Chat with us, powered by LiveChat
Situs Togel Online Goo4dagen sbobet terpercaya ads-banner24ads-banner25 Situs judi casinositus casino online

Friday, September 28, 2018

0

Menyetubuhi Anak Majikan Yang Kasar Dan Kurang Ajar


Cerita Seks Menyetubuhi Anak Majikan Yang Kasar Dan Kurang Ajar^_^ Berawal dari keluarga ibuku di kampung terlalu miskin sampai mengurus keluarga mereka pun sulit sehingga keberatan menerimaku. Untunglah keluarga majikan ibuku cukup baik dengan mengangkatku sebagai anaknya, mereka sangat menyayangiku namun semenjak kelahiran anak perempuan mereka perlahan namun pasti perhatian dan kasih sayang mereka kepadaku mulai berkurang, nama anak perempuan mereka Milka, perhatian mereka yang berlebih kepada Milka membuat Milka tumbuh menjadi seorang gadis yang tinggi hati.

Jika ada masalah orang tuaku selalu memenangkan Milka dan menyalahkanku. Oleh karena Orang tua angkatku sibuk berbisnis mereka tidak memperhatikan perkembangan Milka yang semakin hari semakin buruk dan walaupun aku berusia lebih tua dibandingkan usia Milka tetapi Milka tidak memandang sebelah mata kepadaku. Hal ini terus berlanjut sampai Milka berusia 14 tahun dan aku berusia 17 tahunan, Milka duduk di kelas 2 SMP sedangkan aku duduk dikelas 2 SMU.

Milka kini tumbuh menjadi seorang gadis yang benar benar cantik dan bodynya benar benar membuat jantung-ku selalu berdetak dengan kencang. Sedangkan aku sendiri tidak ada bedanya dengan pembantu seperti kedua orang tua kandungku.

Hari itu benar benar cerah dan aku mendengar langkah Milka yang baru pulang sekolah , seperti biasanya Milka melepas sepatunya dengan sembarangan dan juga kaus kakinya dengan sembarangan dilemparkan entah kemana

“Heh!!! Ferdy beresin tuh , aku mau isitirahat dibelakang jangan berani ganggu!!!” Milka membentakku, Aku dengan tenang membereskan sepatu dan kaus kaki Milka , semula jika Milka melakukan hal seperti itu aku selalu kesal namun kini aku tidak merasa kesal lagi kepada Milka, karena aku mengetahui rahasia Milka, bahkan Orang tua Milka tidak mengetahui rahasia ini.


Aku tahu bahwa sebentar lagi Milka akan mempertontonkan sesuatu yang bisa membuatku terhibur dengan perlakuannya yang memang benar benar kasar. Rahasia kecil Milka. Gadis itu suka membaca majalah dewasa yang entah didapatkannya dari mana dan hal ini cuma aku saja yang tahu ! tapi ini cuma rahasia kecil masih ada rahasia yang lebih besar.

Rahasia ini rahasia istimewa dengan pemeran utama wanitanya Milka, Milka lebih asik dan wah ketimbang pemain Blue Film. Setelah selesai membereskan sepatu Milka aku cepat cepat menyelinap kebelakang, dan aku segera mengambil tempat biasa dibalik pohon besar yang ada dikebun belakang rumah itu.

Aku menanti dengan sabar dan aku melihat pemeran utama wanita sudah mulai kelihatan, Milka kulihat memeriksa keadaan sekeliling dan aku menggeser posisi-ku sehingga tidak kelihatan oleh Milka, setelah yakin aman kulihat Milka duduk dengan santai dibangku kebun sambil membuka sebuah majalah kesukaannya ,

Sambil duduk Milka semakin mengangkangkan pahanya, hal ini tentu saja membuat mataku melotot melihat isi rok seragam Milka dan kini Wow Milka membuka kancing bajunya satu persatu sehingga mataku semakin terbuka lebar melihat tingkah laku Milka yang semakin membuatku terangsang, Milka mulai meremas remas buah dadanya sendiri, tiba tiba aku-pun berpikir mungkin hal ini yang membuat buah dada dan body Milka semakin menggiurkan.

