibadanku aku memunguti kembali pakaianku yg tercecer dilantai, segera aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selintas kulihat Om Bimo duduk menggenakan kimono disofa sembari menikmati segagang cerutu dibibirnya. Om Bimo tersenyum memandang badanku, Aku memalingkan muka dan mempercepat langkahku masuk kekamar mandi.
Aku mengenakan kembali baju dan rok miniku setelah lebih setengah jam membersihkan badanku . Dalam keadaan rapi Aku keluar dari kamar mandi, Kulihat Om Bimo masih duduk di Sofa sembari memegang botol minuman.
“Aku ingin pulang Om… perjanjian kita sudah selesai..!” kataku sembari meraih tas kecil milikku diatas meja. “Belum selesai Shira… aku masih belum puas… !” kata Om Bimo sembari berdiri menghampiriku.
“Tapi..bukankah Om Bimo tadi sudah mendapatkan keperawananku.. sesuai dgn kesepakatan kita..!” kataku sembari menepiskan tangan Om Bimo yg berusaha menjamah dadaku.
“Memang benar.. tapi aku merasa belum puas..!” kata Om Bimo tersenyum kurang ajar. “Aku tak mau lagi Om… aku mau pulang … !kataku sembari melangkah cepat menuju pintu keluar kamar.
“Shira… aku akan menelpon ke Bank dan membatalkan cek yg kuberikan padamu bila kamu menolaknya..!” Ancam Om Bimo sedikit keras. Langkahku jadi terhenti karena ancamannya, pikiranku jadi kalut, Bandot Tua ini benar benar licik.. Bila aku menolaknya dan Om Bimo membatal cek itu dgn menelpon bank, maka akan sia sialah pengorbananku ini. Om Bimo kembali mendekatiku dan meyentuh bahuku.
“Bagaimana, kau bersedia melayaniku lagi..?tanyanya sembari meraih pinggangku yg langsing.
Aah… benar benar sialan tua bangka ini, aku tak berdaya menolaknya.
Kupikir pikir untuk apa lagi jual mahal, toh aku sudah tak perawan lagi. Akhirnya dgn berat hati aku hanya dapat menganggukkan kepala.
“Sekali ini saja Om… “kataku singkat.
“Oke… no problem..”kata Om Bimo senang sekali.
Tanpa basa basi lagi Om Bimo langsung membuka kancing-kancing bajuku dan melepaskannya kelantai sehingga nampaklah BHku yg berwarna merah jambu. Dgn kasar BH itu ditariknya lepas sehingga buah dadaku yg putih bersih kembali terbuka lebar menampakan kemulusan kulitku yg tersembunyi.
Aku memaki maki dalam hati tanpa mampu berbuat sesuatu untuk mencegahnya. Buah dadaku yg sudah terbuka lebar itu langsung diserang Om Bimo dgn bernapsu, lumatan lumatannya makin menggila. Badanku menggelinjang gelinjang geli menahan birahi karena serangannya.
” Aaaaagghhh… aahhh.. ooooogghhh..” Hisapan hisapan lidahnya pada puting buah dadaku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Aku memejamkan mata pasrah berusaha menikmati perasaan itu, kubayangkan yg sedang mencumbui badanku ini adalah lelaki muda.
“Sshh.. aaahhh… eemhh..!” aku mulai meracau tak karuan saat jari-jarinya menyusup kedalam celana dalamku dan menusuk kemaluanku sembari memainkan klistorisku, sementara itu mulutnya tak henti-hentinya menciumi buah dadaku, sadar atau tidak aku kembali terbawa nikmat oleh permainannya.
Perlahan lahan kurasakan tangan Om Bimo mulai beraksi melepaskan resleting rok miniku dan melorotkannya kebawah, detak jantungku semakin keras, tak lama celana dalamku pun menyusul lepas sehingga dalam sekejap badanku sudah telanjang bulat.
Sesaat mata Om Bimo melotot memandangi badan polosku yg tampak putih bersih. Kemudian Om Bimo yg berbadan pendek meraih pinggangku yg ramping dan menuntunnya berjalan menuju kamar tidur utama.
Aku hanya menurut saja kembali dibawa Om Bimo kedalam kamar tidur, aku sudah menduga bahwa Om Bimo ingin kembali mengerjai dan menikmati badanku yg putih mulus diatas kasur yg lembut itu, … aaaah… Bandot ini sangat beruntung sekali… mendapatkan badanku tanpa perlawanan.
Setelah membaringkanku diatas kasur, Om Bimo segera membuka kimono yg dipakainya dgn tergesa gesa. Ternyata Om Bimo tak menggenakan apa apa dibalik kimononya. Aku memalingkan mukaku ketika Om Bimo mulai membuka kedua pahaku lebar lebar sehingga bibir kemaluanku terbelah luas menantang.