Aksi Milka semakin meningkat ia menarik kain segitiganya dan gilanya tangan Milka mulai mengusap ngusap dengan lembut daerah kemaluannya dan aku mendengar Milka mendesah desah dengan hebat

“Ahh…ssshhhhsshh!”


Milka mengeliat geliat perlahan dan tubuh Milka tampak mengejang dengan kencang selanjutnya terkulai lemas, aku melihat sesuatu meleleh dari milik Milka. Aku bertanya – tanya kenapa Milka enggak menyuruhku untuk membersihkan cairan putih kental yang pasti terasa enak dimulut-ku, kalau aku disuruh Milka aku pasti bersedia membersihkan daerah memek Milka dengan lidahku sampai benar benar bersih.

Setelah selesai Milka dengan tenang bangkit dan merapikan pakaiannya, kemudian ia berlalu menuju kamarnya yang terletak dilantai dua. Rahasia Milka yang satu ini yang paling asik dan paling ku sukai, bisa dibilang aku adalah satu – satunya orang yang mengetahui peristiwa hebat yang sudah dilakukan oleh Milka.

Terus terang semenjak aku sering mengintip Milka aku sering masturbasi dengan membayangkan sedang melakukan hal–hal yang mengasikkan bersama dengan Milka… aduhhhh Milka!!!!!! Pikiranku selalu ngeres jika mendengar nama itu disebut ! Aaaahhh.

Hari itu sepertinya hujan akan turun dengan lebat, untungnya aku sudah sampai dirumah terlebih dahulu, mata-ku memandang tidak tenang , bisa – bisa batal dehh pertunjukan hari ini, walaupun batal cuma sehari tapi aku merasa was–was. Hujan mulai turun disertai bunyi petir bersambutan, aku mendengar suara orang berlari – lari.

“Brengsekkk Ferdy!!!” Aku mendengar Milka berteriak memanggil namaku

“Ambilinn handuk cepetttttt….!!!!” Milka memerintahkan-ku mengambil air, aku menuruti keinginannya.

Milka tampak cemberut dan seperti biasanya melempar sepatunya dimana – mana “Huuuuhhh hujannn brengsekkkk…. Ferdy cepeeett!!! Dasar” Milka dengan kasar merebut handuk yang kuambilkan. Aku melihat Milka tampak tidak tenang menunggu hujan berhenti dan ia sering menengok kebun dibelakang rumah, aku sudah tahu Milka pasti sudah enggak sabar untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam isi rok SMPnya. Agak lama juga hujan baru berhenti dan aku melihat wajah Milka tampak senang melihat hujan sudah berhenti


“Hehh Ferdy kamu jangan berani mengganggu-ku, aku mau istirahat dikebun belakang Ngertiiiii!!! Awass kalau kamu menggangu” Milka membentakku.

Aku melihat Milka berlalu kekamarnya dan dengan tergesa gesa aku segera mengambil posisi mengintai karena hujan lebat maka tanah ditempatku mengintai menjadi becek dan licin tentu saja hal ini membuatku semakin berhati–hati, tidak berapa lama aku melihat Milka , dengan santai ini duduk dibangku kebun dan mengeluarkan majalahnya, Aku melihat Milka mulai bergerak dengan erotis sambil meremas – remas buah dadanya sendiri.

Aku sudah tidak sabar ingin melihat yang lebih Syurrr!!!.. tapi entah kenapa kali ini Milka cuma meremas–remas buah dadanya dengan gerakan yang erotis, Aku menunggu cukup lama sambil ngos–ngosan melihat gerakan–gerakan Milka dan akhirnya setelah lama sekali aku menunggu….. Aku melihat Milka mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan menyibakkan Rok Seragam SMPnya keatas… Gleeek aku menelan ludah menyaksikan Pemandangan yang selalu kutunggu–tunggu bila Milka pulang sekolah.

Uuhh… rupanya Milka sudah siap melakukan sesuatu, Wow… mataku sampai melotot melihat Milka mulai mengelus–ngelus bagian kemaluannya yang masih tertutup kain segitiga berwarna putih dengan lembut disertai erangan erangan yang benar benar membuatku terangsang berat, Milka semakin mengangkang dan tiba – tiba

“Pleset… Blukkkk…” Aku terpeleset.

“Aaaawww!!” Milka menjerit karena kaget ia segera merapikan pakaiannya yang terbuka disana – sini.

“Ferdyyyyyyyy!!!! Brengsekkk daasarrr anak punguttt!!!” Milka memaki diriku yang tediam dan

“Plakkkkk… Plakkkkkkkkk” Milka menamparku sehingga aku terjatuh ditanah yang berlumpur tidak puas sampai disitu Milka meludahi wajahku

“Cuiiihhhhhhh… dasar brengsek ngak tau diriii…” kemudian Milka dengan kesal berlalu meninggalkanku.


Perlahan–lahan aku bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, pakaianku kotor oleh Lumpur, dikamar mandi sambil melamun aku membasuh diriku sampai benar–benar bersih, aku memikirkan kata–kata Milka yang sangat menyakiti hatiku, amarahku membara sepanas lahar gunung berapi, selain itu entah kenapa kemaluanku semakin panjang dan tegang karena selalu mengingat pemandangan yang benar-benar menggairahkan.

Entah apa yang kupikirkan, aku keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat dan naik kelantai dua menuju kamar Milka. Aku melihat Milka sedang memejamkan matanya sambil bermalas–malasan diatas ranjang, pintu kamar Milka terbuka lebar, dengan perlahan aku mendekati kamar Milka dan dengan hati–hati aku menutup dan mengunci pintu kamar Milka “Kleeekkk” Suara kunci terdengar dengan cukup jelas, Milka terbangun karena mendengar kunci “Aahh…..” ia terkejut melihatku berdiri dengan telanjang bulat namun itu Cuma sesaat selanjutnya ia marah besar

“Hehhh…. Ferdy kamu ngapainnn… keluarr!!!!!! Dasar kacung rendahan!” Milka menghampiriku dan hendak menamparku

“Aduh…. Brengsekkkkkk!!!!” Milka meringis ketika aku menangkis tamparannya rupanya ia kesakitan.

Aku tersenyum menangkap tangan Milka yang berusaha menamparku lagi kemudian aku bertarung dengannya, Milka mencakar–cakar sampai tubuhku terluka dimana–mana terutama dibagian pundak dan dadaku namun akhirnya aku menang karena Milka kini berhasil kutaklukkan dan kuikat kedua tangannya pada pinggiran ranjang dengan seutas kain yang kusobek dari kelambu di kamar Milka.

“Ferdy lepasinnnnn… kurang ajar Ferdy” Milka meronta – ronta

“Hehhhh dasar tuliii… denger ngakk!!!!”

Milka meronta dengan sekuat tenaga namun aku dengan tenang berlutut dipinggiran ranjang dekat kaki Milka , mataku menjelajahi tubuh Milka tanganku terjulur mengelus kaki Milka


“Aduhhh Hehhhh dasar ngak tahu diri… jangan kurang ajar kamu…. Anak pungut!!!!”Milka menendang tanganku dengan kakinya. Biarpun ditendang hal itu tidak membuatku jera aku kembali berusaha menjamah kaki Milka sambil kini menyibakkan rok seragam.

Mataku melotot melihat keindahan paha Milka wahhh!… Milka berusaha menendang lagi kali ini aku menangkap pergelangan kaki kirinya, karena kaki kirinya tertangkap Milka menendangkan kaki kanannya, tapi itu semuanya sia–sia aku dengan mudah menangkap kaki Kanan Milka. Kedua tanganku mengangkangkan Kaki Milka dan mulutku menciumi paha dan kaki Milka yang masih meronta–ronta dan berteriak teriak memaki diriku.