Rupanya Om Bimo sudah tak sabar ingin segera menyetubuhiku. Dgn pasti gagang kemaluannya yg sudah tegang dari tadi mulai diarahkan kebibir kemaluanku yg sudah terbuka.
“Pelan pelan Om… masih sakit… !” kataku berbisik sembari menahan napas ketika kurasakan kemaluan Om Bimo mulai menembus bibir kemaluanku yg masih sempit.. Sembari membuka lebar kedua pahaku Om Bimo mulai mendorong kemaluannya keselangkanganku kuat kuat.
Auuww..aaahkhhh… !!aku memekik keras menahan nyeri saat gagang kemaluan Om Bimo yg keras itu dgn paksa memasuki lubang kemaluanku yg masih sempit.
Untuk kedua kalinya aku tak kuasa menolak Kemaluan Om Bimo yg tegang memasuki kemaluanku dalam dalam. Rasa nyeri masih terasa meskipun tak sesakit ketika pertama kali Om Bimo menembus perawanku..
“He..he..Jepitan Memekmu sungguh nikmat sekali Shira, lebih nikmat dari pada perempuan perempuan lain yg sudah pernah aku perawani… he..he… buah dadamu pun lebih kenyal dan berisi..”kata Om Bimo sembari mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun menggauliku. Aku diam saja mendengar ejekannya, saat ini badanku mulai terguncang guncang seirama dgn goyangan badan Om Bimo yg menindih badanku.
“Oohh..ooohhhh… oooohhhhhh… “suaraku tak dapat kutahan lagi ketika gerakan Om Bimo semakin cepat memacu badanku hingga tersentak sentak dgn keras. Birahiku jadi terangsang lagi, cairan kemaluanku mulai banyak keluar sehingga Kemaluan Om Bimo kini sudah lancar keluar masuk kemaluanku. Sembari tangannya mencengkram buah dadaku, goyangan Om Bimo semakin menggila.
“Oooouuh… oooohhhhhhhh… Om Bimo… “Badanku semakin menggeliat geliat tak karuan ketika buah dadaku kembali dilumat lumat Om Bimo dgn ganasnya. Gesekan Gagang kemaluan Om Bimo semakin terasa nikmat. Akhirnya aku tak dapat bertahan lebih lama lagi, badanku mengejang lagi, aku mengalami Orgasme lebih dulu.
“He..he… nikmat kan, bersebadan dgnku..?” kata Om Bimo senang karena berhasil membuatku mencapai Orgasme. Aku memejamkan mata menahan malu telah diperdayainya hingga mengalami orgasme. Bandot tua ini memang bukan tandinganku, Pengalamanya sangat jauh dibandingkan aku yg baru hari ini mengenal sex, sehingga dgn mudah dia dapat menaklukanku.
“Sekarang giliranku untuk bersenang senang nona cantik… “kata Om Bimo sembari merubah posisi badanku berbalik seperti orang merangkak. Rupanya Om Bimo ingin menembakku dari belakang. Aku hanya dapat pasrah mengikuti kemauan bandot ini. Tepat di hadapanku terdapat kaca rias yg besar didinding, sehingga aku dapat melihat badanku telanjang bulat serta dibelakangku terlihat Om Bimo sedang mengagumi kemulusan badanku.
“Tak kusangka badanmu benar benar sempurna Shira, kamu sungguh cantik sekali, beruntung sekali aku dapat memerawanimu… he..he… !” Om Bimo tertawa sembari menyelipkan kemaluannya lagi di antara kedua kakiku lewat belakang. Dgn satu gerakan keras kemaluannya bergerak maju.
“Oohhh.., oouugghh.., aaahhhhh.. Aakkhh..!” Suaraku kembali terdengar ketika kemaluan Om Bimo dgn paksa menembus badanku dari belakang. Dgn bernapsu Om Bimo kembali menggoyangku maju mundur sehingga buah dadaku yg menggantung ikut terguncang guncang berirama. Sembari terus menggoyangku tangan Om Bimo yg bebas kembali meremas remas buah dadaku yg menggantung lepas.
Melalui cermin besar didepanku, terlihat Om Bimo sedang menggauli badan telanjangku, selintas nampak seperti seorang bidadari sedang diperkosa habis habisan oleh iblis hidung belang. Karena sepertinya tak berimbang sekali, yg satu perempuan muda cantik dan satunya lagi bandot tua.
“aaahhh… aaahhh… oouugghh ” Gerakan Om Bimo Semakin cepat menyodok nyodok rahimku, rasanya aku sudah tak kuat lagi, tampaknya Bandot Tua itu juga sudah akan mencapai klimaxs. Tiba tiba Om Bimo membalikkan posisi badanku sehingga aku kembali terlentang dihadapannya. Sembari menindihku Om Bimo kembali menghujamkan kemaluannya kedalam kemaluanku dgn kuat.