Wangi tubuh Milka semakin membuatku bernafsu, aku kini menerkam tubuh Milka sambil mebukai kancing baju seragamnya satu persatu

“Aaaawww!!”

Milka menjerit ketika kutindih tubuhnya, Milka meronta–ronta dan berteriak teriak berusaha melakukan perlawanan, aku semakin kuat memeluk pinggang Milka yang ramping sambil membenamkan wajahku pada bagian tengah buah dadanya yang sudah terbuka, nafasku memburu, mengendus ngendus harumnya bagian buah dada Milka, mulutku mulai menciumi kesana kemari.

Dengan kasar tanganku menarik kedua cup penutup dada Milka sehingga buah dadanya tersembul dengan bebas

“Aaawww… kuranggg ajar Ferdyyy.. kamuuuu hehhhh brengsekk Setann”

Milka terus meronta–ronta. Mataku sampai berkunang kunang melihat buah dada Milka yang begitu indah, putih dan harum dihadapan wajahku, tanpa buang waktu aku langsung menyantap buah dada Milka bahkan sesekali aku menggigit dengan gemas buah dada Milka yang menjerit kesakitan


“Aduhhhhh aww sakit aaakkhh!” Milka menjerit dan memakiku tapi aku tidak peduli aku terus melumat sambil sesekali menggigit puting susu Milka yang berwarna kemerahan, puting susu Milka sudah tegak dan juga bulatan dada Milka sudah semakin kencang tanda kalau Milka mulai terangsang namun Milka masih melakukan perlawanan.

Kepalaku semakin turun dan kini berada di hadapan kemaluan Milka yang masih terbungkus kain segitiga putih. Aku menghirup dalam dalam aroma kain itu yang terasa membangkitkan birahiku, lama sekali aku menghirup hirup wanginya daerah kemaluan Milka yang aromanya lembut, aku mulai bosan dan ingin melihat penghuni kain segitiga Milka dengan sejelas jelasnya maka kedua tanganku berusaha menyentakkan kain itu kebawah

“Aaaahhh… jangan! Bajingan kau!” Milka semakin kuat meronta ronta. Dalam hati aku kagum juga dengan tenaga Milka, untungnya aku mengikat kedua tangannya. Wow jantungku berdetak dengan kencang melihat permukaan kemaluan Milka yang masih botak.

Aku menjilat bibir memek Milka, Milka berontak dan terus berontak, aku yang merasa terganggu kini mengikat kedua kaki Milka keatas, aku mengikat kedua kaki Milka pada tangan Milka sehingga kini ia benar–benar merupakan mangsa yang empuk, aku kembali mendekati bagian memek Milka tanganku mencengkram pinggulnya dan menjilati memek Milka dengan kasar.. sambil berkali–kali aku menghisap kuat–kuat lubang memek Milka semakin kuat aku menghisap semakin kuat Milka mengerang dan

“Ferdyyyy Brengggsekkk…. Lepasiinnnnn… Arhhhhhhhh….”Tubuh Milka tiba tiba bergetar dengan kuat….

Baca Juga : Menyetubuhi Cewek Cantik Dan Seksi Di Gudang Bar


“Crot…… Crot….. Crott” Air kental itu keluar dan meleleh dari sela sela memek Milka, Milka terkulai lemas, tenaganya juga mulai banyak berkurang, keringat mengucur dengan deras dari tubuhnya.