“Ooouugghh Aaaahhhh… !!” Om Bimo nampak menikmati jeritanku ketika dia menghunjamkan lagi kemaluannya ke kemaluanku yg telah basah oleh cairan licin. Sembari terus menggenjot badanku, bibir Om Bimo kini dgn leluasa melumat dan menjilati leher jenjang ku yg terkulai lemas tertengadah ke atas. Suara hisapannya bergema keras diruangan ini.
Gerakan dan hentakan-hentakan masih berlangsung, iramanya pun semakin cepat dan keras. Aku hanya dapat mengimbanginya dgn rintihan-rintihan lemah “ Ahh.. ahh.., uuh.. uuhh.. aaaahh..!” sementara badanku telah lemah dan semakin kepayahan. Akhirnya badan Om Bimo pun menegang sembari mendekapku kuat kuat .
“Aaaaaaaaahhhh… Sakit Ommm… !” kataku sembari berusaha melepaskan pelukannya yg kuat tapi Om Bimo malah menekan kemaluannya dalam dalam tak perduli dgn jeritanku Dan “Aaaakkh… Crooot.., crooooott..!” Om Bimo berejakulasi di rahimku, sperma yg keluar jumlahnya cukup banyak sehingga meluber keluar dari belahan Kemaluanku.
Om Bimo nampaknya menikmati semburan demi semburan sperma yg dia keluarkan, sembari menikmati bibirku yg terbuka kepayahan dan Om Bimo mengerang kenikmatan di atas badanku yg sudah lemas, sementara rahimku terus menerima semburan sperma yg cukup banyak.
Badan Om Bimo menggelinjang dan mengejang disaat melepaskan semburan spermanya yg terakhirnya dan merasakan kenikmatan itu. Batinnya kini puas karena telah berhasil menyetubuhiku habis habisan serta merengut keperawananku yg selama ini menjadi Primadona SPG di perusahaanya.
Senyum puas pun terlihat di wajahnya sembari menatap badan ku yg tergolek tak berdaya di bawah pelukannya. Om Bimo pun ibarat telah memenangkan suatu peperangan, badannya tampak lemas diatas badanku.
Perlahan kudorong badan gemuknya kesamping agar tak membebani badanku.
Akhirnya akupun tertidur kelelahan dipelukan Om Bimo setelah beberapa ronde tadi melayani napsu birahinya yg tak putus putus.
Sore harinya kembali aku digarapnya di kamar mandi ketika dipaksa mandi bersama, sembari berdiri merapatkan punggungku ketembok Om Bimo kembali menggoyangku, sebelah kakiku diangkatnya keatas sehingga kemaluannya leluasa keluar masuk kemaluanku, aku merintih rintih kecil dibuatnya.
Sore itu aku terpaksa melayaninya sampai Bandot itu mendapatkan kepuasan dan dia semprotkan semua maninya dalam kemaluanku. Setelah puas mengerjaiku barulah Om Bimo mau melepaskanku dan mengantarkanku pulang.
Sepanjang Jalan, aku hanya diam membisu disamping Om Bimo yg mengemudikan mobil, Aku masih sakit hati padanya yg telah berhasil memperdayaiku, Badanku habis habisan dikerjainya, Kemaluanku masih terasa sakit akibat paksaannya bersebadan, bagian badanku yg tersembunyi pun penuh dgn warna merah bekas cupangannya terutama dibagian buah dada dan paha putihku.
Yg lebih menyakitkan lagi Om Bimo mengambil celana dalamku tanpa dapat kutolak, katanya setiap perempuan yg berhasil diperawaninya akan dikoleksi celana dalamnya bersama bercak-bercak darah perawan yg masih menempel. Sudah puluhan koleksi disimpannya. Terpaksa Saat itu aku pulang dgn menggunakan rok tanpa celana dalam.
“Bila kamu butuh uang lagi, kamu bisa hubungi aku lagi Shira… tentunya kamu tak keberatan kan, memberikan kenikmatan badanmu itu… he..he… “kata Om Bimo sebelum aku turun dari mobilnya. Aku diam saja sembari berlalu darinya, sudah pukul 6 sore saat aku tiba didepan rumahku.
Ternyata hampir seharian aku dikerjai bandot tua itu. Suatu saat akan kubalaskan dendamku ini, akan kuhabiskan hartanya, tunggulah tak akan lama lagi waktu itu akan tiba, kau harus bayar mahal atas kenikmatan yg kau dapat dari kemulusan badanku.
Inilah pengalaman pertamaku yg kuceritakan secara vulgar buat pembaca, lain waktu aku akan ceritakan lagi kehidupan seksualku setelah kejadian ini dimana aku mulai terjerumus kedunia perempuan panggilan High class, para pelangganku adalah pejabat dan pengusaha ternama di Jakarta.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





















0 comments:
Post a Comment