Aku menjilati memek Milka sampai kering dan bersih, setelah itu aku menciumi pangkal paha Milka dan mengelus ngelus paha Milka yang terasa lembut dan mengasikkan. Dalam pikiran-ku mendadak terlintas sesuatu. Aku ingat waktu aku menonton Blue Film aku melihat pemain pria memasukkan penisnya kedalam anus pemain wanita dan akupun berencana melakukan hal itu maka Aku mulai menggunakan telunjukku menekan–nekan anus Milka,

Anus Milka mendadak berkerut ketika kusentuh dan hal ini membuatku tersenyum menyaksikan anus Milka yang berkali kali berkerut, aku semakin senang mempermainkan anus Milka dan kini aku menekan kuat kuat jari telunjukku pada tengah tengah anus Milka

“Aoww…. Aduh jangannnn sakit heggghhh”

Milka mulai menangis terisak isak, aku terus menekan jari telunjukku kuat–kuat, kini jari telunjukku dengan pasti mulai masuk semakin dalam dan dalam dan Milka semakin terisak-isak. Aku mulai mengeluar masukkan jari telunjukku kedalam anus Milka kini aku memasukkan dua jariku mengocok ngocok anus Milka

“Aduhhhh….aduhhhhh Aooooh”

Milka meringis–ringis, Aku kini menggeser tubuhku dan mendekatkan kepala kemaluanku pada lubang anus Milka dengan paksa aku mendobrak lubang anus Milka

“Fer jangannnn Fer Aduhh aaggggghh… aaaampun!”


Milka mengerang sambil memejamkan matanya rapat–rapat ketika kepala kemaluanku membongkar liang Anus Milka, tapi Ehhhhhh… Milka jadi agak anehhh waktu aku tusuk semakin dalam dengan penisku, lidah Milka sedikit menjulur keluar.. dan wajah Milka menjadi semakin sensual.

Aku benar-benar bernafsu, aku semakin lama semakin kuat mengeluar masukkan penisku kedalam anusnya, apalagi kini Milka enggak menangis lagi malah ia memandangiku dengan tatapan matanya yang indah dan juga lidahnya yang secara tidak sengaja menjadi terjulur–julur ketika kusodok sodok dengan kuat liang anusnya.

Tanganku meremas remas buah dadanya Milka sambil terus mengocok–ngocok dan tidak berapa lama “Unggghhhh…. Mmm.. Crottt…crott!” Milka terkapar kembali. Aku biarkan Milka beristirahat sebentar kemudian aku mencabut penisku dari dalam anusnya kini aku mengarahkannya pada liang memek Milka

“Aaaahhh… jangannn Fer …jaangan… aaampun… Aku ngakkkk mau, hiksss” Milka kembali menangis dengan tiba tiba.

“Udah coba aja dulu… pasti kamu suka kok”

Aku menjawab dengan santai sambil menggesek gesekkan kepala kemaluanku pada lubang memek Milka.


Aku mulai menekan dengan kuat namun kepala kemaluanku malah terpeleset karena daerah memek Milka terlalu licin tapi aku tidak putus asa aku terus menekan–nekan, setelah mencoba sebanyak beberapa kali akhirnya kepala kemaluanku mulai dapat menyelam kedalam jepitan bibir memek Milka

“Ferdy jangan… ahhh jangannn enggakk!!!!!!”Milka benar–benar ketakutan dan ia menjerit jerit.

Jeritan Milka malah membuatku semakin mendorongkan penisku sampai terasa ada sesuatu didalam memek Milka yang menahan lajunya kepala kemaluanku. Hmmmmm…. Aku yakin inilah dinding pusaka milik Milka yang cuma ada satu satunya didunia dan enggak bisa digantikan atau diperbaiki, aku mengambil ancang–ancang dan

“Jlebbb… Jlebb” sekuat tenaga aku menghentak-hentakkankan penisku berusaha menjebol dinding pusaka itu dan berhasil! Sementara Milka menangis dengan kencang sampai terisak–isak, Aku tetap memompa penisku sambil menciumi Milka. Uhhhh… nikmatnya… dan aku semakin kencang memompa–mompa liang memek Milka, lama kelamaan tangisan Milka berubah menjadi erangan dan kemudian menjadi desahan desahan dan rintihan.

Mata Milka yang masih basah memandangiku yang masih terus memompanya dengan kuat sehingga tubuh Milka tersentak–sentak diatas ranjang, Milka memandangiku dengan tatapan matanya berbinar-binar dan kurasakan sinar mata Milka menjadi lembut.

Aku balas memandanginya mata Milka yang terpejam pejam ketika kusentak-sentakkan penisku dengan kuat dan

“Sreeeeettt…. Crooottt.. Aaaachhh”


Milka menggelepar dalam termakan nafsu birahiku. Aku menarik keluar penisku dari dalam memek Milka, Aku melihat ada cairan meleleh keluar ketika aku mencabut penisku dan itu adalah cairan kenikmatan Milka yang tercampur dengan merahnya darah keperawanan Milka. Penisku tampak masih segar bugar dan terasa tegang maka aku kali ini kembali menusukkan kepala penisku pada liang anus Milka, basahnya penisku oleh air mani Milka yang licin mempermudah kepala penisku untuk kembali menyelinap pada liang anus Milka

“Uuuuggghh…....”

Milka mengeluh ketika kusentakkan kepala penisku, aku semakin menekan penisku kedalam dan mengunjungi kembali lubang anus Milka.

Air Mani Milka yang menempel pada penisku seakan akan menjadi pelumas sehingga aku merasakan pergesekan antara lubang anus Milka yang sempit terasa semakin mengasikkan dan akupun semakin cepat memacu penisku maju mundur menggesek liang anus Milka.

“Aaaaahhhh… eeeggghhhhh… ooooooohh”

Suara Milka benar benar mengasikkan untuk didengar ketika aku memompa–mompa semakin kuat dan cepat, aku mencengkram pinggul Milka dan terus mempercepat kocokanku, mataku melihat buah dada Milka bergerak dalam irama yang mengasikkan apalagi tubuh Milka kini berkeringat sehingga air keringat membuat kulitnya yang putih dan mulus bagaikan mengkilap, benar–benar pemadangan yang sedap dipandang oleh mata.

Lama kelamaan aku merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar tapi aku tetap bertahan aku tidak rela jika hanya keluar sendirian maka sambil terus menyentak–nyentakkan penisku menyodomi Milka aku menggosok–gosok klitoris Milka dengan agak kuat. “Ouuuuuwwhhh… Eeeenggggg… Mmmhhh” Milka tidak dapat menahan seranganku.


“Sreettt…crot…crot...crootttt” Cerita Terpanas

Tidak berapa lama aku juga memuntahkan sesuatu yang terasa sangat enak dan nikmatnya dari dalam penisku didalam anus Milka. Aku memeluk kuat kuat tubuh Milka yang masih terengah–engah karena kecapean. Benar–benar luar biasa kenikmatan yang bisa kunikmati dari tubuh Milka, perlahan–lahan nafas kami berdua berubah menjadi tenang, dengan santai aku mencabut penisku dari dalam liang anus Milka.

Aku tersenyum melihat Milka yang memandangiku dengan tatapan matanya yang tampak kecapean, aku bangkit dari atas tubuh Milka dan keluar dari dalam kamar Milka, dari dalam kulkas aku mengambil sebotol air dingin dan dengan lahap aku meneguk air dingin yang menyegarkan, setelah beristirahat sebentar aku kembali kekamar Milka, aku melihat Milka yang mengeliat – geliat pertamanya sihhh aku curiga Milka hendak melepaskan diri namun Milka hanya mengeliatkan tubuhnya.

Hmm… mungkinkah Milka merasa pegal karena kuikat? he he hehehe…. Aku mendekati Milka kembali lalu aku menyodorkan botol minuman kedekat mulutnya dan Milka meminum habis tanpa sisa setetespun. Aku kini membaringkan tubuhku disisi Milka tanganku bergerak melepaskan ikatan pada kaki Milka dan Milka mengeliat–geliatkan tubuhnya.

Aku membantu memijat mijat bagian pinggul Milka yang pasti terasa sangat pegal, terutama pinggul bagian belakang, mataku melirik memek Milka, rupanya Milka baru menyadari kalau sedari tadi ia mengangkang sehingga mataku dapat menikmati keindahan memek Milka yang mengasikkan makanya ia langsung merapatkan kedua paha serapat mungkin dan berusaha menggeser posisi pinggul seakan–akan hendak menyembunyikan wilayah terpenting pada tubuhnya.

Aku merasakan penisku kembali tegang kini tanganku meraba–raba ketiak Milka dan mulai mendekatkan mulutku pada ketiak Milka yang terbuka lebar karena kedua tangan Milka kuikat keatas, aku menjilati ketiak Milka sampai Milka mengeluh dan merintih–rintih kegelian aku berusaha untuk membangkitkan gairah Milka.



Duhhhh ketiak Milka harum dan terasa lembut dilidahku, akupun tidak segan–segan lagi menghisap–hisap ketiak Milka dengan agak kasar, sambil menghisap–hisap, tanganku mulai membelai–belai buah dada Milka, kuremas buah dada Milka dengan lembut, Milka semakin sering merintih–rintih, Aku melihat Milka terpejam–pejam dan mulutnya setengah terbuka sehingga menambah cantik wajahnya aku mulai menggeluti tubuh Milka tanganku melingkar memeluk pinggang Milka dan yang satu lagi memeluk punggung Milka.

Aku mendekatkan wajahku pada wajah Milka dan langsung mencium bibirnya yang agak terbuka, aku mengisap dengan lembut namun semakin lama hisapanku semakin kuat dan membara “Hmm… Mmmhh” suara mulut Milka tersumpal mulutku yang sedang asik menghisap dan mengait–ngait lidah Milka,

Milka agak meronta dan nafasnya semakin memburu rupanya Milka mulai kehabisan nafas tapi aku malah semakin kuat memeluk tubuh Milka dan semakin kuat menghisap mulutnya aku ingin menghisap dan membersihkan mulut Milka yang sering dipakai untuk memakiku. Lama juga aku bertarung mulut dengan Milka aku akhirnya melepaskan mulutku dari mulut Milka,

“Aahh…Hhh…hhhhhhh”

Aku melihat Milka menarik nafasnya panjang–panjang, mata Milka memandangiku dengan tatapannya yang sinis. Aku melepaskan tangannya sebelah kiri dan kemudian yang sebelah kanan, tubuh Milka mengeliat dalam pelukanku, aku memijat mijat bagian pundak Milka yang pasti terasa pegal,

Aku merasa senang berhasil menjinakkan Milka yang semula begitu garang melakukan perlawanan, tangannya yang sering dipakai menampar wajahku kini terkulai lemah tanpa tenaga, mulutnya yang sering memakiku kini merintih rintih dan terasa sangat merdu ditelingaku.

Aku mulai mempermainkan buah dada Milka yang terasa semakin mengeras dan semakin kenyal, jari tanganku juga semakin sering menarik–narik perlahan puting susu Milka kemudian kulanjutkan aksiku meremas–remas buah dada Milka dengan telapak tanganku berada dibagian bawah buah dadanya yang lembut.

Tanganku kemudian meraba bagian kemaluan Milka dan ternyata Milka sudah basah, aku lalu menggeser posisiku. Aku berlutut diatas ranjang, kedua tanganku menarik kedua kaki Milka dalam posisi mengangkang dan menaruhnya dipundakku sebelah kiri dan sebelah kanan, aku mengeser posisiku sehingga kini kepala kemaluanku berada dihadapan bibir memek Milka,

Aku menggesek–gesekkan kepala penisku sampai terasa geli karena licinnya bibir memek Milka, aku menekan memasukkan kepala penisku dan bibir memek Milka tanpa banyak komentar langsung menelan kepala penisku, aku memegangi kedua kaki Milka dan menghentakkan penisku kuat kuat

“Aaaaaahhhhhhhhhhhhhh... sakiitttt..... “

Milka menjerit kecil ketika aku menyentakkan penisku kedalam memeknya selanjutnya aku memacu penisku dengan cepat dan kuat.

“Eeeegggggghhh… Uuuhhhh Ahhhhh Ohhh!”


Tangan Milka menahan perutku dan aku berhenti sambil memandanginya, selanjutnya aku kembali menghajar memek Milka habis–habisan sampai Milka menjerit–jerit kecil menahan seranganku yang semakin hebat, tangan Milka menggapai–gapai mencari pegangan dan meraih guling sambil memeluk guling itu kuat–kuat, aku terus melakukan serangan serangan dan melesatkan penisku dengan kuat–kuat memanah lubang memek Milka yang semakin lama semakin terasa mengasikkan untuk dipanah dan

“Croottt…. Crooottttt….. Coooottttttttt”

Aku melihat Mata Milka terpejam rapat disertai tubuhnya yang menggelepar merasakan rasa nikmat, aku membiarkan Milka menikmati rasa nikmat itu sampai tuntas, kemudian aku menurunkan kedua kaki Milka, tanganku menarik guling yang sedang dipeluk oleh Milka dan melemparkan guling itu kelantai selanjutnya aku menjatuhkan tubuhku dan memeluk punggung Milka dan menghentak–hentakkan penisku.

Kaki Milka yang biasanya dipakai untuk menendang tulang keringku kini menjepit tubuhku yang semakin kuat menghentak–hentakkan, kedua tangannya yang tadinya dipakai memeluk guling kini dipakainya untuk memelukku, agak lama aku merasakan pelukan Milka semakin kuat dan kedua kakinya semakin kencang menjepit tubuhku, aku mendengar dengar suara–suara yang merdu keluar dari mulutnya.

“Eeegghhh Ooohhhhh Aaahhhh crottttttt…. Crooottt”

Aku merasakan pelukan Milka yang semula kencang kini melemah, aku terus menghentak–hentak dengan kuat karena aku merasakan sesuatu akan keluar dari penisku dan

“Croottt.. Croottt.. Croottttt” kini gantian aku yang memeluk kuat–kuat tubuh Milka, nafasku tersengal-sengal bergabung dengan nafas Milka yang juga memburu dengan kencang dan kuat bagaikan sedang habis berlari.

Hari itu aku tertidur sambil menindih tubuh Milka dan rasanya sangat menyenangkan, keesokan harinya aku bangun lebih dahulu dari Milka yang memang pemalas, Aduhhh!!!!! Begitu turun dari ranjang rasanya kedua kakiku lemas, dengkulku terasa akan lepas dari sendinya, tiba-tiba aku teringat hari ini hari Sabtu, biasanya orang tua angkatku pulang,

Aku langsung bangkit dan memakaikan pakaian tidur untuk Milka yang masih tertidur, setelah beres kini giliranku yang pakai baju….namun aku mendengar suara mobil dari kejauhan dan itu suara mobil orang tua angkatku!!! aku panik dan berlari menuju kamarku dalam keadaan telanjang bulat.

Hari Sabtu itu Milka mendadak demam, aku dimarahi karena tidak menjaga Milka dengan baik, aku disuruh menunggu rumah sedangkan orang tua angkatku mengantar Milka ke dokter. Milka diberi izin untuk beristirahat dirumah oleh dokter sedangkan orang tua angkatku dengan penuh perhatian merawat Milka sampai demam Milka sembuh selama tiga hari.

Pada hari yang keempat kondisi Milka berangsur membaik tapi ia masih harus istirahat, kedua orang tua angkatku harus segera pergi lagi menyelesaikan urusan bisnisnya dan kembali mempercayakan anak gadisnya padaku.

Dengan girang aku memasuki ke kamar tidurnya, kubuka perlahan-lahan pintu itu. Milka masih tertidur, aku berdiri di pinggir ranjang mengguncang tubuhnya. Ia membuka-matanya perlahan-lahan lalu matanya membelakak kaget, wajahnya ketakutan sambil menggeleng-geleng kepalanya melihat diriku yang berdiri di sampingnya sambil menyeringai jahat.

“Tidakkkk!!!” jeritnya.

0 comments:

Post a Comment